Ahada 'asyara

1K 37 0
                                        

~Happy Reading~

Di sebuah taman yang penuh daun-daun berserakan mereka menikmati senja.

Mereka sibuk dengan fikiran masing-masing yang jelas keberadaan Davi begitu membuat Diva nyaman.

Seutas senyum terbit di bibir mungil itu, tanpa diketahui Davi menatapnya dengan intens.

"Kenapa Senja begitu mengagumkan."

"Agar kamu ingat akan kebesaran Allah."

"Ahh kamu benar Dav."

"Jangan terlalu suka, senja datang sementara lalu pergi dan kembali dengan keindahan yang berbeda."

"Biarlah yang penting aku bisa menikmatinya."

"Ayo kita ketempat lain." kata Davi menarik tangan Diva.

Beberapa bulan ini Diva dan Davi semakin dekat, bahkan mereka terlihat seperti pacaran.

Hembusan angin malam menyeruak menerobos kulit langsat Diva.

Diva mengeratkan pegangan di pinggang Davi. Pelukan yang hangat dan nyaman.

"Sampai." kata Davi lalu melepas helmnya.

"Eh- nyampe."

"Kalau masih mau peluk juga boleh aku kasih waktu 1 jam."

"Heh apaan, gak-"

"Buruan turun aku laper."

Davi memilih tempat duduk paling pojok kanan alasannya ia bisa melihat hamparan bunga yang diberi lampu warna-warni.

"Coba deh kamu duduk di samping kanan aku."

"Paan sih Dav modus."

"Jadi maunya di modusin siapa? Diyo?"

"Aaa amit-amit kamu kalo ngomong suka asal deh."

Diyo adalah teman sekelas Davi yang memiliki kepribadian Kecewekan atau Banci.

"Indah banget Anggreknya ada lampunya gitu terus lampionnya berbentuk hati gitu." ucapnya dengan mata takjub.

Senyum bahagia terbit di wajah Davi, Diva ternyata menyukai apa yang menjadi favoritnya juga.

"Baguskan."

"Iya aku mau foto di sana." kata Diva menunjuk sekelompok bunga mawar dengan lampion hati berwarna merah.

"Nanti kita makan dulu aja."

🌴🌴🌴

Di cetaklah foto-fotonya bersama Davi beberapa hari ini yang mereka kunjungi bersama.

Tok tok tok

"Divaa!"

"Masuk bang."

"Ngapain lo?!"

"Bikin bubur." jawab Diva sekenanya

"Dasar bocah mana ada bikin bubur pake printer."

"Nah udah tau pake nanya!"

"Serah lo bawel." kata Rehan lalu mengambil selembar foto Diva dan Davi di Bicafe yang tak jauh dari kantor Rehan.

"Kenapa lo cetak foto banyak-banyak kalau gak ditempel bego."

"Abang noh yang bego kan gak harus di pajang abang, noh lihat album foto aku di meja banyak kan."

DIVA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang