~Happy Reading~
Klik ⭐ ya lebih nyaman di follow dulu akun ku nanti bakalan di privat ceritanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.32 AM namun cuaca masih saja ditimpa hujan, diruang rawat VIP inilah Davi berada.
Sudah dua hari yang lalu Diva terbangun dari komanya.
Diva berusaha mengambil air minum di meja, namun tiba-tiba gelasnya jatuh, Davi yang semula tertidur kini bangun dan tergesa-gesa menghampiri Diva.
"Kok kamu gak bangunin aku sih." kata Davi seraya membereskan pecahan gelas lalu membuangnya.
Diva hanya diam membisu, ia masih kesal dengan Davi, tapi tak bisa dipungkiri ia rindu dengannya.
Davi menghempuskan nafas kasar, ia mengaku salah dan terlena akan prinsipnya dari awal.
"Diva aku minta maaf sumpah aku nyesel lebih dengerin omongan Viola." kata Davi memohon sambil menggenggam tangan Diva.
"Bukan kamu yang salah aku yang bego masih dengan perasaan yang sama, sekiranya kamu udah nemu kebahagiaan sesungguhnya lepaskan aku, jangan ikat aku dengan hubungan ini." kata Diva dengan lirih tanpa sadar air matanya telah jatuh.
"Enggak Diva, kamu ngomong apa sih. Aku gak suka Viola aku hanya berteman biasa, aku akan jauhi dia demi kamu Diva demi kamu tolong percaya sama aku." kata Davi kekeh dan menghapus air matanya.
Davi membawa Diva dalam dekapannya, tangis Diva semakin kencang, ada sedikit keraguaan dalam diri Diva.
🌴🌴🌴
Hari pertama Diva kembali kuliah setelah insiden itu, kini ia melangkahkan kaki bersama Davi menuju ruang kelas.
Semua teman satu kelasnya telah menjenguknya di rumah sakit maupun di rumah tetapi hanya Viola lah yang enggan menjenguk Diva.
"Aku ke jelas dulu ya, nanti aku samperin kesini, jangan pulang sendiri." tutur Davi.
Diva hanya mengangguk dan tersenyum samar, wajahnya yang masih pucat dan tubuhnya yang masih lemas membuat Davi tak tega meninggalkannya.
"Kalau gak kuat jangan dipaksain nanti suruh anter Diba ke pukesmas ya." cemas Davi.
"Ih aku udah sembuh, sana masuk nanti telat lo bye yank." kata Diva sambil melambaikan tangan dan segera memasuki kelas.
Davi dibuat heran dengan tingkah Diva, kebetulan hari selasa ini mereka mempunyai jadwal kuliah yang sama jadi semakin mudah Davi untuk mengawasi Diva.
"Diva lo udah sembuh." tanya Diba antusias yang membuat heboh satu kelas.
Diva hanya mengangguk lemah, terlihat perban di jidatnya. Bahkan Viola menatap Diva malas lalu keluar dari kelas. Tak lama setelah itu dosen tiba lalu mereka kembali ke aktifitas semula.
"Diva sudah sembuh ya, hati-hati ya Bunda kan gak punya asisten kalau gini." kata Dosen berjilbab maroon itu.
Bu Serli, Dosen Matematika itu lebih senang di panggil Bunda oleh murid-muridnya dan Diva salah satu murid kesayangannya bahkan tak jarang Diva menggantikan posisi Bu Serli mengajar saat beliau sedang berhalangan mengajar.
"Iya bun, sudah sembuh kok."
🌴🌴🌴
Langit cerah di taburi awan putih hanyalah sementara di kota jakarta tak akan bertahan selama 1 jam.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVA (COMPLETED)
General Fiction#500 General Fiction [11 &12 -2-2018] #461 General Fiction [14-2-2018] #246 General Fiction [19-2-2018] #432 Senja [28-5-2018] #319 General Fiction [7-6-2018] #283 General Fiction [11-6-2018] #6 Starla [17-6-2018] #49 General Fiction [13-7-2018] . ...
