MEMBERANIKAN DIRI

499 26 0
                                    

Senang mendapatkan suatu kepercayan untuk menjadi seorang panitia, namun ada rasa gelisah karena aku harus memandang wajah-wajah kaum adam yang mengikuti acara ini.

"Marwa.. Marwaaaa" panggil nisa

"Kenapa nis" jawabku

"Marwa tadi aku jumpa dengan seorang ikhwan yang masyaallah sangat mempesona" ucapnya

"Hmmm" jawabku

"Kok hmm si"

"Tidak apa-apa nis" jawabku

"Kenapa denganmu bukannya bahagia kamu malah sedih, apa kamu rindu ibumu, tenang aja mar kan udah tradisi kita kalau orang tuaku itu orang tuamu juga" ucapnya

"Bukan itu nis"

"Lalu apa"

"Entah aku berani tidak untuk melihat  kedepan tidak lagi menunduk"

"Ahhhhh, kirain apaan" ucapnya selaras memukul tanganku

"Aduh ya ampun nisa sakit" sewotku

"Berani.. Aku yakin mar"

"Tapi nis aku takut"

"Takut apa, takut terpesona terus jatuh cinta" ejeknya

Aku mengangguk, karena memang benar aku takut akan hal itu.

"Hahhhh.. Marwaa yang bener aja" ucapnya keras

"Nisa kan aku sudah memperingatimu kalau bicara denganku jangan keras-keras"

"Ah iya maaf marwa"

"Ayolah marwa sekali ini itu, ini kesempatan kamu buat nunjukin kesemua orang bahwa kamu itu pantas jadi panitia"

"Iya tapi bertolak belakang nisa"

"Bisa kok.. Pasti kamu bisa"

"Hmmm... "

"Semangat" ucap nisa selaras dirinya pergi dariku begitu saja

Sahabat yang kompleks itulah nisa, sifatnya berubah-ubah tidak jelas dan paten, tapi meski begitu dialah sahabat berhargaku.

Aku berpikir sejenak apa aku harus ke TKP atau tidak. Maju Mundur itu yang dilakukan kakiku seakan bimbang semua membuat berada dalam posisi tengah.
Berpikir dan berpikir aku menemukan kunci keberanian yaitu tanggung jawab.
Ya karena ini semua adalah kewajibanku untuk mengurus acara itu maka aku harus bertanggung jawab, Aku langkahkan kaki dengan membaca "Bismillahirrahmannirrahiim" tekadku bulat aku beranikan diri untuk memulainya sejak aku telah mengucap basmallah. Meski begitu aku berjalan tetap menundukkan kepala akan aku pandang semua orang jika acara telah dimulai tidak ingin aku sia-siakan pandangan mataku.

*****

Syukran Katsiran Telah Membaca.
Tanggapan dan pemberian suara adalah suatu motivasi untukku.

📝 Akhwatalmuhajir

AL-FATIHAH UntukmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang