Diva beranjak dari duduknya saat melihat sahabat lamanya itu, ia bahkan bisa dianggap melupakan Diva, hampir 3 bulan lebih lamanya ia tak memberi kabar kepada Diva, siapa lagi kalau bukan Kesya.
"Kesyaaaa!."
"Diva" pekik wanita bertubuh ideal itu
"Lo kemana aja sih, hilang gitu aja."
"Gue ada kok, gue mau ngundang lo."
"Lo mau nikah?"
"Gue mau tunangan sama bisma Div."
Sejujurnya Diva senang mendengar kabar itu namun ia begitu iri dengan sahabatnya yang kisah asmaranya lebih beruntung ketimbang dirinya.
Setelah asik bercengkrama dan menceritakan kisah hidupnya masing-masing, Diva memutuskan kembali ke kampus untuk menemui Davi.
🌴🌴🌴
"Diva"
sang empunya mencari sumber suara.
"Eh iya kak, ada apa ya?"
"Gue ada perlu sama lo bisa kita ke forum sebentar?"
"Eh saya mau ke-."
"Gue harap lo mau menangani masalah di forum sebentar, gue butuh saran lo."
Diva beriringan berjalan dengan Iko sepanjang perjalanan Iko terus mengajak bicara Diva namun cewek itu hanya menanggapi sekenannya saja.
"Selamat Sia-."
Ucapan Iko terputus , ia segera menoleh ke cewek itu tatapan terkejut tidak suka dan cemburu tercampur jadi satu.
"Ini apa-apaan." ketus Diva
"Dav Davi." Diva membangunkan Davi yang tertiduk bersandar kursi dan disebelahnya ada Viola yang tidur di bahu cowok itu
"hmm."
cowok itu merenggangkan tangannya yang pegal dan merasa pundaknya berat.
"Kamu ngapain sih disini?" suara lembut dengan nada lirik itu membuat Davi bingung.
lalu menoleh perempuan disampingnya, sejak kapan cewek ini tidur dibahunya.
"Yang aku nggak ngapa-ngapain sumpah, aku juga baru tau kok ada dia sih."
"Bener-bener gila" lirih Diva
Iko hanya tersenyum melihat peristiwa ini, lalu Davi mengejar Diva hingga membuat viola tersadar dari tidurnya.
"Rencana lo lebih bagus."
Viola tercengang mendengarnya, lalu beberapa detik kemudian ia menyadari bahwa tujuannya membuat hubungan keduanya merenggang sedikit berhasil.
🌴🌴🌴
"Yang dengerin aku dulu dong, sumpah aku nggak ngapa-ngapain aku tadi cuma nyusun jadwal lalu tidur sebentar."
Diva hanya diam membisu lalu mengambil jaket di Ninja Davi.
"Aku percaya sama kamu."
kata-kata itu yang lolos keluar dari mulut Diva, namun ia masih merasa kecewa dan cemburu.
"aku antar pulang." ujar Davi
"Aku mau sendiri."
Davi menghembuskan nafas kasar ia faham betul watak gadisnya itu, kini ia pasti sedih sekali, wanita itu tak banyak menuntut tapi setelah kecewa atau cemburu membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengembalikan keadaan semula.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVA (COMPLETED)
Narrativa generale#500 General Fiction [11 &12 -2-2018] #461 General Fiction [14-2-2018] #246 General Fiction [19-2-2018] #432 Senja [28-5-2018] #319 General Fiction [7-6-2018] #283 General Fiction [11-6-2018] #6 Starla [17-6-2018] #49 General Fiction [13-7-2018] . ...
