Langit jingga hiasi petang.
Akuntan tak lepas dari piutang.
Berangkat kerja membawa rantang.
Menuju kamu yang menantang.
Eksekusi penuh rintang.
Doa malam bersama bintang.
Kuteriakkan namamu dengan lantang.
Membujur, menyilang garis lintang.
Ekspresi macam apa yang mesti ku pasang ?
Dengan hati yang perlahan usang.
Bagai gurun, ia gersang.
Seusai tenun, memakan pisang.
Malam turun, menjadi musang.
Apa yang di batinmu sekarang ?
Mengapa tampak sekeras cangkang ?
Bukan maksud melarang-larang.
Apalagi menimbul kekang.
Pelembut pun bisa garang.
Apabila ia merasa dibangkang.
Menoleh mendapati tukang.
Yang tengah membawa parang, ke Semarang.
Aku hanya akuntan magang.
Yang tak sudi hubungan renggang.
-Vinsmoke-
R.A Kartini, 615, 04/04/18.
Inspirasi awal: "Akuntansi piutang —Yosua Sirait"
Thanks, Yos ! 😆😋
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Vinsmoke.
PoetryAku hanya ingin menyalurkan bakat melankolis dadakanku lewat puisi-kata bersajak-masih terlalu ringan untuk disebut puisi. Aku berharap kalian suka membaca puisi-puisi ringanku :> Kenapa dinamakan Vinsmoke ? Karena aku sangat menyukai karakter Sanji...
