~Happy Reading~
Diva berlari dengan nafas terengah-enggah menuju perpustakaan kampus di lantai 3 dan nasib buruk menimpanya satu-satunya lift itu rusak dan ia harus menaiki tangga darurat, kebayangkan capeknya kaya apa.
Setelah sampai Diva bergegas menuju buku referensi yang dicarinya, buku-buku yang dibawanya sangatlah banyak hingga menutupi penglihatannya.
Bruukkk. . .
Buku-buku Diva terpental bersamaan dengan tubuhnya dan kini berserakan.
Diva menatap pria di depannya itu yang tengah terkekeh, Davi pria itu malah menertawakan kejadian mereka.
Diva mendengus kesal lalu memunguti bukunya namun tangannya di cekal Davi, ia mengambil buku-buku itu menaruh di meja di dekatnya.
"Hobby banget tabrakan sama aku." kata Davi menggoda.
"Kamu tu yang jalan gak hati-hati." ketus Diva.
"Iya iya aku yang salah, minta maaf deh yang, maaf in ya." kata Davi seraya menoel pipi Diva.
"Tergantung."
"Kok tergantung sih, aku kan gak pernah gantungin kamu sayang."
"Gak pernah gantungin gimana, terus waktu sma kamu sering ajak jalan aku tapi nembaknya lama itu gak gantungin gitu?" kata Diva meletub-letub.
Davi meletakkan jari telunjuknya di bibir Diva,"Cerewet banget sih ini mulut jadi pengen cium"
"Davi!" pekik Diva
"Heh lo berdua kalau pacaran di taman sana jangan diperpus gangguin orang belajar lo pada." ketus mahasiswi berkaca mata tebal itu.
Tanpa mereka sadari orang-orang yang di dalam perpus tengah menatapnya hororr.
Davi membawa tumpukan buku Diva dan menarik tangan Diva, "Oke, Sory."
Sepanjang perjalanan Davi terus menggandeng tangan Diva hingga ke mobil.
"Mau kemana?" tanya Diva.
"Pulanglah sayang."
"Nanti aja, aku mau ke cafe dulu di rumah sepi mama lagi pergi." kata Diva terlihat muka yang ditekuk.
"Siapa yang mau nganterin pulang, kita kerumahku ya Mama kangen kamu." Kata Davi membukakan pintu untuk Diva.
"Mama atau kamu." tanya Diva.
"Sekarang pinter ya goda aku." kata Davi seraya mengacak rambut Diva sayang.
🌴🌴🌴
Hari ini jadwal pertemuan rutin di forum bina alam, tak seperti biasanya Diva datang sendiri kini Davi ada di sampingnya namun suara keributan di ruang pembina membuat penasaran anggota yang hendak masuk forum.
"Jangan buru-buru kamu tau ini harus minta persetujuan pada semua pihak, mau kejadian tahun lalu terjadi hanya karena kecerobohanmu." kata Pembina dengan suara lantang yang mampu terdengar sampai luar gedung.
"Tapi saya sudah rombak semua agendanya, tapi lokasi paling baik hanya disini." Terdengar suara Iko yang tak kalah nyaring.
Ternyata sang ketua tengah berdebat dengan sang pembina entah membahas apa itu.
"Diva, izin sehari aja deh banyak tugas dikejar deadline ini." bisik Davi
"Minggu depan kita dihukum, emang mau apa?"
"Selama ada kamu gak papa sih." kekeh Davi.
Brakkk. . .
"Jangan berisik bisa kan."Tutur Viola lalu menatap tajam kearah Diva.
"Lo apa-apaan sih Vi, yang lain juga pada berisik." ketus Davi.
"Ya gak gitu sih Vid, lo suruh diem pacar lo dong." kata Viola sok lembut.
"Lo denger ya yang ngajak bicara gue bukan pacar gue!" emosi Davi lalu menggenggam Diva keluar dari Forum.
'Sekarang lo bisa bentak gue lihat kedepannya Dav, lo tunduk sama gue.' Batin Viola.
🌴🌴🌴
"Sorry gue telat." tutur pria berbadang gembul itu.
"Kali ini lo gak bisa ditolerin, telat 1 jam lebih rumah lo pindah depok." ketus Davi
"Aelah sensi amat lo, btw mana pacar lo masa iya hunting cuma lo sendiri." kata Ciko
"Barusan ke toilet, nah itu dia."
"Cewek lo cakep bener Vid."
"Gue juga gateng gini." pede Davi.
"Yang ini Ciko yang mau motret kita." kata Davi
"Hay Ciko, gue Diva."
Sekarang mereka di studio foto yang penuh lampion warna-warni, Diva terpukau dengan studio ini yang begitu indah.
"Udah gak usah bengong, cepetan sini deh yang." perintah Davi.
Setelah beberapa jam berfoto ria dengan latar belakang berbagai objek di studio ini mereka bergegas ke studio di lantai 3 untuk nonton bioskop.
Ternyata disana ada Viola,Iko dan beberapa pria yang tengah bercengkrama di depan bioskop.
"Mari Kak." sapa Davi diiringi senyuman manis dari Diva.
Iko pun langsung menoleh pada sumber suara.
"Oh iya, silahkan." jawab Iko lalu melirik ke arah Diva.
"Cocok banget tu ceweknya manis cowoknya cool abis." tutur Dewo-Kakak Viola
"Lo gimana sih, dia tu gebetan gue, yanh tempo hari gue cerita ke lo kak."tutur Viola
"Dan yang ceweknya gebetan gue." ucap Iko terlihat santai
"Wah parah lo berdua, cari yang lain dong, masa iya lo berdua jadi PHO."ucap pria berkacamata dengan nama Ryan itu.
"Yang lain deh Vi, jangan nganggu mereka." tutur Dewo
"Pokoknya gue mau dia gimana pun caranya lo semua harus bantuin gue termasuk lo Kak Wo." titah Viola
"Gimana kalau kita bikin misi." bisik Iko.
Oke sampai sini dulu ya, author lagi sibuk banget ini.
~See You~
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVA (COMPLETED)
General Fiction#500 General Fiction [11 &12 -2-2018] #461 General Fiction [14-2-2018] #246 General Fiction [19-2-2018] #432 Senja [28-5-2018] #319 General Fiction [7-6-2018] #283 General Fiction [11-6-2018] #6 Starla [17-6-2018] #49 General Fiction [13-7-2018] . ...
