Setelah ngajakin Jihyo pulang, Winwin langsung bangkit dan pamit ke semuanya, terutama ke Hanbin dan Tzuyu yang terlihat kebingungan karena Jihyo juga ikut pamit.
Teman-teman Jihyo pun satu persatu ikut pamit pulang karena sadar kalau suasananya udah mulai gak enak.
Cheng Xiao sudah paham dan memaklumi kalau teman-temannya ingin pamit pulang.
"Kita titip Aleyna ke Tante saya dulu ya," ucap Winwin yang langsung mengarahkan Jihyo masuk ke salah satu kamar tamu dilantai satu rumah Tzuyu.
Jihyo cuma ngangguk dan ngikutin Winwin. Gadis itu menunggu didepan pintu kamar saja dan tidak ikut masuk kedalam. Dari luar, terdengar suara Winwin berbicara dengan seorang wanita paruh baya yang pria itu panggil dengan "Tante Sansan" dengan bahasa yang benar-benar Jihyo tidak paham artinya apa.
Tetapi yang jelas, sama seperti bahasa yang sering dia dengar saat ibunya memutar lagu dan drama mandarin.
Cing cang cing cong gitu deh.
📚📚📚
Sebuah lagu yang sedang diputar di radio terdengar mengalun samar-samar didalam mobil Winwin. Pria itu fokus menyetir sambil sesekali melirik Jihyo disampingnya.
Jihyo sendiri sedang diam memandang keluar jendela dengan tatapan kosong.
Winwin yang khawatir takut Jihyo kesurupan langsung mencoba ngajak bicara, "Jangan ngelamun, pamali."
Gadis itu tidak menjawab, hanya menoleh sebentar ke Winwin kemudian tidak peduli dan kembali memandangi keluar jendela.
Winwin bingung harus berbuat seperti apa saat ini. Karena Jihyo hanya diam dan tidak berencana mengobrol.
Di lampu merah, suara isakan pelan terdengar memenuhi seisi mobil, berbarengan dengan lagu galau yang sedang diputar di radio. Seolah-olah Jihyo seperti sedang syuting video klip lagu patah hati.
Winwin tidak protes saat tahu diam-diam Jihyo menangis. Pria itu hanya menarik tissue dari kotak yang memang Winwin siapkan didalam mobil untuk diberikan kepada Jihyo.
Jihyo menerima tissue dari Winwin dan mengelap air mata dan ingusnya dengan kasar dan asal sambil masih tetap menangis. Bikin Winwin jadi sedikit berjingkit ngeri.
Entah kenapa, gadis itu merasa benar-benar tidak kuat dan akhirnya menumpahkan tangisannya disini. Disamping Winwin.
Dan selama perjalanan menuju rumah Jihyo, Winwin tetap diam, membiarkan gadis itu menangis sampai tenang sendiri.
Wanita dan emosinya.....
📚📚📚
Mobil Winwin sampai didepan gerbang rumah Jihyo. Jihyo bersiap-siap turun, tetapi sebelumnya ia mengecek isi tas dan merapikan penampilannya sebentar.
Gadis itu yakin kalau masuk kedalam rumah dengan keadaan berantakan dan habis menangis, orang tua dan abangnya pasti akan heboh bertanya ini dan itu. Dan Jihyo benar-benar malas menjawab untuk saat ini.
"Makasih..hiks..udah dianter..hiks...sampai rumah," ucap Jihyo dengan suara sumbang habis menangis. Bahkan gadis itu sesekali menahan ingusnya agar tidak keluar saat bicara.
Winwin menipiskan bibirnya kemudian mengangguk, "Sama-sama,"
"Hati-hati dijalan," kata Jihyo mengingatkan.
"Iya, saya udah tau."
Kemudian Jihyo mengangguk dan beranjak turun. Tetapi saat akan menutup pintu mobil Winwin, pria itu berkata lagi jadi Jihyo mengurungkan niatnya menutup pintu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher's Love
FanfictionJihyo, seorang guru TK yang berharap memiliki suami seorang CEO
