Chapter 4

10 0 0
                                        

Serrah semangat untuk pergi ke kantor hari ini. Rok baru yang baru dibelinya kemarin dipakainya lagi hari ini.

Ia nampak sangat gembira. Ini bagaikan mimpi, dia bisa bekerja di perusahaan ternama seperti ini.

Sesampainya di kantor, ia melihat beberapa karyawan inti baris berjajar untuk menyambut kedatangan sang putri.

Serrah bingung. Mengapa seluruh karyawan inti menyambutnya seperti ini. "Ehm, Terima kasih sudah menyambutku seperti ini. Aku Merasa sangat tersanjung."

Salah seorang karyawan kaget begitu melihat sang owner sudah berdiri di belakangnya. Dia lalu memberikan kode padanya untuk segera menyingkir dari sana. Tapi Serrah tak mengerti maksudnya.

"Minggir kau dari sana. Kau menghalangi jalanku!" Cetus Jia dari belakang.

Xiao Rou nampak senyum-senyum saja dibelakangnya. Serrah pun menoleh ke belakang dan melihat si nona anker ini sudah berada tepat dibelakangnya. Maka ia agak menyingkir sedikit, serta menyamakan barisannya seperti karyawan yang berdiri disana.

Tapi untung saja, Jia tidak terlalu mepersalahkan hal itu. Ia segera berlalu ke ruangannya diikuti Xiao Rou di belakangnya.

Para karyawan akhirnya lega, lolos dari amukan singa. Serta berkenalan dengan Serrah.

"Ah, Akhirnya serigala itu pergi juga."
"Dia bagaikan macan, seram sekali."
"S, Serigala? Macan?"
"Ya, apa kau tidak tahu siapa dia? Dia itu anak dari pemilik perusahaan ini."
"Ya, benar. Dia begitu karena ayahnya punya kuasa penuh atas perusahaan ini."
"Dengar-dengar, Dia juga akan merambah usahanya ini ke Jepang."
"J, Jepang?"
"Ya, Karena pacarnya orang Jepang, makanya ia ingin membangun perusahaannya di sana."
"Ah, Begitu."
"Ah, Maaf! Kami terlalu banyak bicara. Kita belum kenalan. Namaku Ling Ling. Siapa namamu?"
"Serrah. Kim Serrah."
"Ah, Aku Hong Jae."
"Aku Jae Min"
"Kau cantik sekali."
"Eh? Terima kasih."

Usai berkenalan, Serrah ditinggal begitu saja sehingga ia kebingungan dimana ruangannya untuk bekerja.

"Sedang apa kau, Nona? Ada yang bisa ku bantu?" Terdengar seseorang berbicara dengannya memakai bahasa Jepang.

"Maaf?"
"Ah, maaf. Kau tampak linglung, Nona. Apa kau tersesat?" Ujar lelaki itu lagi, dengan memakai bahasa Korea kali ini.

"Ah, Iya."
"Hee? Apa kau karyawan baru disini?"
"Eh? Iya, Tapi... Anda siapa ya?"

Xiao Rou kembali untuk menjemput Serrah yang tertinggal. "Serrah Kim!"

Keduanya menoleh ke arah Xiao Rou. Xiao Rou lalu memberi hormat kepada Jun Hiroki selaku tunangan Jia dengan membungkukkan badannya.

"Kalian berdua, Ikut aku."

Xiao Rou membimbing Mereka berdua menuju lantai atas dan mempertemukan Hiroki dengan Jia.

TOK! TOK!

"Permisi, Nona. Anda kedatangan tamu." Ujar Xiao Rou.

"Siapa?" Tanya Jia.
"Aku!" Sambung Hiroki mengejutkan Jia.

Tapi, sepertinya Jia tidak suka jika Hiroki datang menemuinya. "Kenapa kau datang ke sini? Seharusnya kau telepon aku, jadinya aku bisa menyuruh seseorang untuk menjemputmu di bandara."

Mereka bicara memakai bahasa Jepang, sehingga membuat Serrah nampak seperti orang bodoh di mata Xiao Rou. "Apa yang mereka bicarakan?"

Xiao Rou yang tak mengerti pun, hanya bisa mengangkat kedua bahunya serta menyuruhnya keluar supaya tak mengganggu mereka berdua. Dan mengantar Serrah ke mejanya.

"Ini mejamu. Bekerjalah dengan baik. Jika perusahaan yang disana telah selesai dibangun, ada kemungkinan besar kau juga akan di kirim kesana bila kinerja kerjamu cukup bagus."

"Apa?"

*****

Hiroki dan Jia, adalah pasangan serasi yang berhasil di jodohkan oleh kedua orang tua mereka yang merupakan teman bisnis.

Jadi, yang mereka lakukan ini adalah semata-mata hanyalah untuk bisnis. Dan bukan berdasarkan dengan cinta.

Impian Jia sedari kecil adalah bahwa ia ingin sekali merasakan keluarga yang sesungguhnya. Yang bisa ia dapatkan seutuhnya. Yang bisa membuatnya bahagia, dan bukan hidup oleh aturan-aturan tertentu.

Ayahnya kini sedang berada di Jepang untuk mengurus perusahaan barunya yang sedang dalam masa pembangunan. Baginya, uang adalah segalanya. Dengan begitu, ia bisa memberikan kebahagiaan untuk Jia, putri satu-satunya yang telah beranjak dewasa saat ini. Karena dia bisa meraih segalanya dengan uang yang ia miliki. Serta telah menjadikan putri tunggalnya itu sebagai pewaris satu-satunya harta kekayaannya jika ia menginggal suatu hari nanti.

Untuk itu, ia meminta para pengawal untuk menjaganya dengan ketat. Agar siapapun tidak boleh mendekatinya kecuali Hiroki yang kini telah menjadi tunangannya, serta Xiao Rou, orang kepercayaannya yang diangkat menjadi sekretaris dan sekaligus diperbolehkan untuk mengawal Jia secara pribadi.

Pada awalnya, Zhen Ming Tse merupakan karyawan biasa dari perusahaan China yang di kirim ke Korea untuk menangangi masalah keuangan yang berantakan disana.

Ia lalu bertemu dengan Kim So Min. Keduanya saling jatuh cinta. Dan memutuskan untuk menikah muda. Namun, di tengah jalan, ia kepincut wanita lain yang jauh lebih kaya dari Kim So Min.

Dengan tega ia menceraikan So Min yang tengah hamil muda saat itu dan lebih memilih wanita kaya itu.

Setelah menikah, Zhen memutuskan berhenti bekerja dan ingin membangun usaha kecil-kecilan di China. Ia pun membicarakan hal ini kepada istri barunya. Dan keduanya sepakat untuk kembali ke China dan membangun usaha di sana dengan modal pemberian istrinya tersebut.

Namun, setelah Jia lahir, nyawa istrinya tak sempat tertolong, sehingga ia membangun sebuah perusahaan di Korea dan tinggal disana sebagai rasa cintanya kepada mendiang sang istri.

*****

Ming Tse akhirnya terbangun dari kisah lamanya yang kembali terulang berulang kali diputar dalam mimpinya. Ia pun akhirnya memutuskan untuk mencari tahu akan istri pertamanya dahulu. Apakah ia masih hidup atau tidak. Dan mengutus seseorang untuk menyelidiki keberadaannya disana.

"Aku ingin kau menyelidiki orang ini. Dia tinggal di Korea." Tegasnya sambil memberikan foto kenangan lama kepada seorang detektif muda sewaannya.

"Ah, Begitu? Baiklah."

Dengan cekatan, sang detektif itu pergi ke Korea Selatan untuk menjalankan tugas dari Ming Tse.

THE BIG SECRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang