oops

5.4K 152 36
                                        

Gender Bender.
19+
🔥🔥💦

"Aah... Sinn bhhh aah"
"Gwenchana yer...in hmmmm ah"

*Bruakk suara pintu terbanting sangat keras

"APA INI YANG SEDANG APPA LIHAT! SINB!!!"

-
-

Sekarang Mr.Sojung, Mrs. Eunha dan anaknya berserta pacarnya, Jung Yerin, sedang berada di ruang keluarga.

Seperti acara berkumpul biasa namun dengan suasana tegang.

"Seperti ini yang selalu kau lakukan ketika appa dan eomma tidak berada dirumah?!!" Tanya Mr. Sojung.

"Ck!" Sinb hanya berdecak kasar dan memalingkan wajah yang memiliki luka akibat dipukul oleh appanya.

"Yak! Yerin!" Panggil Mr. Sojung "bagaimana bisa kamu melakukan itu ha?" Lanjutnya dengan melemahkan suaranya kecewa.

Yerin hanya menangis di pelukan eomma sinb.

"Sinb jawab appa!" Ucap Mr. Sojung dengan penekanan disetiap katanya.

"Pah? Apa urusanmu? Aku sudah besar, aku berhak menentukan apa yang mau kulakukan dan tidak, lagi pula... Kenapa kau mengurusi urusanku? Kemana saja kau?" Jawab sinb santai.

Mr. Sojung yang sedari tadi mengepalkan tangannya menahan amarah, sudah berdiri hendak memukul sinb untuk yang kedua kalinya.

"Yerin, pulanglah.. Akan kupastikan sinb bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat. Besok aku akan membuat perjanjian bertemu dengan appamu" ucap Mr. Sojung tanpa menoleh kearah yerin.

-
-

Setelah mengantar yerin kedepan rumah untuk pulang di antar supir keluarga Sojung, eunha pun masuk kembali kedalam rumah. Dilihatnya sang suami masih berdiri mengepalkan tangannya. Eunha tidak pernah tega melihat sinb, anak lelaki kesayangannya di pukul oleh appanya sendiri.

Eunha mendekati sojung, merangkul lengannya dan sedikit menarik sojung untuk pergi meniggalkan sinb.

-
-kamar-
Sojung mendudukan kasar pantatnya di pinggir kasur, memijat keningnya yang sedikit pusing.

"Jangan pukul sinb lagi" pinta eunha yang ikut duduk di samping sojung, merangkul dan menenggelamkan kepalanya di lengan kekar sojung.

"Kumohon kali ini jangan membela anak bajingan itu" ucap sojung sambil mengelus kepala eunha.

Eunha menggelengkan kepalanya sambil menangis "jangan".

Sojung hanya mendongakan kepalanya dan menarik nafas, berusaha mentralkan emosinya.

-ruang tamu-

"Aaaaaaaaa-nyeong?" ucap umji yang baru saja pulang sekolah dan melihat sinb yang babak belur entah mengapa.

"Oppa gwenchana?" Tanya umji bingung.

Sinb tersenyum seperti luka-luka di wajahnya itu tidaklah sakit sama sekali.
"Bersihkan luka oppa" pinta sinb lembut.

"Nee nee" jawab umji yang lalu meletakan tas nya di sofa dan mengambil kotak P3K untuk mengobati luka diwajah sinb.

-

"Oppa...  Apa kau berkelahi?"
"Aw aw, jangan menekannya, sakit"
"Padahal aku haya menyentuhnya!" Jeda umji "oppa..."
"Hmm"
"Dimana kau berkela-"
"Yak! Umji yaaa sakit!!" Rengek sinb.

Umji memukul lengan sinb.

"Aw.. Kenapa kau memukulku?" Tanya sinb bingung.

"Itu yang namanya pengecohan!"

ONE SHOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang