Waahidun Wa 'iysruuna

1K 25 0
                                        

Diva mengambil kopernya yang telah lolos sensor di bandara.

Sedari tadi ia tak henti-hentinya tersenyum hingga semua mata terpana oleh senyum cantiknya itu.

Kini Diva menjelma menjadi gadis cantik rambut sebahu dan tabutan make up yang simpel terkesan natural dan dewasa membuat siapapun yang melihat akan terpana.

Kringggg...

"Hallo,lo dimana bang?"

"..."

"Kenapa baru bilang coba, emang ngeselin lo bang, tau gitu gue nggak ke Indonesia."

"..."

"Mbok Min di Jakarta atau Bandung nih?"

"..."

"Okelah bye bang, miss you."

Diva merasa kesal pasalnya Rehan-abangnya pergi berlibur ke Singapura dengan anak dan istrinya.

Mungkin karena bulan Desember dan libur tahun baru tak aneh jika banyak orang berbondong-bondong pergi berlibur.

Bukankah dirinya berlibur, namun juga menyelesaikan kisah cintanya.

🌴🌴🌴

Sudah seminggu dirinya berada di Jakarta, namun belum ada yang mengetahui keberadaan nya.

Dan hari ini hari Sabtu tanggal 16 Desember 2017 akan diselenggarakan acara pernikahan Kesya.

Dirinya akan menghadiri acara itu, ia telah mendapat informasi dari pengawalnya.

Mungkin dirinya akan bertemu Davi dan ini kesempatan nya menjelaskan semua dan ingin tau apa rasa cintanya masih sama seperti 5 tahun lalu.

"Non Mbok Min sudah menyiapkan sarapan." Kata Mbok Min mengetok pintu kamar Diva

"Iya Mbok Makasih." Kata Diva membuka pintu kamar dan bergegas menuju ruang makan.

Rasanya sangat sepi, makan sendiri tak ada canda tawa dari keluarganya, ia merindukan mamanya.

"Hallo mama." Kata Diva disela memakan nasi goreng.

"Hallo sayangnya mama, gimana di Jakarta? Kamu baik-baik kan, tadi abang sudah tiba di sini."

"Nggak baik ma, nggak enak tau makan sendiri keluar masuk sendiri, masih untung ada Mbok Min, kalau enggak gimana coba, udah tau anaknya jauh-jauh dari Jerman bukannya mama sama papa pulang tapi malah Bang Rehan juga nyusul kesana."

Terdengan tawa disebrang sana,"Kamu itu ya udah gede bawelnya nggak ilang deh, coba kamu perbaiki hubungan dengan teman-temanmu pasti udah nggak kesepian lagi."

"Mama nggak bosen ya bahas itu mulu, udah ah Diva mau ke rumah sakit dulu masih banyak pasien."

Dengan kesal ia langsung memutuskan sambungan telfonya itu.

Ia menuju Rumah Sakit Bangsa 1 yang terkenal dengan pelayanan terbagus dan termahal di Jakarta.

"Selamat Siang Dokter Eny."

"Selamat Siang Cantik, kamu tau nggak pasien yang kamu tangani itu cepat sekali pulihnya, benar-benar hebat." Puji Eny seorang Dokter Umum seperti Diva.

"Ah Dokter Eny berlebihan bukannya ini juga berkat pengawasan Dokter kan."

"Haha benar-benar rendah hati dirimu ini Dokter Diva."

"Jangan selalu memujiku Dokter Eny bagimana pun ini berkat Allah yang memberi semua ini pada kita, oh jya saya ada acara nanti saya kembali saat shift malam."

DIVA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang