Dua bulan lagi mereka akan menghadapi UNBK , siswa-siswi jarang sekali bermain-main mereka cenderung serius untuk belajar.
Kesya menguap berkali-kali setelah belajar matematika bersama Diva.
Tak jarang Diva mengorbankan ajakan Davi ke kantin hanya untuk belajar bersama Kesya.
Davi pun tak mempersalahkan hal itu, bahkan Davi sering pulang malam karena belajar dengan Diva toh mereka juga satu jurusan.
"Div udah dulu gue bosen nih." kata Kesya Seraya mengetuk-ngetuk meja dengan bolpennya.
"Yaudah gue ke kelas Davi dulu deh." katanya sambil membereskan bukunya.
Letak kelasnya dan kelas Davi tak terlalu jauh hanya melewati 2 kelas.
"Assalamu-"
Diva tak melanjutkan salamnya, terlihat Davi sedang belajar dan di sampingnya ada seorang wanita.
Bahkan di kelas itu hanya ada 3 cowok dan 1 cewek dan sialnya cewek itu duduk di dekat Davi.
Diva segera memutar tubuhnya dan menabrak tubuh Gio.
Diva buru-buru berjalan menuju kelasnya.
Gio mengetahui bahwa Sisi berada di dekat Davi.
"Eh Dav lo bisa jaga hati gak sih?"
"Heh paan sih Gio."
"Sisi lo jangan ganjen deh, Davi tu udah punya pacar jangan coba deketin dia dong kan kasihan Diva."
"Ngapain sih Si lo masih disini." bentak Davi
"Kan gu-gue lihat tugas lo." ucap sisi gugup.
"Asal lo tau Dav ini Sisi dari tadi mandangin lo terus lo tau tadi Diva kesini."
"Hah iya kapan? Kok gue gak tau?"
"Mending lo susulin dulu."
Davi panik dia harus menemui Diva bisa- bisa ia salah paham.
"Sya, Diva dimana ?"
"Kok lo tanya gue sih, perasaan dia ke kelas lo."
"Tadi gue gak tau, waktu itu Sisi duduk disamping gue, tadi dia bilang kalau mau lihat tugas gue tapi gue biarin aja tapi kata Gio dia malah natap gue terus kan gue gak tau."
"Alah masalah kek gitu tenang aja Diva gak marah, mungkin cemburu dikit wajarlah."
Davi mencari ke perpustakaan ke rooftop tapi tak menemukan, akhirnya ia memutuskan mencari ditaman belakang.
Dan benar saja, Diva tengah duduk dengan membawa novel yang berjudul Hujan karya Tere Liye.
Diva menggeser tempat duduknya karena merasa ada yang duduk di sampingnya.
"Jangan salah paham." ucap Davi lembut.
Ia mengenal betul suara itu, suara dari seseorang yang membuatnya tersenyum dan selalu membuatnya bahagia.
Diva menjauhkan novel dari pandangannya. Ia tersenyum paksa.
"Enggak." hanya itu yang mampu Diva ucapkan lalu mengambil novel ingin di baca lagi.
Tangan Davi memegangi novel yang akan Diva baca,"Jangan bohong, kamu gak pandai berbohong, aku tau kamu cemburu, tapi aku gak ngapa-ngapain beneran, kamu bisa cek cctv kalau kamu gak percaya."
Diva menghempuskan nafas lembut,"Aku percaya kamu."
Ucapan lirih Diva itu semakin membuat Davi merasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIVA (COMPLETED)
Genel Kurgu#500 General Fiction [11 &12 -2-2018] #461 General Fiction [14-2-2018] #246 General Fiction [19-2-2018] #432 Senja [28-5-2018] #319 General Fiction [7-6-2018] #283 General Fiction [11-6-2018] #6 Starla [17-6-2018] #49 General Fiction [13-7-2018] . ...
