Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun sedang memandang jenuh terhadap gadis kecil berumur 2 tahun yang berada di pangkuannya, bagaimana tidak jenuh? Setiap dia akan berdiri maka gadis itu akan menangis.
" Huh.... Ayolah Kae, kakak mau makan dulu ya? ya? " Bujuk laki-laki itu terhadap gadis kecil di pangkuannya yang bernama Kaela.
Gadis itu menggeleng masih dengan mata memerah, " Gamau!" Bentak gadis itu.
Laki-laki yang Bernama Marvel itu mendengus, " Em.... Kamu ikut Mama Rain lagi ya? " Tawar nya yang di balas gelengan kecil dari gadis itu.
Tiba-tiba sosok Fathdherath lewat didepan mereka, dengan mata berbinar berharap Fathdherath bisa membantunya, Marvel berteriak, " DADDY!!! "
Fathdherath menoleh melihat anak laki-laki nya itu yang terlihat tersiksa dengan keberadaan anak Reza dipangkuannya. Dengan tersenyum Fathdherath berjalan mendekat, " Kenapa Son? " Tanya Fathdherath dengan menahan tawa seolah-olah bersikap tidak tau apapun tentang kesusahan Anak nya.
" Kaela dari tadi gak mau turun Dad! Paha aku pegel! Terus perut aku laper juga " Adu nya pada Fathdherath.
" Oh ya? " Tanya Fathdherath memincingkan mata.
Kaela kecil hanya tersenyum, lalu menggeleng " Daddy! Kak Apel gaboleh pelgi! " Ucap nya dengan menirukan cara memanggil Marvel kepada Fathdherath.
" Itu Daddy aku Kae! Papa kamu tuh om Reza! " Bantah Marvel yang tidak suka dengan Panggilan Kaela pada Daddy nya.
Bagi Marvel hanya dirinya dan Chika lah yang boleh memanggil Fathdherath dengan sebutan 'Daddy'.
Dari dulu mereka memang selalu begitu, Kaela yang lengket dengan Marvel yah walaupun Marvel dengan terpaksa mau berdekatan dengan Kaela, menurut Marvel Kaela itu selalu membuat nya kesusahan dengan bibir cerewet nya.
Sedangkan adik nya Chika, dia lebih suka bermain dengan Keenan, kakak Kaela.
" Em... Kaela, kamu ikut Bang Keenan dulu ya? " Bujuk Fathdherath dengan halus, kedua lengan nya pun terulur untuk menyambut Kaela di gendongan nya.
Sedangkan Kaela lebih memilih berpegangan pada leher Marvel,
" Gamau Dad! " Ujar nya dengan bibir sedikit dimajukan beberapa centi.
Marvel pun memutuskan untuk pasrah, jika Kaela sudah begini dia bisa apa? Perusuh kecil nya ini benar-benar keras kepala, bahkan Chika yang notabe nya sebagai adik kandung nya pun tidak selengket ini padanya.
" Baiklah, kalo gitu Kaela turun, nanti kak Marvel gandeng, tapi dengan syarat biarin kakak makan dulu oke? " Kali ini Kaela mengangguk setuju dengan usul Fathdherath walaupun dirinya sedikit tidak terlalu paham dengan kata kata Fathdherath tadi.
Tapi karena mendengar kata 'gandengan' Kaela jadi berpikir bahwa nanti nya Marvel masih tetap bersama dirinya.
Marvel akhirnya bisa bernafas lega, " Yaudah kalo gitu kamu turun! Paha kakak sakit kamu dudukin dari tadi! " Ucap Marvel tidak sabaran.
Fathdherath terbahak melihat kelakuan anak sahabat nya yang begitu manja pada Marvel, dengan sedikit kesulitan Marvel berjalan sambil menggandeng tangan Kaela menuju tempat makan.
Fathdherath jadi berpikir, bagaimana nanti jika Marvel dan Kaela sudah tumbuh dewasa, apakah mereka masih akan lengket seperti Ini? Atau malah sebaliknya?
▪️▪️▪️▪️▪️
5 tahun kemudian
" KAK MARVEL!!! " Teriak anak perempuan dengan tas ransel di punggung nya, dengan seragam sekolah Dasar gadis itu berlari mengejar Marvel yang tengah berada di antara murid-murid yang lulus ujian nasional Sekolah Dasar.
Marvel menengok ke belakang dan menemukan perusuh nya itu, walaupun usia Kaela masih di bilang kecil, tapi setidaknya gadis itu sudah memasuki masa Sekolah dasar. Sedangkan Marvel sendiri sedang merayakan kelulusan Sekolah Dasar nya, yang berarti akan memasuki Junior High School.
" Kenapa? " Tanya Marvel begitu Kaela sudah berdiri di depan nya.
Kaela tersenyum, " Kakak mau kemana? " Tanya Kaela polos.
" Ke situ" Tunjuk Marvel kearah panggung besar di belakang nya yang sedang merayakan hari kelulusan.
Kaela mengangguk, " Boleh ikut? " Tanya Kaela dengan mata berbinar begitu melihat panggung didepan nya yang penuh dengan balon-balon berwarna.
Sontak Marvel menggeleng tidak setuju, " Gak! Kamu gak boleh ikut, nanti kalo jatuh gimana? Mendingan kamu ikut Papa kamu aja ya? " Bujuk Marvel sambil mengarahkan pandangan nya menuju sosok Reza yang berdiri tidak jauh dari mereka.
" Nggak mau! Aku mau sama kakak aja!" Bantahnya
Lagi-lagi Marvel berada di situasi ini, " Em... Kamu mau apa? Nanti kakak kasih, tapi kamu jangan ikut kakak dulu" Bujuknya.
Kaela terlihat sedikit tertarik dengan Perkataan Marvel,
" Em... Aku mau tanya sama kakak sesuatu! " Kata Kaela.
Marvel mengangguk antusias,
" Apa? " Tanya nya.
" Pacar itu apa Kak? " Tanya Kaela dengan mata mengadah ke atas, menatap tepat pada manik mata Marvel.
Marvel menjadi gelagapan, bagaimana dia harus menjawab pertanyaan yang satu ini, jika dia menjawab arti yang sebenarnya bisa di marahin Daddy nya habis-habisan dia. " Itu... Kakak juga gak tau.. " Balas nya gugup.
" Yah.... Kalo gitu Kaela ikut! "
" Eh? "
" Ayo kakkkk " Ajak Kaela yang sudah menarik pergelangan tangan Marvel menuju tangga di bawah panggung.
" Oke! Kakak jawab! Pacar itu... teman dekat atau sahabat dekat lah.. " Ujar Marvel bimbang sambil menggaruk tengkuk nya.
" Kaya aku sama kakak? " Tanya Kaela.
" Bukan! " Sahut Marvel spontan.
Kaela memiringkan kepala nya lucu "Kalo gitu aku mau pacar " Ujar Kaela.
" Gak boleh, nanti kalo kamu udah besar! " Jawab Marvel cepat.
Kaela mengembungkan pipi nya, " Kakak kan besar, Berarti kakak Udah jadi pacar? " Tanya nya polos.
Marvel mengangguk tidak yakin.
" Kalo gitu aku ikut jadi pacar " Ucap gadis itu dengan semangat.
Marvel menjambak rambut nya kesal, " Gak bisa! "
" Kalo gitu-"
" Oke! Sekarang kamu sama kakak jadi pacar! " Final dari Marvel malas, sedangkan Kaela mengangguk dengan semangat walaupun tidak mengerti arti sepenuhnya dari kata pacar.
Sedangkan Marvel berharap semoga gadis itu sudah lupa dengan pertanyaan nya besok pagi.
▪️ ▪️ ▪️ ▪️
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Enemy [END]
Teen Fiction" Kalo lo kalah, Siap-siap jadi pacar gue!!! " Bermula dari tantangan konyol dengan taruhan status 'pacar' diantara mereka, Hingga apa yang mereka taruhkan benar-benar menjadi kenyataan, Lalu bagaimana jadi nya ketika musuh bebuyutan harus berpura-p...
![My Sweet Enemy [END]](https://img.wattpad.com/cover/124571950-64-k52605.jpg)