-Lima-

121 14 0
                                    

Sahabat, ialah mereka yang menertawakan paling depan jika kamu jatuh, dan tetap menggenggam tanganmu tanpa meninggalkanmu.

-Alisya-

🍦🍦🍦

Alisya sampai di sekolah dengan muka ceria dan senyum yang tak pernah luntur di sepanjang perjalanan nya ke kelas. Orang orang yang melihat ia tersenyum di buat terpesona kecantikan yang ia miliki. Hampir di setiap jalan yang ia lewati banyak yang bertanya kenapa ia banyak tersenyum hari ini. Terutama Doni anak kelas Ips3 yang bertetangga dengan nya pun juga terheran, tak biasanya Alisya akan secerah ini selama ia berteman dengan gadis itu.

Dari kejauhan Abbri yang melihat Alisya bahagia tersenyum. Ia benar benar menepati janji nya untuk membuat kekasihnya itu selalu tersenyum bahagia. Abbri bersyukur karna ia masih di beri kesempatan oleh Alisya untuk memperbaiki semua.

Sesampainya Alisya di kelas, ke dua sahabatnya yang melihat Alisya senyum senyum membuat mereka mengkerutkan dahi dan berbisik bisik satu sama lain.

"Woi ta, noh liat sahabat lo, pagi pagi udah senyam senyum kayak orang gila" bisik Geffi.
"Heh! Dia juga sahabat lo bego!" geram Okta sambil menoyor kepala Geffi dengan sayang. "Tapi lo bener juga sih, dia agak gak waras mungkin ya" bisik Okta.
"Sahabat lo itu, gue nggak punya sahabat yang gila kaya dia." kekeh Geffi sembari menjulurkan lidahnya
"Wah, minta di gebeng lo jadi sahabat." ujar Okta
"Becanda Ta, yaelah, gitu aja di bawa serius." kekeh Geffi
"Lah, emang tadi serius ya? Gue kira cuman main main." ujar Okta
"Serah Ta, serah!" cibir Geffi kesal sambil melipat kedua tangan ya di dada.

Alisya yang melihat kedua sahabatnya adu mulut pun perlahan menghampiri keduanya dan menyapa.

"Hai sob" kata Alisya sambil tersenyum.
"Tumben loh pagi pagi udah senyum senyum mulu, obat lo habis ya?" tanya Geffi tanpa merasa bersalah.
"Hah? Obat. Obat apaan ya? Gue kan nggak sakit." ujar Alisya sambil berfikir
"noh liat, sahabat lo cantik cantik bego" kekeh Geffi kepada Okta.
"Badan lo nggak sakit, tapi otak lo yang sakit." ujar Okta
"Hah? Gue kok nggak ngerti sih maksud kalian berdua."
"Auk ah gelap!" ujar Geffi dan Okta bersamaan sambil menepuk jidat masing masing.

🐰🐰🐰

Pagi ini kelas X Ips 2 melaksanakan kegiatan olahraga futsal. Abbri, Faris Dan Angga berada di satu tim. mereka bermain dan saling mengoper antar tim mereka untuk menyerang daerah lawan, Faris menerima bola yang di oper dari Angga dan berlari menggiring bola sampai ke depan gawang, dan langsung menembakkan bola hingga gol.... tim Abbri unggul dan memenangkan pertandingannya.

Mereka bertiga berjalan menuju kantin untuk membeli minum, Angga yang melihat Okta juga berada dikantin seketika mata nya berbinar, tanpa menunggu lama Angga menghampiri Okta dan kedua sahabatnya. Mereka ber enam mengobrol membahas hal yang tidak penting. Geffi yang merasa risi di tatap Faris mau tak mau menghadap ke Faris, pandangan mereka bertemu. Alisya yang menyadari hal tersebut berdehem. "Ehem ehem! Gue kesedak biji cabe." ujar Alisya
Seketika Geffi dan Faris memutuskan pandangan hingga kedua nya salting setelah kepergok bertatapan muka cukup lama. Okta yang mulutnya sudah gatal ingin berbicara akhirnya berkomentar " ehem, bentar lagi dua cunguk ini bakalan nyusul kita berempat deh."
"Ho.o, gue setuju sama lo yang." ujar Angga
"Udah.. Langsung tembak aja, kelamaan kalo Pdkt dulu." ujar Abbri
"Lah, mati dong gue kalo di tembak." kekeh Geffi
"Iyain aja biar seneng" kata Alisya
"Sahabat kejam loh." ucap Geffi.

Mereka ber enam kembali ke kelas masing masing, tapi tidak dengan Geffi dan Faris yang masih betah berada di luar kelas Geffi berdua.

"Ntar lo pulang bareng gue yak, gue mau ngajakin ke cafe."
"Iya."
"Oke.. Ntar gue tunggu. Gue ke kelas dulu ya, by cantik" ujar Faris sambil mengacak rambut Geffi
"Nah lo, baper kan gue di gituin."

Jangan lupa vote dan komen nya😘

See you💋

TREFFENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang