-perpustakaan
"annyeong..."
"..."
"ahaha, mianhae. Apa aku mengagetkanmu?"
*mengangguk
"tolong maafkan aku"
"tidak apa apa, jangan diulangi lagi, aku tidak suka dibuat terkejut"
"baiklah..."
-
*hening
-
"Sudah berapa lama kau berada disini?" ucap sinb memecah keheningan.
*berfikir sejenak* "mungkin sudah lebih dari 4 jam"
"sini biar kubacakan, matamu pasti lelah" sinb merebut buku yang berada di depan seorang gadis cantik dengan rambut pajang hitam dan berponi.
Gadis itu hanya bisa melototkan matanya dan berusaha mengambil kembali buku yang kini sudah berpindah tangan itu.
Gerakan sinb yang mengelak membuatnya tidak sengaja membentur kursi dan meja yang berada didekatnya, menimbulkan suara kegaduhan yang tidak terlalu keras itu terdengar mengganggu suasana hening perpustakaan umum tersebut.
"sst sst sst... diam ya, semua orang jadi melihat kerah kita" ucap sinb sedikit berbisik pada yuna.
"kembalikan padaku,aku ingin membacanya sendiri"
"baiklah... Hmm dimana terakhir kamu membaca? Apa ini?"
Dengan perlahan sinb mulai melanjutkan bacaan yang tadi dibaca oleh yuna.
-
"yak! kau pengunjung baru!" teriak seseorang.
Suara lantang nan jelas terarah pada sinb dan yuna itu membuat mereka berdua menoleh langsung kesumber suara yang berada di belakang tubuh sinb.
"kau! Tidakkah kau tahu bahwa perpustakaan ini juga memiliki taman bacaan yang membiarkan pembacanya mengeluarkan suara dari mulutnya! Kau tahu dongengmu itu mengganggu ku, dan mungkin juga mengganggu banyak orang yang butuh keheningan untuk membaca!!! Pergilah kebelakang!!"
Sinb merasa terhina dibentak oleh seseorang yang ia tidak kenal di tempat umum. Sinb berdiri keluar dari kursinya dengan mengepalkan tangan kanannya.
Kita semua sudah tahu apa tujuan sinb.
Baru dua langkah sinb meninggalkan tempat duduknya, sinb merasa ada yang menahan lengannya.
"ayo kita pergi kebelakang" ajak yuna setengah menarik lengan sinb.
"tapi.." sinb belum sempat menyelesaikan ucapannya, kini tarikan yuna makin keras. Mau tidak mau sinb mengikuti apa yang yuna mau.
-
-
-
-taman-
Yuna menepuk lengan sinb yang berjalan dengan tertunduk semenjak keluar dari dalam perpustakaan.
Sinb menoleh dengan wajah lesu.
"cepat bacakan lagi" pinta yuna.
"huft.. aku tidak mau, ini, bacalah sendiri"
Kini yuna sudah berada didepan sinb. Mengangkat kepala sinb yang sedikit tertunduk menahan kesal.
"kita yang salah, harus kita yang mengalah, aku tahu kau marah, tapi sekali lagi.. kita yang salah"
Sinb mengangguk mengerti.
"sekarang bacakan ceritanya lagi" ucap yuju diakhiri dengan senyuman manisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ONE SHOT
FanfictionDear Reader. Tolong peka terhadap warning ⚠ yang saya buat. Dan tindakan yang tepat untuk menghadapinya. Per tanggal 23/03/18 saya nge up cerita hot di yadonger. Dsini buat cerita yang adem adem aja ya ?
