-Tujuh-

82 11 0
                                    

Kau tau, berada di samping mu terkadang membuatku takut tak bisa membahagiakanmu.

Alisya

🐇🐇🐇

1 minggu setelah kejadian itu, hubungan keduanya tak pernah mengalami kendala apapun. Abbri yang selalu ada di samping Alisya setiap wanita tersebut memiliki masalah dan selalu mendukung setiap apa yang akan dilakukan Alisya.

Abbri POV

Gue bersyukur, gue bahagia bisa dapetin Alisya. Gue memang nggak pake berjuang buat dapetin dia di awal, tapi gue bener bener sayang sama dia. Gue bahkan rela nglakuin apa aja demi dia. Dia memang bukan cinta pertama, tapi mungkin dia yang terakhir Bismillah..

POV end

"Ris..  Gimana acara pdkt lo sama si Geffi?" tanya Abbri, ia penasaran dengan kisah cinta sahabatnya ini, apakah ia sudah mengutarakan perasaannya atau belum.

"Belum bri, gue belum yakin bisa bahagiain dia."

"Lo jangan pesimis ris, gue yakin kok lo bisa bahagiain dia." ujar Abbri menepuk pundak Faris agar sahabatnya tidak mudah putus asa.

"Gue usahain." senyum Faris sambil menatap Abbri, ini yang di sukai Faris dari sifat Abbri. Ia selalu memotivasi teman nya agar tidak mudah putus asa, dan meyakinkan teman nya agar selalu berusaha. "Eh bri, gue kemarin liat Alisya pulang bareng cowok kelas sebelah."

"Ha?! mungkin temen nya kali ris, dia nggak bakal lah kecewain gue."

"Gue nggak tau ya bri soal itu, tapi ya terserah lo deh. Kan dia cewek lo."

"Yaiyalah ceweknya Abbri, masak ceweknya kudanil." timpal Angga saat ia baru saja sampai di kantin.

"Yaelah.. Lo mah ngagetin mulu, dari mana aja lo baru nyampe?" Tanya Faris

"Biasalah, ngapel dulu ke ayang beb Okta." cengir Angga.

Mereka bertiga bersenda gurau menghabiskan jam istirahat di kantin.

***

Alisya berlari dan terus berlari melewati koridor kelas ips, ia menabrak siswa siswi yang sedang berjalan di koridor, ia menundukkan kepalanya dan meminta maaf. Ia sedang terburu buru menuju kelas ips4, dimana sahabat lelakinya sedang membutuhkannya.

Saat ia sampai di depan pintu kelas X ips4 ia langsung masuk kedalam dan menghampiri Ardo yang babak belur akibat berkelahi.  semua murid dikelas X ips4 menatap Alisya dengan pandangan bingung.  Alisya bodo amat dengan tatapan siswa siswi ips4. Ia hanya ingin segera membawa Ardo ke uks dan mengobati luka lukanya.

"Lo ngapain sih berantem?" tanya Alisya dengan sebal sambil mengobati luka di pelipis Ardo yang terkena ujung meja.

"Tadi si Rere dkk lagi ngrumpiin lo, dan ngatain lo yang bikin telinga gue sakit dengernya. Gue yah nggak trima langsung ngelabrak mereka, tapi Dion yang nggak trima kalo Rere gue marahin, jadi dia mukul gue." jelas Ardi panjang kali lebar kali tinggi. (itu rumus mencari balok kali thor😒)

"Udah lah, mereka cuma syirik sama gue, jangan berkelahi lagi do."

"Iye iye tuan putri.." Ardo gemas melihat raut wajah Alisya yang dalam mode ngambek. Ia mencubit kedua pipi Alisya.  Alisya hanya tersenyum menanggapi Ardo, ia tahu sahabatnya ini sangat melindunginya.

Dari luar pintu uks, Faris yang tidak sengaja ingin mengambil minyak kayu putih di uks hanya diam, ia tak tahu harus berbuat apa. Di dalam uks, pacar dari sahabatnya sedang bermesraan dengan cowok lain.  Faris berbalik dan langsung meninggalkan uks dan kembali menuju ke kelasnya.

Alisya melambaikan tangan nya ke arah Abbri, memastikan cowoknya melihat ke arahnya. Abbri menghampiri Alisya dan menggenggam tangan Alisya menuju ke tempat parkir.  

"Gue sayang sama lo sya" Abbri mencium punggung tangan Alisya, Alisya hanya diam.. Dia kembali bingung, apakah ia bisa membahagiakan Abbri. Melihat cowoknya yang begitu tulus menyayangi nya.  Abbri yang melihat perubahan raut wajah Alisya hanya bisa menatap Alisya bingung, berbagai pertanyaan ingin ia lontarkan.. Tapi ia urungkan karena tidak ingin mengganggu privasi Alisya.

***

Abbri berada di balkon kamarnya sambil melihat langit yang berhamburan bintang berkelap kelip. Ia kembali memikirkan perkataan Alisya tadi.

Flashback on

Abbri dan Alisya pergi melesat meninggalkan tempat parkir sekolah. mereka mampir di sebuah cafe.
"Mbak" panggil Abbri sambil melambaikan tanganya.
"Iya, mau pesan apa?"

"Saya pesan hot cappucino 1, dan roti bakar nya 1, kamu mau pesan apa lis?"

"Gue jus mangga 1 pakai eskrim dan sosis bakar nya 1."

"Saya ulangi ya..  Hot cappucino 1, roti bakar nya 1, jus mangga dengan eskrim 1 dan sosis bakar 1, ada lagi mas, mbak?"

"Udah mbak, itu aja." ujar Abbri.

"Sya.. Lo kenapa sih?"

"Bri..  Gue takut nggak bisa bahagiain lo  du samping gue."

" gue bakak berusaha buat lo slalu bahagia"

"Bri..  Seandainya gue ninggalin lo tanpa alasan..  Apa yang akan lo
lakuin?

"Gue bakal terus berjuang, gue nggak mau kehilangan lo"

Flashback off

Kenapa Alisya bisa berfikir seperti itu, Abbri tak habis pikir dengan Alisya.  Kenapa cewek selalu membingungkan dan penuh dengan teka teki. Kenapa tidak langsung bicara dan mengutarakan apa yang mereka inginkan, kenapa  harus pakai acara ngambek Segala.

Jangan lupa vote dan komennya ya..!

See you 💋

TREFFENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang