Winwin memberhentikan mobilnya didepan UGD kemudian bergegas mengeluarkan Aleyna dari dalam mobil dan menyerahkannya kepada perawat yang memang sudah cepat tanggap menangani para pasien.
"Kamu buruan masuk liat Aleyna. Saya mau parkir mobil dulu, nanti saya nyusul" kata Winwin setengah terengah karena panik dengan Aleyna.
Jihyo tidak menjawab dan hanya mengangguk paham. Gadis itu berlari kedalam untuk melihat Aleyna dan mengurus masalah administrasi.
📚📚📚
Jihyo berjalan mondar-mandir didepan ruang UGD dimana didalamnya ada Aleyna yang sedang ditangani oleh dokter.
Itu si om parkir mobil di Arab apa gimana sih lama banget, batin Jihyo.
Dari ujung lorong, Winwin berlari menuju Jihyo.
"Gimana Aleyna?" Tanya pria itu dengan nafas tersengal-sengal.
"Lagi ditanganin dokter didalem. Oh iya, tadi saya udah urus masalah administrasinya" ucap Jihyo sambil meremas-remas kedua tangannya sendiri takut Aleyna kenapa-kenapa.
Kemudian pintu ruang penanganan itu terbuka. Muncul seorang dokter perempuan berkacamata yang lengkap dengan jas putih dan maskernya.
"Wali-nya Aleyna?"
"Iya, dok. Gimana keadaan Aleyna?" tanya Winwin.
Dokter perempuan itu tersenyum menenangkan. "Bapak sama Ibu tenang aja. Aleyna tadi mengalami gangguan pencernaan, tapi sekarang sudah baik-baik saja kok."
Winwin dan Jihyo sama-sama menghela nafas lega karena Aleyna baik-baik saja.
"Lain kali, anaknya disuruh makan dulu ya pak sebelum minum es. Soalnya perut Aleyna juga sensitif" kata Dokter itu pada Winwin, kemudian beralih menghadap Jihyo. "Bunda juga harus rajin membiasakan sarapan dan makan tepat waktu supaya Aleyna-nya terbiasa. Harus diperhatikan gizi makanannya juga ya"
Sebelum Jihyo meluruskan kesalah pahaman, dokter itu tersenyum manis kemudian beranjak pamit. "Kalau begitu saya permisi, pak, bu."
Kemudian, setelah dokter itu pergi,keadaan disekitar mereka berubah............ menjadi benar-benar canggung.
Bahkan Jihyo seperti bisa mendengar suara perutnya yang kelaparan.
📚📚📚
Ibunya Jihyo yang sedang menyuapi makan siang Seulgi di kamar rawat langsung mengomel kepada Seungcheol.
"Adikmu kok belum dateng-dateng sih bang? Udah kamu telpon lagi belum sih?"
"Udah bu. Tadi juga aku WA cuma ceklis dua doang, belum di baca"
"Mungkin di jalan macet bu. Ibu yang sabar" ucap ayah Jihyo mencoba menenangkan.
📚📚📚
Sementara itu, Jihyo dan Winwin terduduk lemas menunggu Aleyna didepan ruang penanganan gawat darurat.
Kadang-kadang pria itu mengusap wajahnya kasar. Jihyo yang memperhatikan dalam diam hanya meremas-remas tangannya.
Getaran dari dalam tas Jihyo membuat fokus mereka berdua teralihkan. Jihyo baru ingat kalau hari ini dia harus menjenguk Seulgi.
Tertera tulisan 'Abang Sekop Calling' di ponsel Jihyo.
"Halo?" ucap Jihyo setelah sambungan telepon terhubung.
"WOI DEK, LU DIMANA SIH? LU GAK TAU YA DARI TADI GUA DIOMELIN IBU KARENA LU GAK NYAMPE-NYAMPE. LU JALAN KERUMAH SAKIT APA KE KOREA SIH LU? LU DIMANA SEKARANG? LU GAK KENAPA-KENAPA KAN?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher's Love
FanfictionJihyo, seorang guru TK yang berharap memiliki suami seorang CEO
