3. Ribut Keras

17.2K 1.3K 4
                                        

"SAYA YANG AKAN BAWA DANIEL SEKARANG!!!"

"ENGGAK AKAN PERNAH SAYA NYERAHIN ANAK SAYA SAMA WANITA SEPERTI KAMU"

"DATANGI PENGADILAN ITU! SAYA HARUS TAU ALASAN KAMU NAHAN DANIEL BUAT GAK KETEMU SAMA SAYA"

"SAYA IBUNYA!" lanjut wanita itu

"TERSERAH KAMU" terdengar suara laki laki berteriak mengerikan

"CUKUP UDAHIN SEMUA INI HUN. DANIEL UDAH SAMA KAMU 3 TAHUN INI. apa nggak ada 1 kesempatan buat aku tinggal sama anak aku sendiri? iya hun?" kata seorang wanita dengan nada merihnya

🍂

Dibalik dinding gue yang udah bersiap mau berangkat kerja dan Jungi yang udah bersiap juga menuju sekolah tertahan didepan balkon sambil berjongkok mendengarkan pertengkaran yang dianggap 'menegangkan' ini.

terdengar konyol memang. gasopan pula ngedengerin orang bertengkar. atuh gimana, Rara selalu penasaran sama hal hal begini.

berbeda dengan Jungi sedari tadi menatap gue kesal. dia mungkin lelah menjadi adik dari gue yang tingkahnya absurd ini.

"Kak gue mau berangkat sekolah kali."
cetus Jun Gi kesal bukan main. gue menoleh kearah Jungi

"iya gue tau.emang lo doang doang apa yang mau berangkat. gue juga mau berangkat kerja keleus" jawab rara sambil berbisik

"Sumpah yah lo nyebelin banget jadi kakak" balas Jun Gi sambil berjalan meninggalkan Rara.

"lah! baperan amat sih Jun." cibir Rara yang tidak ditanggapi apapun dari Jungi.

gue akhirnya menghentikan aksi gue ini dan bersiap mengejar Jun Gi yang udah badmood parah.

"tungguin gue kali." teriak gue

gue buru buru nahan pintu lift yang akan tertutup. gue pun mesem mesem gajelas ke Jungi yang berakhir yang dihadiahi toyoran kecil dari dia.

inget yah toyoran kecil. tapi gue berasa nggak ada harga dirinya woy.

"Sialan! dasar emang kurang ajar yah lo sama kakak sendiri." maki gue sambil balik menoyor Jungi pake hp 3 kali.

"Sakiiiit kak! gue cuman mukul lo sekali. tapi lo mukul gue 3 kali. kampret!" ujar Jungi engga terima.

Pletak!

JunGi balas mukul pala gue lagi tapi kali ini dia pake Hp.

"Sakiiiiiiittttt Juned!"

Tuk Tuk Tuk Tuk

"KAKK!"

"APA? Hahahahahaha mampus lo! makanya jangan bandel jadi adek gue tuh" cibir gue sambil mencet kening Jun Gi yang agak membiru

"Sakit ngg-" ucapan gue terpotong ketika gue ngeliat cowok yang semalem dibalkon alias tetangga gue nahan pintu lift dan ikut memasuki Lift yang sama dengan gue. tapi dia engga sendiri ada perempuan cantik disampingnya yang entah gue juga gatau itu siapa.

mereka tampak ngelirik gue bersamaan.

mereka akhirnya membelakangi gue dan saling membuang muka. gue bisa tebak mereka lagi marahan.

"Hai" lamunan gue tersadar. asli gue sampe ngelamun cuman gara gara mikirin perempuan yang bahkan lagi membelakangi gue ini.

udah sexy, cakep, langsing, tinggi, bibir, tebal. gue berasa upil kalau di samping dia jadinya.

"Oh halo juga haha" jawab gue menyapa dia balik.

adek gue pun menepuk pundak gue dan bikin gue noleh ke dia.

"Biasa aja jangan kayak orang Cengo. malu gue sumpah." bisik jungi.

gue pun menginjak sekencang-kencang nya kaki Iblis satu ini

Jungi menjerit kencang.

mampus lo. gue lagi pake heels nih.

Naksir Duda | Oh SehunCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang