Beda Agama (2)

1.6K 67 2
                                        

16+

Genben

MaknaeLine

----------------------------------------

>> PLAY THE YOUTUBE VIDEO <<

YEWON POV

Beberapa hari yang lalu ia membalas pesanku. Kami juga kembali pergi bersama.

Tapi sinb tetap aneh.

Ada saja bahan untuk diributkan setiap harinya.

YEWON POV END.

*FLASHBACK ON*

"hari ini kita ke perayaan Cherry Blossom ya" pinta yewon saat sedang dalam perjalanan.

"nee" jawab singkat sinb.

-

-

-SAMPAI-

"omo.. semuanya pink, woah" kagum yewon.

"jangan berlebihan, tidak ada yang menarik biasa saja" ucap sinb sambil berjalan berlalu meninggalkan yewon.

"ini sudah terlalu sering sinb-ssi, apa yang kau inginkan?" batin yewon.

-

-

Lama mereka berjalan hingga sampai diujung jalan dari festival cherry blossom ini. Disana sangatlah ramai. Ada panggung yang sedang dikerumuni banyak orang, mereka sedang menonton sebuah pertunjukan yang sedang berlangsung.

-

-

Tanpa mengajak sinb, yewon berjalan mengambil tempat untuk melihat pertunjukan tersebut.

-

"aaargh kenpa rasanya ingin menangis:(" batin yewon "padaal sedang bersama seseorang yang aku cintai, tapi rasanya hampa :'(" sedih yewon.

-

-

Beberapa menit kemudian seseorang menarik yewon.

"aw.. lepas" kaget yewon.

Tak ada respon.

"sinb ya! Aw"

Masih tak ada respon.

Yewon menarik paksa tangannya agar terlepas, upaya itupun berhasil. Yewon lalu memijat-mijat pergelangan tangannya karena merasakan nyeri.

"Lebih baik kita usai disini" ucap sinb kemudian.

"mwo? Kamu kenapa sih?" tanya yewon.

"kamu tau kita gabisa bersama"

"Jjamkanman" ucap yewon menyelidik.

sinb mengangguk, menganggap apa yang sedang yewon fikirkan saat ini adalah apa yang sedang sinb fikirkan juga.

"arrayo, tapi kitakan pernah bahas ini sebelumnya"

"kita tidak bisa menghianati apa yang kita percayai"

"Ka-kamu serius?"

"harus diakhiri, sebelum cerita indah tergantikan oleh pahitnya sakit hati"

"Disaat aku perjuangin kamu, pertahanin kamu, kamu nyerah gitu aja" sangkal umji.

"Aku bukannya menyerah, tapi bijaksana, mengerti kapan harus berhenti"

"sinb yaa" air mata yewon mulai berlinang dibawah gugurnya bunga indah berwarna pink kemerahan itu "Kau tepikan aku, kau renggut semua mimpiku, seolah aku tak pernah jadi bagian masa dari hari-harimu, seolah janji dan kata yang terucap kehilangan arti" ucap yewon mulai menangis. "sinb yaaa. Aku kan menunggu tapi tak selamnya." << (script percakapan diatas aku nyontek dari IG @MBF_ID))

ONE SHOTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang