"Marwa...marwa itu dia orangnya, maha karya allah yang indah" ucap nisa selaras menunjuk seorang ikhwan yang berjalan mendekati kami
"Dia mendekat marwah" ucapnya lagi
Aku mengabaikannya bagaimana bisa pandangan pertamaku tertuju oleh pria itu, aku akui dia terlihat sangat mempesona dengan wajah yang berseri-seri.
"Assalamualaikum..." salam pria itu
"Walaikumsalam" jawab nisa
Aku terdiam dan langsung menundukkan kepala, aku seperti mengenali suara ini tapi terasa samar mungkin karena aku tidak suka mengingat suara pria hingga selalu lupa begitu saja
"Mar jawab itu salamnya" ucap nisa selaras menyenggol tanganku
"Iya walaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh" jawabku
"Dimana yang lain" tanyanya
"Siapa" jawab nisa
"Panitia, saya mau kasih pengarahan" ucapnya
"Ada dibelakang" celetukku tiba-tiba
"Terimakasih" ucapnya selaras dengan dirinya pergi dari kami berdua
"Mar sana kebelakang mau dikasih pengarahan, aku ikut ya mar" ucap nisa
Aku mengabaikan nisa dan pergi menuju kebelakang begitu saja, nisa memgikutiku sambil ngomel tidak jelas
"Mar kamu ga bersahabat banget si"
"Marwa gitu sama nisa"
Aku mengabaikannya dan memilih duduk diantara panitia lainnya lebih tepatnya dibelakang, begitu juga nisa dia ikut duduk disampingku.
"Assalamualaikum semuanya" salam pria itu
Semua orang menjawab salamnya termasuk aku.
"Yang belakang bisa mendengarku" ucapnya
Sontan saja aku langsung mendongakkan kepala dan melihat siapa yang dibelakang, ternyata aku sendiri. Bingung nisa kemana tadi dia ada disamping sekarang ga ada, aku tengak-tengok mencari nisa ternyata dia ada didepan.
"Hey kamu bisa mendengar saya" ucapnya ulang
Aku yang merasa malu karena semua melihatku aku hanya menganggukkan kepala
"Baik..kalian buat tim menjadi lima bagian,setiap tim terdiri dari tujuh orang, Satu tim konsumsi bertugas membagikan makanan, satu tim mengatur arus jalan, satu tim mengatur jalannya acara, satu tim mengatur peserta, satu tim mengatur kebersihan, gerak cepat" ucapnya tegas
Aku mencari-cari anggota tapi bingung ikut dengan siapa, aku berdiri terdiam saja sementara disana nisa sudah mendapatkan tim,aku heran dia bukanlah panitia tapi dengan santai dia mengikuti kepanitiaan ini. Aku melihat-lihat ternyata semua anggota sudah berjumlah tujuh ingin menangis rasanya aku dengan siapa.
"Kamu.. " ucap pria itu
Aku menengok
"Dimana anggotamu kenapa masih terdiam"
"Ga punya tim semua sudah komplit" jawabku
Dia menghitung satu persatu tim
"Kalau begitu kamu harus membantu saya"
Terasa seperti ada sesuatu badai yang akan terjadi
"Kamu harus ikut denganku untuk mengawasi semuanya"
Yang benar saja aku harus dengannya, ini tidak mungkin
Aku menuju nisa untuk minta berpindah posisi namun nihil pria itu mencegahnya
"Semuanya cepat keposisi kalian langsung TKP" ucapnya
Semua orang langsung pergi tetkecuali aku yang masih berdiri terdiam.
Ingin rasanya aku mengundurkan diri namun aku teringat tanggung jawabku aku pasrah untuk mengikutinya dan membantunya.
"Selama kamu berada dikeramaian ini jangan kamu memandang kedepan, tetap tundukkan kepalamu" ucapnya
Aku bingung dengan apa yang dia katakan
"Cukup aku dan peserta tadi yang kamu lihat" ucapnya ulang
Aku masih terdiam
"Apa kamu mengerti" tanyanya
Aku mengangguk
"Baguslah, sekarang ikuti aku" pintanya
"Bagaimana aku mengikutimu,apa yang harus aku bantu" tanyaku
"Yang harus kamu lakukan adalah menemani kedua orang tuaku"
Tugas apa itu menemani kedua orang tua, itu bukan dari bagian acara perlombaan ini.
"Kenapa harus menemani kedua orang tuamu, sedangkan aku memiliki tanggung jawab lain"
"Tanggung jawabmu aku ambil alih, aku ini ibarat atasanmu jadi aku berhak memutuskan, lakukan saja perintahku dan ikuti aku" pintanya ulang
"Kemana" tanyaku
"Ke orang tuaku"
Aku mengikutinya dari belakang, saling diam tidak ada pembicaraan itu yang terjadi.
"Ahkam" panggil seorang tiba-tiba
Aku tidak tau itu untuk siapa sehingga aku terus saja berjalan tanpa mengetahui pria itu berhenti.
"Marwa.." panggilnya tiba-tiba yang aku dengar dari arah belakang, aku merasa bingung kenapa dari belakang sehingga aku mendongakkan pandangan ternyata dia tidak ada didepan, dan aku balikkan ke belakang aku melihat dia bersama seorang pria.
Dalam batinku apakah orang yang memanggil nama ahkam itu pria disampingnya, lalu berarti dia adalah ahkam seorang senior kemarin."Sudah aku bilang tundukan pandanganmu" ucapnya keras seraya memperingatiku
Aku langsung begitu saja menundukkan kepala, ternyata ucapannya itu sangat mengerikan jika bernada tinggi.
"Aku ada perlu kamu datanglah keorang tuaku sendirian, mereka ada di TU" ucapnya
Aku langsung mengucapkan salam begitu saja kepadanya kemudian pergi menuju tempat itu tidak menyanggah ucapannya.
Aku berjalan sendiri rasanya sangat bosan, harusnya aku merasakan keramaian namun itu semua tidak terjadi. Takdir selalu berusaha agar aku tidak masuk dalam ramainya dunia.
Sampai di TU aku melihat-lihat yang mana orang tuanya, sungguh sangat malu karena disini banyak ikhwan yang sedang bersama orang tua mereka.
Meski tdak dalam keadaan sengaja aku melihat wajah-wajah ikhwan itu, rasanya sangat malu dan mengagumi ternyata pesona dunia ciptaan allah sangat beragam."Nak.... " panggil seorang ibu-ibu
"Assalamualaikum bu" salamku
"Oh iya maaf nak waalaikumsalam"
"Ada apa bu" tanyaku
"Kamu mencari ibu" jawabnya tiba-tiba
Aku merasa heran karena aku mencari orang tua pria itu bukan ibu ini.
"Aku mencari orangtua priaaaa... " jawabku terputus karena tidak tau siapa pria itu
"Ahkam bukan dari bandung" celetuk ibu itu
Aku terdiam karena aku sendiri tidak tau
"Kamu bingung ya" ucapnya
Aku mengangguk
"Ini kan orangnya" ucap ibu itu selaras menunjukkan foto pria yang aku maksud.
"Iya ibu ini orangnya" ucapku setelah melihat foto pria itu
"Iya itu anak ibu, ayo nak kedalem ada ayahnya ahkam" ajaknya
Aku mengikutinya dan aku benar-benar merasa bingung, bagaimana ibu itu tau aku mencarinya dan bagaimana bisa aku terjebak disini.
*****
Syukran Katsiran Telah Membaca.
Tanggapan dan pemberian suara adalah suatu motivasi untukku.📝 Akhwatalmuhajir

KAMU SEDANG MEMBACA
AL-FATIHAH Untukmu
Spiritual[proses] Islam, Iman, Ihsan adalah suatu perasaan,pemikiran,tindakan yang suci, tulus, yang selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam keadaan apapun.