17. Christoper & Lily

12.4K 1.1K 145
                                        

Namanya Lily, Lily Rosaline Miracle Green. Usianya menginjak 17 tahun tepat hari ini. Gadis itu tumbuh menjadi gadis yang cantik bahkan lebih cantik daripada Ibunya, Liliane Green. Rambutnya hitam legam tapi sangat lembut hingga angin akan dengan mudahnya mempermainkan helai-helainya. Sedangkan bola matanya berwarna hijau bagaikan batu emerald.

Sedari kecil Lily sering bertanya kepada Ibu dan nenek Jane kenapa hanya matanya yang berwarna hijau padahal seluruh keluarga Green bernetra hazel. Nenek Jane selalu berkata : "Tanyakan pada mamamu!" lalu Ia pun berlari pada Mamanya untuk bertanya. "Kedua matamu adalah anugrah dari Tuhan." jawab Mamanya. Sungguh bukan jawaban yang melegakan. Sedangkan para sepupunya selalu mengejeknya, mereka bilang Lily adalah anak pungut Liliane. Atau Lily bukanlah anggota keluarga Green. Lily selalu menangis awalnya, tapi sekarang sudah tidak lagi. Bukankah bagus jika seorang Green bernetra emerald? Sangat sesuai bukan? Itu jawabannya ketika ada sepupu yang mengoloknya.

Tapi sejujurnya ada salah satu ruang di sudut hatinya yang belum bisa menerima pernyataannya sendiri. Ketika Ia melihat keluarga teman-temannya yang lengkap--Papa, Mama, anak-anak. Teman-temannya itu semua mewarisi ciri-ciri fisik kedua orang tuanya. Jadi bila Ia memiliki rambut hitam Mamanya mungkin mata emeraldnya ini adalah warisan dari Papanya. Tapi pertanyaannya siapa Papanya? Dimana ia sekarang? Selalu tak ada jawaban dari mamanya jika ia bertanya yang diberi kepadanya hanyalah air mata. Membuat Lily tak tega lalu sudah tak pernah bertanya lagi.

Tapi tidak untuk sekarang. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang ke-17, ia bukan lagi anak kecil yang mudah dibohongi. Ia harus tahu siapa Papanya. Lily ingin suatu saat ketika ia menikah Papanyalah yang mengantarnya ke altar bukan salah satu dari paman-pamannya. Ya, sebelum hari ini berakhir ia harus mendapat sebuah nama.

"Lily...Lily..." seorang gadis bertubuh agak gempal berlarian di tengah kebun lavender.

Lily mencebik. Martha telah mengganggu acara melamunnya di sore ini. Lily bangkit dari rebahnya di sela-sela bunga lavender. Membuat kepalanya terlihat oleh martha. Ia berdiri agar Martha dapat menemukannya, membuat para kupu-kupu yang tadi menari-nari di sekelilingnya terbang menjauh.

"Lily..oh Tuhan...aku telah mencarimu di seluruh kebun lavender ini, bibi Liliane memanggilmu. Kau harus bersiap, kau tak mau melewatkan acara ulang tahunmu sendiri kan?" Martha terlihat ngos-ngosan, keringat membasahi beberapa bagian gaunnya.

Lily menepuk pelan keningnya. "Kau benar, aku harus segera pulang. Aku harus membuat permohonan."

Mereka bergandengan tangan, berlari kecil ke arah rumah sederhana Lily yang ada di tengah-tengah kebun Lavender. Di rumah mungil itu Ia tinggal dengan mamanya dan juga Williana. Sedangkan sebagian anggota keluarga Green yg lain tinggal di rumah nenek Jane, rumah tua besar di tengah ladang bunga yang dihuni turun-temurun oleh keluarga Green. Sebagian lain tinggal tersebar di desa backwell.

Lily segera mandi dan berdandan secantik mungkin. Malam ini ia mengenakan dress katun merah muda yang dijahit sendiri oleh bibi Lucy--mama Martha. Dia menyukai gaunnya. Walaupun bukan gaun mahal dengan bahan terbaik seperti yang dimiliki para Lady, tapi gaun ini sangat nyaman dan cantik.

Sebelum turun Lily berbelok ke kamar mamanya yang telah kosong, cermin di kamar mamanya lebih besar sehingga ia lebih leluasa melihat penampilannya secara keseluruhan. Beberapa kali ia mengibas rambutnya yang sepanjang pinggang, mengacaknya lalu menatanya ulang. Kemudian ia berputar beberapa kali melihat penampilannya dari berbagai sisi. Ah, rupanya ada sisa benang yang lupa digunting oleh bibi Lucy, ia pun mencari gunting. Mungkin saja ada di laci meja rias mama.

Tapi alih-alih mencari gunting matanya justru terpaku pada sebuah cincin bertahta berlian yang tergeletak di atas meja. Itu cincin mamanya. Tak biasanya mamanya lupa mengenakan cincin ini.

Be His Countess (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang