Terjang jauh ribuan meter.
Elokmu bagaikan Ester.
Tempuh tiga puluh tujuh.
Tak ragu, tak juga mengeluh.
Hujan, gerimis tetap ku lawan.
Hingga dihidang hangatnya tekwan.
Kubawa roti, kupikir kau mengerti.
Kamu sakit, aku takkan pelit.
Percayalah, tak ada gabut hingga berjalan jauh.
Sadarilah, keberadaan kamu yang kubutuh.
Pada primadona Palembang, aku menaruh rasa.
Tapi tlah tumbang seiring masa.
-Vinsmoke-
Mean Ujung, 03/04/18.
Nb: Sebelumnya, puisi ini hanyalah tantangan dari salah seorang temanku dan aku membuatkannya. Karena otak sedang produktif dan berada di mood yang cukup untuk mengasah kata-kata. Sekian dan terimakasih. Semoga kalian suka dengan puisi-puisi ringan buatanku :3
Tertanda
Vinsmoke.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi Vinsmoke.
PoesíaAku hanya ingin menyalurkan bakat melankolis dadakanku lewat puisi-kata bersajak-masih terlalu ringan untuk disebut puisi. Aku berharap kalian suka membaca puisi-puisi ringanku :> Kenapa dinamakan Vinsmoke ? Karena aku sangat menyukai karakter Sanji...
