18. Tempat bersejarah?

183 29 17
                                    

Selamat membaca

Jangan lupa jejaknya 😘

...

Setibanya di rumah, Naeun pun melihat setiap sudut rumah tersebut. Sesekali, bayang-bayang ingatannya muncul ketika melihat beberapa bagian yang ada di rumah itu. "Eonnie," panggilnya.

"Hhm?"

"Apa aku memang tinggal di sini sebelumnya?" tanya Naeun penasaran.

Chorong mengangguk. "Ne. Kita tinggal bersama di sini," jawabnya.

"Lalu, dimana kamarku?" tanya Naeun lagi.

Chorong menunjuk ke lantai dua, kemudian berkata, "Ada di lantai 2, tepat di depan tangga."

Gadis bermarga Son itupun mengangguk seraya melangkahkan kakinya menuju kamar. Sesampainya di kamar, Naeun mengambil ponsel dari saku celananya, kemudian menekan angka satu untuk menghubungi Myungsoo.

"Annyeong," sapa Naeun ketika Myungsoo menerima panggilannya.

"Annyeong, Naeun~ah. Apa kau sudah tiba di rumah?" tanya Myungsoo dari seberang sana.

"Sudah tapi, aku sedih..." ujar Naeun lirih.

"Sedih kenapa?"

"Karena kau tidak menemuiku," jawab Naeun kesal.

Terdengar kekehan Myungsoo dari ujung telepon. "Apa kau merindukanku?"

"Ne. Aku sangat merindukanmu oppa," jawab Naeun jujur.

"Aku juga merindukanmu, Chagi,"

Naeun melompat-lompat kesenangan karena ucapan Myungsoo. "Chagi? Gwaenchanha?" tanya Myungsoo lagi.

"Ah, gwaen-chanha oppa," jawab Naeun seraya menghentikan aksinya. "Ehm... apa kau sibuk oppa?" tanyanya ragu.

"Ani. Wae?"

"Bisa kita bertemu?"

"Ne, bisa. Dimana?"

"Terserah oppa," ujar Naeun dengan senyuman bahagianya.

"Baiklah. Aku akan menjemputmu dan mengajakmu ke suatu tempat," ujar Myungsoo.

"Ne. Sampai nanti oppa."

Gadis itupun segera melemparkan ponselnya ke atas kasur, kemudian beralih menuju lemarinya. Ia memilih beberapa baju yang akan dipakainya untuk berkencan dengan Myungsoo.

Sementara di kampus, Myungsoo tampak tersenyum sendiri setelah menerima panggilan Naeun. Hal itu tentunya membuat Woohyun serta Seungyeol merasa penasaran. "Hey, kau sakit jiwa, eoh?" celetuk Seungyeol.

Myungsoo menoleh seraya mendengus. "Ya! Aku tidak gila!" serunya kesal.

Kata Woohyun, "Kalau tidak gila, kenapa kau tersenyum sendiri, eoh?"

"Diamlah. Kalian merusak mood-ku," gerutu Myungsoo.

Sontak hal itu membuat Woohyun dan Seungyeol tertawa lepas. Wajah Myungsoo terlihat lucu ketika sedang kesal, menurut mereka. "Ya!" geram Myungsoo.

"Ya, baiklah," ujar Woohyun menghentikan tawanya, "Memangnya, siapa yang menelponmu tadi?"

Myungsoo tersenyum -memperlihatkan lesung pipinya yang begitu sedap dipandang mata. "Hey, kondisikan lesung pipimu itu," celetuk Seungyeol.

Myungsoo memberikan tatapan smirk -membuat Seungyeol tertunduk. "Yang menelpon tadi Naeun," jawab Myungsoo.

"Apa dia sudah di rumah?" tanya Seungyeol.

Ice Cream Love (Complete) ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang