Hey! Happy reading yaks.
Author POV
Di lain tempat, tepatnya di bandara, seorang gadis cantik dengan postur tubuh tinggi semampai sedang menunggu kendaraan yang menjemputnya. Gadis itu duduk di kursi tunggu yang ada di lobi bandara sembari menatap ponselnya yang berlogo apel digigit itu.
Dreet Dreet Dreet
"Halo? Lo dimana sih? Gue udah nunggu daritadi ini."
"....."
"Cepetan, Darling."
Tuut Tuut Tuut
Setelah menutup ponselnya dengan kesal, Ia kembali memandangi orang-orang yang berlalu-lalang di hadapannya.
"Apa kabar kamu, Refri? Aku kangen." gumamnya sembari tersenyum.
****
"Kita backstreet aja, aku gak sanggup kalo putus dari kamu." ucap lirih gadis yang sedang menunduk dalam di taman kota.
"Gue gak bisa, maaf." ujar lelaki yang sedari tadi hanya menantap gadis dihadapannya dengan enggan. Perlahan tapi pasti, Ia beranjak dari duduknya meninggalkan gadis itu seorang diri.
Dengan segera, gadis itu berlari mengejar lelaki yang sudah jauh di depannya.
Greep
Gadis itu memeluk erat dari belakang. Air matanya terus mengalir dengan deras. Ia tidak peduli jika lelaki yang dipeluknya memarahi dirinya sebab membuat kemeja kesayangannya basah oleh air matanya.
"Please! Jangan tinggalin aku. Aku sayang sama kamu. Kita hadapi sama-sama masalah ini. Kamu udah gak sayang sama aku?" ucapnya serak karena Ia tidak bisa menguasi dirinya untuk tidak menangis lagi.
"Gue gak sayang lo. Lepasin." balas lelaki itu datar sembari berusaha melepaskan pelukan erat gadis yang menangisinya.
Gadis itu meronta sambil menggeleng-geleng kepalanya pertanda tidak setuju dengan ucapan lelaki yang amat disayangnya ini. Namun, kodratnya wanita lebih lemah dibanding pria. Jadi dengan mudah, pelukan itu terlepas. Kemudian, Ia berjalan cepat menuju motornya yang di parkir di pinggir taman. Meninggalkan gadis yang pernah —masih— di sayangnya itu.
Ia melakukan semua ini demi menebus kesalahannya terhadap kakak ceweknya yang sekarang menjadi sekarat di rumah sakit karena hubungan yang salah ini.
Sementara, masih di taman kota yang mulai menunjukkan warna jingga indahnya menandakan hari akan gelap, gadis yang tak lain adalah Dessya, pacarnya —mantannya, Topher terduduk dengan lemas masih dengan air mata yang sedari tadi masih mengalir.
"Kamu ngelakuin ini semua ke aku gara-gara kakak sekarat kamu itu?," gumamnya sembari menghapus kasar air matanya, "Liat aja, aku bakalan dapatin kamu kembali ke pelukanku. Selamanya. Gimana pun caranya." lanjutnya tersenyum sinis lalu beranjak pergi dari sana sembari mengeluarkan ponsel di dalam tas yang sedari tadi Ia bawa.
"Halo, Kak?"
"...."
"Bantuin gue."
"...."
"Balas dendam."
"...."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cold Boy
أدب المراهقينSemua berawal dari rasa penasaran terhadap cowok dingin dan datar yang sayangnya ganteng. Because a cold heart can be warmed by you - Samuel James Smith bahasa nonbaku ✔ instagram update ✔ unfaedah ✔ receh ✔ baper:v ✘ start [200917]
