Khamsata 'asyara

948 24 0
                                        

~Happy Reading~

Hari yang terlalu cepat untuk merasakan bahagia dan hari yang terlalu lama untuk menunggu.

Di tengah kerumunan peserta Bina Alam lah Diva berada. Karena kencintaannya terhadap alam membuatnya mengikuti organisasi ini.

Walaupun Davi mengikuti organisasi ini mereka tidak selalu bersama hanya saja saat moment tertentu saja.

"Perkenalkan saya Feroniko Pratama ketua Bina Alam dan mahasiswa fakultas kedokteran, kalian bisa panggil saya Iko." kata pemuda berbadan atletis berambut pirang pudar itu.

"Hai Kak Iko." kata mahasiswi-mahasiswa serempak kecuali Diva yang enggan berbicara.

"Dan saya Raflisya Dewi jabatan saya wakil ketua dan mahasiswa HI kalian bisa panggil saya Lisya." ucap wanita berjilbab biru dongker.

"Hai Kak Lisya." ucap Mahasiswa-mahasiswa itu kompak terkecuali Davi yang terkesan cuek.

Perkenalan tetap berlanjut sampai akhirnya mereka mendirikan tenda dan blok Mahasiswa di sebelah timur dan blok mahasiswi di sebelah barat.

Semilir angin sore dan udara yang sejuk membuat semua orang enggan menyudahi kebahagiaan di tempat ini.

Di tengah hutan yang tak jauh dari pemukiman penduduk yang khusus untuk perlindungan flora tanpa adanya fauna buas ini membuat kekhasan tersendiri bagi mereka pencinta alam.

"Div gue pinjem sisir lo dong punya gue belum ketemu nih." kata Viola

"Ambil aja di samping tas." kata Diva mengarahkan kameran digitalnya mencari objek bagus.

Dan kebetulan tenda Diva berhadapan dengan tenda Davi.

Davi berada di pintu masuk tenda dan tersenyum ke arah Diva lalu Diva memotret Davi.

Viola merasa ada cowok yang tersenyum padanya, dan dia tak tau namanya, Viola membalas senyum pria itu padahal pria itu tak tersenyum padanya.

Mungkin gue jatuh cinta sama itu cowok batin Viola.

"Diva lo foto siapa sih?"

"Foto cowok gue." kata Diva sambil menggeser foto-foto di kameranya.

"Lo udah punya pacar ya?"

"Udah." kata Diva sekenannya.

"Div, La kita mandi yuk nanti rame lho." ajak Adiba

Diva menyimpan kamerannya di dalam tas lalu mengambil perlengkapan mandi dan menyusul Viola dan Adiba.

🌴🌴🌴

Diva membuka pintu kamar mandi, betapa terkejutnya melihat Davi di depan pintunya.

"Astofirullah." kata Diva mengelus dada.

Davi hanya nyengir kuda,"Ikut aku yuk." kata Davi menarik tangan Diva.

"Mau kemana sih, bentar aku naruh ini dulu." kata Diva mengangkat alat mandi.

"Nitip aja sama Diba." kata Davi.

Adiba adalah Kakak Davi walaupun seumuran tapi dia anak dari Om Deni yang tak lain kakak dari mamanya Davi.

"Dib gue nitip peralatan mandi ya gue ada urusan bentar."

DIVA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang