Jam kuliah pagi membuat keadaan kelas masih sepi. Bahkan Diva hampir saja terlambat.
Dosen senior yang mengajarnya dengan berapi-api membuat semua Mahasiswa kembali bersemangat.
Diva melirik sampingnya, lagi-lagi Adiba dengan Viola belum datang.
Sampai jam kuliah selesai Viola tak kunjung datang, namun Adiba datang sebelum kuliah selesai.
"Div perpus yuk, makalah gue buat Jelajah Alam belum jadi." ajak Adiba
"Punya gue udah kemarin dikumpulin."
"Kok cepet banget sih."
"Sepulang dari Jelajah Alam gue sama Davi ngerjain, bukannya lo waktu itu nganterin Della ya."
Adiba manggut-manggut tanda mengerti.
Mereka berada di perpustakaan kampus selama sejam, setelah seleaai mereka mengantarkan makalah ke forum Bina Alam.
"Permisi kak." seru Adiba namun sopan.
"Masuk." seru pria di dalam.
Ternyata itu suara Iko sang ketua, terlihat ia masih fokus menatap laptopnya.
"Kak ini makalah saya." kata Adiba menyodorkan print out.
Iko mendongak lalu menatap Adiba dan Diva silih berganti.
"Nanti akan saya cek."
"Baik kak terima kasih, kami permisi dulu." kata Adiba karena Diva hanya diam tak berniat membuka suara.
Iko menatap Diva begitu intens walaupun tanpa Diva sadari.
🌴🌴🌴
"Gue mau lihat kelompok anggota kesana yuk." ajak Adiba
Suara samar-samar itu masih terdengar oleh Iko.
Bahkan Iko sendiri belim mengetahui dia membina kelompok berapa dan ternyata Dewi Fortuna berpihak padanya.
"Div gue sekelompok sama lo, ada Neira, Sisil, Bunga dan Tio dan Beny eh tunggu ada Kak Iko juga, loh ini Davi satu kelompok sama Viola."
"Hah iya ?" tanya Diva memastikan.
Adiba mengangguk lalu mengajak Diva ke Cafe Tarian di kantin kampus.
Mereka memesan makanan lalu memilih bangku untuk duduk.
Tiba-tiba mata Iko datang betgabung dengan mereka.
"Hai boleh gue duduk." tanya Iko namun matanya masih fokus pada Diva.
"Duduk aja kak." kata Diva yang diberi anggukan Adiba.
Tiba-tiba juice itu tumpah tersenggol tangan Adiba sendiri.
"Dasar ceroboh!" maki Diva
Adiba hanya memyengir lalu berpamitan ke toilet.
"Lo namanya Diva ya?"
"Iya kak, kenapa?" ucapnya terkesan membentak
"Ah enggak tanya aja, boleh minta pin lo atau nomer WA lo?"
"Boleh." kata Diva lalu menyobek notenya dan memberi pin Bbm pada Iko
"Acc ya."
Diva mengangguk lalu tersenyum manis pada Iko yang membuat jantung Iko berdetak lebih cepat.
"Eh Div, lo di cari Davi di taman." kata Adiba lalu duduk di tempatnya tadi.
"Nanti lo pulang duluan aja Dib."
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVA (COMPLETED)
Ficción General#500 General Fiction [11 &12 -2-2018] #461 General Fiction [14-2-2018] #246 General Fiction [19-2-2018] #432 Senja [28-5-2018] #319 General Fiction [7-6-2018] #283 General Fiction [11-6-2018] #6 Starla [17-6-2018] #49 General Fiction [13-7-2018] . ...
