Give Up

465 24 0
                                        

"Aku beri tau sebuah kebenaran tentang ucapanmu tadi Noona, bulan akan bersinar jika bersama dengan matahari, bulan akan bersinar terang jika matahari berada di dekat dengannya. Kau benar aku harus kembali tempatku yang seharusnya, yaitu di sampingmu bukan dibawahmu."

Tangan Tae Hyung mulai menelusuti kaki Min Gi terus merambat keatas. "Dan aku akan berhenti jika aku mau."

"Argh....."

Kepala Min Gi semakin tenggelam di dalam kasur karena tangan Tae Hyung sudah sampai ke pangkal pahanya lalu menekan tubuhnya disana. Tangan Tae Hyung menggesek kain penutup kewanitaan Min Gi dengan cepat dan sesekali menekanya, ia bisa merasakan kaki Min Gi yang bergetar karena sentuhanya. Lelaki itu melebarkan kaki Min Gi dengan kakinya, mempermudah kinerja tangan kananya yang membuat tubuh Min Gi mengigil dibawahnya.

Meninggalkan pangkal paha Min Gi sejenak untuk melepas kain yang menutupi dada gadis itu. Tae Hyung menariknya keras dan merobeknya paksa, dia tidak lagi memiliki kesabaran untuk merayap ke belakang tubuh Min Gi hanya untuk melepas kain sialan itu. tubuh atas Min Gi sudah polos, oh iya ini bukan pertama kalinya ia melihat tubuh indah wanita. Tapi dengan penuh mendamba Tae Hyung mengakui tidak ada tubuh seindah tubuh Min Gi.

Kulitnya lebih halus dari beledu, putih bersih seperti kramik, dengan lekukan sempurna seperti pahatan seni yang tidak akan ternilai harganya. Mendadak Tae Hyung langsung memahami perasaan Jung Soo, kenapa lelaki tua itu begitu licik menipu Min Gi dulu karena ia baru melihat dan merasakanya sendiri sekarang. Berlian Silla yang tidak akan bernilai harganya, Min Gi seperti hadiah dari mendapatkan tahta, jika tahta adalah sebuah kursi maka Min Gi adalah makotanya.

"Apa yan kau lakukan...?" tanya Min Gi lemah, matanya merah berair."Kenapa kau melakukan ini padaku Tae Hyung-ah?"

Tae Hyung hanya diam menatap Min Gi beberapa saat. Kenapa? Karena dia marah. Kenapa ia marah? Karena Min Gi membela Jung Soo, atau karena Min Gi bersikap dingin padanya, atau karena Tae Hyung memang ingin. Ia tidak bisa menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu, Min Gi memang dingin sejak awal tapi kenapa semakin dingin gadis itu semakin Tae Hyung ingin menaklukanya. Tatapan tajam dan dingin Min Gi, rahang pipih dan arogan itu membuat tenggorokanya kering, setiap kata yang keluar dari bibir merah kecilnya seperti sebuah hukum yang tidak terbantahkan bahkan Tae Hyung pun tidak bisa melawannya saat ini.

Kim Tae Hyung sudah bertekuk lutut di hadapan Min Gi sejak awal, dan Tae Hyung membenci itu. Ia berusaha membuat Min Gi juga belutut di hadapanya, memohon dan mengemis pada Tae Hyung. Tapi gadis itu malah mengangkat rahangnya dan merendahkan bola matanya saat menatap Tae Hyung, itu membuatnya frustasi dan sekarang ia bisa melihat Min Gi mengemis dan memohon padanya. Bukankah itu yang dia inginkan? Tapi tetap saja kenapa ia tetap tidak merasa senang karena bisa mengalahkan Min Gi.

Tanpa menjawab pertanyaan itu Tae Hyung melahab bibir cherry yang tengah terisak pelan, mengigitnya, menjilatnya, menghisapnya apa pun yang ingin ia lakukan kepada bibir cantik yang angkuh itu. Tanganya kembali mempermainkan dada Min Gi membuat gadis itu mendesah pelan di dalam mulutnya. Ciuman Tae Hyung turun ke dagu lancip Min Gi, menjilat setiap garis rahang simetris Min Gi, turun lagi ke leher panjang Min Gi, sebenarnya tidak terlalu panjang hanya leher ini mungil jadi terlihat sangat jenjang.

"Aah!" Min Gi tersentak terkejut saat Tae Hyung menggigit lehernya, otot dan urat lehernya menegang menimbulkan garis-garis yang indah dan memangjang di leher Min Gi.

Tae Hyung merasa ia tidak bisa terus diposisi seperti ini, maksudnya Min Gi masih saja terus berusaha melepaskan diri walaupun nyatanya dia sudah benar-benar berada di bawah kekuasaan Tae Hyung. Gadis itu terus saja berusaha melepaskan kedua tanganya dari cengkraman Tae Hyung, lelaki itu tanpa basa-basi merobek celana dalam Min Gi membuat gadis itu berteriak terkejut. Kakinya mulai berusaha merapat walaupun percuma karena kedua kakinya sudah ditahan agar tetap terbuka dengan kaki Tae Hyung.

SUN Flower Where stories live. Discover now