Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Episode 14 - All Shocked

807 30 2
                                        

Setelah Spencer pulang, aku masih dikamar. Aku masih belum bisa mencerna semua ini. Jadi itu yang Justin lakukan dulu kepada liars? Kejam juga.

"Lily, ayo kita makan malam." Ibu berteriak dari lantai bawah. Dengan malas dan hati yang sedih aku turun ke bawah untuk memenuhi panggilan ibuku.

"Kau kenapa? Tidak bersemangat seperti itu. Apa kau merindukan Justin?"

Kuputar kedua bola mataku. "Tidak, ibu. Aku hanya memikirkan bagaimana nilai tes ku nanti," kataku berbohong.

"Tidak perlu memikirkan hal itu, ayo kita makan dulu."

Ibu menggandeng tanganku menuju meja makan.

-

Aku membuka ponselku dan berencana untuk mengirim pesan ke grup liars. Namun aku ragu. Entah apa yang membuatku ragu.

Padahal sudah jelas didepan mata kalau Justin 'membuang' ku. (Sebenernya bukan ngebuang ya... apa ya kata yang pas?? Hmm kaya ya gitu ga di acuhin gt deh)

Baiklah. Aku akan mengirim sebuah pesan.

Belum 1 menit, Spencer sudah meneleponku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Belum 1 menit, Spencer sudah meneleponku.

"Hai Sp-"

"Apa yang mau kau bicarakan besok?" Spencer langsung memotong kata-kataku begitu saja.

"Tentang tantangan itu."

"Aku pikir kau akan bilang kepada Ali secara personal. Tidak dengan kami semua."

"Dan aku pikir lebih baik aku langsung saja bilang kepada kalian semua. Dan kau harus bertingkah seolah kau tidak tahu."

"Ternyata secepat itu Justin mencampakkan kau."

"Yeah, and i being dumped for doing nothing."

"Dia aneh, bukan? Dan kau akhirnya sadar betapa jahat seorang Justin Bieber."

"Iya...," jawabku lemas.

"Kalau begitu, sampai bertemu besok."

Panggilan terputus dan aku merebahkan tubuhku di kasur. Setega itukah Justin? Padahal dia baru saja bilang kalau aku bisa cerita apapun kepada dia. Dan harapan itu langsung pupus begitu saja.

Apa aku menghubungi dia saja sekarang? Tidak. Kau itu sudah di buang, Lily. Untuk apa lagi kau menghubungi dia?

Tanpa terasa air mataku mengalir. Sesedih itukah aku sampai aku harus menangis? Hubunganku dan Justin pun sebenarnya belum dimulai. Namun harus berakhir dengan cara yang tragis.

-

"Ibu, aku pergi ya." Aku berteriak pada ibu yang ada di lantai atas. Sekarang aku sedang duduk di tangga memakai kaus kaki dan sepatu. Hari ini, aku memakai sepatu olahraga, dengan atasan kaus dan rok selutut.

"Kau sudah habiskan sarapanmu?" Tanya ibu yang sudah berada di anak tangga.

Aku mengangguk pelan. "Hati-hati."

Ibu naik lagi ke lantai atas dan aku langsung membuka pintu.

Buku yang kupegang di tangan kiriku jatuh begitu saja saat kulihat Justin sudah berdiri didepan pintu rumahku.

"Hai...," sapa Justin sambil mengambil bukuku yang jatuh. "Kau mengapa terkejut melihatku?"

Dia memberikanku buku yang jatuh tadi dan aku memegangnya sangat erat.

"H... hai...." Aku sampai terbata-bata mengucapkan kata hai untuk dia. Apa yang dia lakukan disini?

Kututup pintu rumahku dan berjalan bersamanya.

"Wh... what are you doing here?" Tanyaku mencoba untuk tidak gugup.

"Aku ingin menjemputmu." Justin sangat ramah pagi ini. Berbeda dengan kemarin siang.

"Oke...." Aku masuk ke mobilnya dan kami langsung pergi menuju sekolah.

Ini benar pagi yang sangat aneh sekaligus membahagiakan.

-

"Kita sudah sampai," ucap Justin. "Kau lebih baik turun disini saja, karena teman-temanmu ada disana. Dan aku akan mencari tempat parkir dulu."

"Thank you." Aku tersenyum tipis sambil menatap wajahnya beberapa detik. Lalu aku turun dan menghampiri liars.

Saat aku berjalan menuju teman-temanku, aku bisa melihat ekspresi Spencer yang sangat terkejut namun dia tutup-tutupi. Mereka sedang duduk di taman dan tanpa Em dan Hanna.

"Hai semua," sapaku ramah. Mood ku untuk pagi ini sangatlah baik.

"Kau hari ini pergi bersama Justin?" Tanya Aria. Aku mengangguk pelan lalu ikut duduk bersama mereka.

"Lily, i'm sorry for what happened yesterday. It was a fool to spying on you like that."

"It's okay Ali. I get it."

"Dan maafkan aku juga Lily." Aria menggenggam tangan kananku.

"Apology accepted." Kupeluk dia dari samping.

Kringgg...

Bel pun berbunyi.

"See you after school, liars." Kami semua berpisah menuju kelas masing-masing.

Namun Spencer menarik tangan kananku.

"What happen between you and Justin?"

"I'll explain later, okay?"

-

"Jadi, apa yang mau kau katakan?" Tanya Ali membuka percakapan. Kami semua sudah berkumpul di the brews.

"Setelah pertengkaran kita kemarin, aku pulang bersama Justin. Lalu dia mampir kerumahku dan bertemu dengan ibuku."

"He met your mother? He is in love with you." Hanna langsung bicara begitu saja. Semua mata langsung melirik padanya. "What? It's true huh. He never met our parents."

"Lalu dia mencoba menciumku dan... tidak jadi karena Hanna mengirim pesan ke grup." Aku sangat gugup untuk menceritakan hal ini. "Dia langsung pulang begitu saja tanpa berpamitan lagi."

"Dia sudah resmi mencampakkanmu saat itu juga." Kini giliran Aria yang berkomentar.

"But, he came to my house this morning and pick me up to school."

"What the fuck?" Ali terlihat sangat kesal.

"Apa? Kau tidak mengarang cerita, kan?" Em tidak kalah terkejut.

"I'm not."

"Di dalam sejarah seorang Justin Bieber, dia tidak pernah mau bertemu orang tua perempuan dan dia tidak pernah mendekati seorang perempuan manapun yang dia sudah campakkan." Hanna menjelaskan dengan menggebu-gebu.

"But... he dumped you already." Ali sekarang kebingungan.

"Aku yakin kau sudah pasti di campakkan Justin. Tapi kenapa dia mau mendekatimu lagi?" Aria terdengar kecewa.

"Mungkin Justin benar-benar menyukai Lily." Ucapan Spencer mendapat lirikan mata yang sangat tajam dari Ali, Aria, Em dan Hanna. Terutama Ali.

"Ini adalah sejarah baru bagi Justin Bieber. Dia benar-benar menyukai seorang perempuan," kata Emily.

"Bagus, Lily. Kau tetap harus membuatnya jatuh cinga padamu." Ali menghapus air matanya yang mengalir.

==========

To be continue.

Truth or DareCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang