HOPE

4.3K 129 75
                                        

"jangan... jangan melihatku seperti itu" batinku sambil menggelengkan kepala pelan dan mengarahkan salah satu tanganku untuk membingkai wajah cantiknya.

Kulingkarkan tanganku kebelakang kepalanya, kupeluk erat dia.

"menangislah"

Sedetik setelah ku ucapkan kata itu, ia kemudian menangis dengan tersedu-sedu, meluapkan rasa rindunya.

Aku tau perpisahan saat itu sangat memukulnya. Aku juga sedih. Tapi tidak didepan dia.

"eunha yaa.. miannhae"

"jangan.. hiks berbicara"

Kita habiskan bermenit-menit hanya untuk saling memeluk satu sama lain.

"bisa kita pulang? Aku mulai kedinginan diluar sini" ucapku sedikit bergetar.

"kerumahku.. menginaplah"

"tapi aku-"

"kerumahku"

Kulepaskan pelukannya dengan lembut, ku usap pipinya yang penuh dengan air mata, ku kecup lama keningnya lalu menganggukan kepala menyetujui permintaannya.

-

-rumah-

"berikan jaketmu, biar aku yang menggantungkan"

Tepat setalah eunha menggantungkan jaket milikku, kupeluk dia dari belakang, sedikit berbisik namun masih terdengar samar dan jelas "berhentilah" ucapku.

*degg

Aku dapat merasakan hentakan jantungnya saat sesudah aku mengucapkan kata itu.

Ku kecup pundaknya lembut lalu kutenggelamkan kepalaku diceruk lehernya yang lebih pendek dariku. Penyesalan menyelimutiku saat itu juga. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

Ku eratkan pelukanku padanya..

"aku disini... Jangan lagi menungguku di pinggir sungai han sendirian, jangan lagi berfikir aku meninggalkanmu, aku mecintaimu. Eunha" dapat kurasakan tangisnya dari balik punggungnya yang bergetar. Lagi... aku menyesal.

-

-

Mungkin terlalu lelah.. aku bangun saat matahari sudah sedikit terangkat, kulihat wanita yang semalaman memeluku saat tidur sudah tidak berada ditempatnya.

Aku melakukan hal yang biasa dilakukan semua orang dijaman ini, mengecheck handphone sebelum pergi meninggalkan kamar.

24 misscall
3 pesan

From –
Tepati janjimu! Ingat hanya seminggu.

From –
Tinggalkan dia! Dia bukanlah tanggung jawabmu!

From –
Aku menungumu.

To –

Jangan memperumit, berhentilah menggunakan tanda seru, aku akan pulang sesegera mungkin. Miannhae chagia.

Kututup kembali handphone ku setelah membalas pesan dari kekasihku.

-

-

-dapur-

"kenapa tidak membangunkanku?" ucapku lembut dengan senyum merekah saat menatap eunha yang tengah meminum teh nya dimeja makan.

"tidak mau, kau akan pergi setelah bangun, aku takut kau pergi"

Apa yang dia katakan hanya kujawab dengan senyuman.

ONE SHOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang