Sepulang sekolah, aku pergi ke pantai. Pantai adalah tempat favoritku. Disinilah terdapat berjuta kenangan aku dan Rafa, kenangan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Sekilas terlintas kenangan canda tawa yang dulu pernah aku dan Rafa lalui. Dulu Rafa pernah berjanji padaku.
"Kalau nanti kamu bisa mendapatkan nilai UN yang terbaik di sekolah bahkan DKI Jakarta, aku janji akan ajak kamu ke pantai ini setiap hari, kita akan kelilingi penjuru pantai ini sampai kamu bosan"
"Kenangan yang takkan terlupa. Aku hanya dapat menyimpannya sepenuh hati, sampai kapan pun kenangan ini akan tetap abadi, meskipun nanti kamu udah lupa dan bahagia dengan yang lain" kataku dalam hati.
Saat aku berjalan mengelilingi pantai, aku melihat Rafa dan Arel sedang berdua. Hatiku sakit sekali melihat mereka. Ternyata ini alasan Rafa untuk akhiri hubungan kita.
Tanpa sengaja Rafa melihat aku yang sedang memandangnya dari kejauhan."Meila" ucap Rafa dengan samar.
Saat aku mengetahui, aku langsung pergi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Air Mata Kenangan (SELESAI)
Short Story"Selemah apapun kamu untuk jatuh, aku akan terus menguatkan dan memapahmu. Kamu pergi sejengkal, aku akan berlari dengan banyak langkah. Kamu sakit, aku akan lebih sakit. Kamu menangis, aku akan menjadi wadah air mata itu. Sampai kapan pun aku akan...