CERITA TELAH DITERBITKAN
Abstrax Series [1] : Ananta Rasya Fredick
Keyla adalah gadis yang perfeksionis. Apa-apa harus serba sempurna. Dari atas sampai bawah harus serba oke. Dan semuanya harus serba higienis.
Namun, semuanya berubah ketika ayahnya...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lo sama murahan kayak mereka, jadi nggak usah banyak bacot deh! Jadi tambah keliatan murahannya
~~~~~
"KITA mau ke mana?" tanya Keyla.
Rasya tak menjawab. Lelaki itu masih sibuk celingak-celinguk untuk memeriksa keadaan. Setelah ia merasa aman, lelaki itu menarik tangan Keyla menuju jalan sempit yang ada di sebelah gudang sekolah.
"Lo mau bawa gue ke mana sih?" tanya Keyla dengan kesal. Gadis itu berusaha menarik tangannya yang dicekal kuat oleh Rasya.
"Ikut aja," ujar Rasya. Kemudian lelaki itu berlari menarik Keyla menuju tangga yang tersandar di tembok tua.
"Ngapain?" tanya Keyla saat melihat Rasya menggoyang-goyangkan tangga itu, menimbang-nimbang apakah tangga itu cukup kuat untuk ia panjat.
"Naik!" perintah Rasya.
"Dih, ogah!" tolak Keyla. Keyla menatap sekelilingnya. Tempat ini sangat kumuh. Bahkan kini Keyla tengah merinding melihat tempat sekumuh ini. "Gue mau balik aja!" Keyla membalikkan badannya berniat untuk pergi.
Namun seketika Rasya menarik tangan Keyla dan menggendong gadis itu menggunakan satu tangannya. Setelah itu Rasya tanpa berpikir panjang langsung memanjat tangga tersebut.
Keyla yang terkejut pun akhirnya heboh sendiri, "woi! Turunin gue! Lo nyari mati apa? Kalau mau mati sendiri aja, gue nggak level mati sama lo," ujar Keyla sambil memukuli pundak Rasya.
"Diem atau lo beneran gue buat mati," ancam Rasya penuh dengan peringatan.
Keyla langsung terdiam.
Setelah berhasil memanjat sampai tangga teratas, Rasya memanggil seseorang di sebrang sana, dan setelah itu Rasya melempar tubuh Keyla yang langsung ditangkap oleh orang itu. Rasya pun ikut loncat dari tembok itu dan berhasil mendarat dengan selamat.
Keyla masih digendongan orang itu. Gadis itu benar-benar terkejut. Dan setelah kesadarannya terkumpul, "WOI! Lo gila apa ya? Plis deh! Ini juga, lo ngapain megang-megang gue!" teriak Keyla sambil turun dari gendongan laki-laki itu.
Bukannya mendengarkan Keyla, Rasya malah berjalan pergi sambil menghidupkan rokoknya.
Keyla yang tak terima pun mengejar Rasya. "Woi! Jangan pergi lo! Urusan kita belum selesai, jangan songong deh jadi orang! Gue nggak peduli lo mau ketua geng apapun itu, gue nggak bakalan takut sama lo."