Liliane mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit. 6 bulan sudah usia kandungannya kini.
"My lady, ada yang ingin bertemu dengan anda." Albert menyerahkan sebuah kartu yang diletakkan pada nampan perak.
"Miss Michelle Paddington?" Liliane membaca nama yang tertera pada kartu. Liliane mendengus lelah.
"Siapa miss Paddington ini Albert?" tanya Liliane.
"Yang saya tahu miss Paddington adalah seorang aktris teater yang pernah sangat tenar. Kabarnya beberapa hari yg lalu grup teaternya baru tiba di London dan semalam adalah pementasan perdana mereka di Royal Albert Hall."
"Biar kutebak, miss Paddington pasti pernah memiliki hubungan spesial dengan suamiku?" Liliane menatap Albert penuh selidik.
Albert berdehem menutupi sikap kikuknya. "Benar, my lady. Tapi hubungan mereka tidaklah lama. Hanya seumur pementasan grup teaternya di London. "
Liliane mendenguskan nafas lelahnya. "Tolong katakan pada miss Paddington aku sedang beristirahat dan tidak bisa diganggu. Cukup 1 wanita saja yang mengunjungiku hari ini. Aku lelah."
"Baik my lady."
Albert segera meninggalkan Liliane yang memang benar-benar merasa lelah. Sayup-sayup Liliane mendengar teriakan seorang wanita yang tidak terima kunjungannya ditolak oleh nyonya rumah. Ia masih bisa mendengar gadis itu memaki dan menghinanya. Liliane hanya bisa mengelus dada untuk menambah stok kesabaran di hatinya. Rupanya yang merespon adalah bayinya. Malaikatnya memberikan tendangan ringan dari dalam perut seolah memberinya semangat dan berkata "Bersabarlah Mama." Dan itu menjadikan penghiburan yang luar biasa besar bagi Lily.
Setelah diperkenalkan secara resmi sebagai istri Earl of Hamsford,hampir setiap hari Liliane selalu mendapat kunjungan dari wanita yang tidak dikenalnya tapi sangat dikenal suaminya. Tentu saja, mereka adalah wanita-wanita yang pernah menjadi kekasih atau simpanan Lord William.
Sebagian dari mereka bukan kaum bangsawan, hanya gadis jelata semacam dirinya tapi memiliki mimpi yang cukup besar yaitu menjadi countess of Hamsford, mereka ini tidak bisa menerima bahwa yang dinikahi Will bukanlah dari kalangan atas jadi pastilah tidak lebih baik dari mereka. Sebagian lainnya adalah lady-lady muda yang cantik, mereka ini juga mengaku pernah menjadi kekasih Will tapi karena satu atau banyak alasan sehingga tidak bisa terus bersama, mereka juga menatap sinis pada Liliane. Menghina status Liliane yg bukan bangsawan. Yang terakhir adalah para dowager lady, lady-lady muda yg telah menjanda. Mereka dengan terang-terangan mengaku pernah menjadi simpanan sang earl. Dengan vulgar mereka selalu bercerita tentang kebiasaan Will di ranjang. Oh...Tuhan....golongan ini yang paling membuat Liliane tak nyaman. Sesungguhnya Liliane tak tahu apapun tentang kegiatan di atas ranjang. Satu-satunya hubungan intim yang pernah dilakukan Liliane adalah bersama William waktu itu. Itupun dalam keadaan mabuk hingga Liliane tak sadar apa saja yang sudah mereka lakukan. Lalu saat mereka tahu usia kehamilan Liliane lebih tua dari usia pernikahannya cemoohan yang lebih pedas selalu dtudingkan ke arahnya. Seorang lady terhormat pernah dengan jujur mengatai dirinya sebagai "Wanita jalang penggila harta." sungguhpun itu tak benar tapi mereka tak akan menerima setiap sangkalan Liliane. Jadi dirinya memilih diam mendenar ocehan mereka sampai selesai.
Liliane merasa lelah, bukan hanya pada tubuhnya tapi juga pada hatinya. Beban berat yang semakin dirasa pada perutnya dan kata-kata hinaan, cemoohan dan sarkas dari wanita-wanita itu sungguh membuatnya semakin lelah dan lemah. Tak ada yang tahu diam-diam Liliane terisak saat malam tiba. Ia berharap kontrak pernikahannya dengan William segera berakhir.
"My Lady." keesokan harinya Albert kembali menyodorkan nampan perak beserta sebuah kartu pada dirinya. Liliane segera menghentikan kegiatan merajutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be His Countess (END)
Historyczne#7 in Historical Fiction (9.11.17) #4 in Historical Fiction (17.11.17) Liliane Green seorang gadis penjual bunga. Pertemuannya dengan William Huntley, Earl of Hamsford awalnya biasa saja layaknya seorang pembeli dan pedagang biasa. Seringnya sang ea...
