Tampak seperti mengejar.
Berakhir seperti menghindar.
Harapan pun memudar.
Kepala serasa berputar.
Hidup dalam peradaban.
Penikmat hangat perapian.
Pecandu sebuah impian.
Penyimak musnahnya harapan.
Bulan yang terang.
Rasa yang kurang.
Berani menghadap perang.
Rusak menghantam karang.
Terbanting untuk moodswing.
Tersenyum dengan pening.
Terdorong meraih menang.
Terhempas lalu tumbang.
Pagi mencari.
Siang berlari.
Sore menanti.
Malam terasa keji.
Bodohkah aku berharap ?
Pada primadona tak bersayap.
Indah bagaikan bintang berkerlap.
Namun kejam membuat kalap.
Sungguh, jiwa ini resah.
Ingin sekali berkeluh kesah.
Agar mata tak selalu basah.
Khawatir nantinya berujung pisah.
Sempat mendapat kasih.
Berakhir menerima risih.
Lampu pijar silau, berjiwa galau.
Kini pemicu, penghantar pilu.
Menanti subuh, bersama raga rapuh.
Selamat hari Sabtu.
Teruntuk kau pemecah lesu.
Yang selembut tisu.
Seanggun ratu.
Ialah satu.
Aku tak ingin yang baru.
Selamat malam minggu.
Terus menunggu, enggan mengganggu.
Ingin ku lantunkan lagu.
Dari jiwa yang terbelenggu.
-Vinsmoke-
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Vinsmoke.
PoetryAku hanya ingin menyalurkan bakat melankolis dadakanku lewat puisi-kata bersajak-masih terlalu ringan untuk disebut puisi. Aku berharap kalian suka membaca puisi-puisi ringanku :> Kenapa dinamakan Vinsmoke ? Karena aku sangat menyukai karakter Sanji...
