23. SEASON 2 |Satu

7.7K 250 1
                                        

Fathdherath sedang memandangi Anak kecil yang baru menginjak usia 3 tahun. Anak itu memiliki rambut pirang seperti Natalie, alis lebat dan hidung mancung seperti Fathdherath. Bahkan banyak yang bilang bahwa anak kecil menggemaskan itu adalah duplikat Fathdherath. Dengan lincahnya anak itu berlarian sambil menggiring bola kecil. Tiba-tiba kaki anak itu tersangkut kayu kering yang membuat dia hilang keseimbangan lalu tersungkur ke tanah.

"Huwa.... Dad... Huhuhu... Hiks" Tangis anak itu sambil memegangi lutut nya, Dengan cepat Fathdherath menyusul anak itu. Lalu menggendongnya.

"Mana yang sakit ? " Tanya Fathdherath sambil mengelus rambut pirang anak itu.

" Tu! " tunjuk anak itu pada siku nya yang sedikit memar.

Fathdherath menghela nafas berat, " Biar diobati Mommy aja ya? " anak itu mengangguk.

Marvel Adnan Fernandez , Anak dari pasangan Natelie dan Fathdherath, dengan menggendong Marvel ia berjalan memasuki rumah baru nya, Setelah menikah dengan Natelie, Dia memutuskan untuk membeli rumah sendiri untuk keluarga kecil nya.

"Marvel duduk di sofa dulu ya, jangan nangis oke? Jagoan nggak boleh nangis, kalo sampe nangis mommy kamu Bakalan Dad ambil! " Ancam  Fathdherath yang diangguki Marvel dengan malas.

Fathdherath berjalan menaiki satu persatu tangga untuk tiba di kamarnya.

Cklek...

"Honey, Marvel tadi jatuh, Obatin dong, Kalo aku yang obati pasti dia nggak mau! " Ucap Fathdherath Lalu menghampiri Natelie yang terlihat sedang membereskan pakaian.

"  Emang nya Marvel dimana? " Tanya Natelie sedikit bingung.

Fadherath tersenyum lalu memeluk pinggang ramping Natelie dari belakang " Di sofa, Biarin deh Hon, luka nya nggak parah kok " Ujar Fathdherath polos.

Natalie melotot mendengar penuturan Fathdherath, "  Dasar kamu ya! " Ujar Natelie seraya mencubit lengan Fathdherath sedikit kuat.

Bahkan Fathdherath sendiri kadang menganggap Marvel sebagai saingan terbesar nya, sebab Semenjak Marvel lahir,  Fathdherath menjadi jarang di perhatikan oleh Natelie, selalu Marvel,, Marvel, dan MARVEL.

Fathdherath memajukan bibir nya beberapa senti, " Yaudah deh, sana obatin anak KESAYANGAN kamu itu!  Aku mau tidur aja kalo gitu! " Balas nya sengit.

"Huft.... Oke, gimana kalo Sekarang kamu ambilin kotak obat Marvel,  setelah itu aku buatin Rendang khusus buat kamu, hemm? " Tawar Natelie dengan mengedipkan satu mata.

" Oke! "  Balas Fathdherath berbinar.

"  Aku keluar dulu,  mau liat ayang Marvel.. " Ucap Natelie melepaskan lingkaran tangan Fathdherath yang bertengger manis di perut nya. lalu berjalan keluar dari kamar Mereka. Sedangkan Fathdherath berjalan menuju dapur untuk mengambil kotak obat.

" Sayang nya Mommy......" Panggil Natelie pada sosok anak kecil yang sedang duduk di sofa sambil memainkan Robot kecil di tangan nya. Marvel yang melihat Mommy nya datang langsung membuang mainannya sembarangan lalu memajukan bibir nya lagi.

Sedetik kemudian Marvel langsung menangis saat Mommy nya mendekat. " Huwa... Mom.. Atit.. Huhu.. Dad jaad... "

Fathdherath yang baru saja tiba dengan sekotak obat ditangan kanan nya, hanya bisa menggelengkan kepala melihat betapa manja anak itu saat ada Natelie.

"Ululu... Anak Mommy Cayang..... Mana yang sakit hmm? " Tanya Natelie perhatian. Fathdherath mengambil posisi duduk di samping Natelie.

" Ni Atit... Huhuhu, dad jaad " balas Marvel dengan manja lalu memeluk leher Natelie erat, Natalie hanya tersenyum maklum, Sedangkan Fathdherath mencibir di belakang tubuh Natalie.

My Sweet Enemy [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang