15.

18 2 0
                                    

Setelah 5 hari yang lalu operasi dilakukan, kini keadaanku semakin membaik. Hari ini juga aku sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Saat aku sedang duduk di bangku teras rumahku, Arel datang perlahan menghampiriku.

"Mei, ada suatu hal yang aku ingin bicarakan" kata Meila dengan air mata yang berlinang.

"Ada apa, Rel? Bicara aja" ucapku yang agak kesal dengan Arel.

Arel memberikan sebuah surat kepadaku. Aku pun langsung membukanya dan membaca.

"Haii cantik..
Gimana kabarnya hari ini?.
Aku harap kamu selalu baik-baik saja yaa.
Maafkan aku ya, saat kamu membaca surat ini aku sudah gak ada lagi di sampingmu. Untuk kali ini gak ada kata-kata yang bisa aku sampaikan langsung ke kamu lagi. Aku hanya bisa menuliskan kata-kata melalui surat ini. Aku mau minta maaf untuk selama ini, aku sering mengecewakanmu, membuat kamu sedih bahkan khawatir. Aku masih ingin bersama kamu, tersenyum dan tertawa bersama. Tapi, takdir berkata lain. Aku harus pergi meninggalkan kamu dan semua kenangan yang pernah kita jalani.
Kamu masih ingat kan janji aku sama kamu dulu?. Kalau kamu bisa mendapat nilai UN terbaik di sekolah bahkan DkI Jakarta aku bakal ajak kamu ke pantai setiap hari sampai kamu bosan. Tapi, maaf ya, sekarang aku gak akan bisa mewujudkannya. Aku minta satu hal sama kamu. Tetap raih itu semua ya untuk membanggakan semua orang yang sayang sama kamu.
Terimakasih ya, kamu udah mau temani aku di detik terakhirku berada di dunia. Kamu, yang membuat aku kuat memperjuangkan hidup hingga kini aku harus pergi. Senyumanmu, yang selalu buat aku semangat menggapai mimpi. Aku beruntung bisa kenal dan dipertemukan sama kamu.
Nah, pasti sekarang kamu udah tahu semuanya kan?. Kini, apa yang ingin kamu katakan?. Biarlah aku mendengarkan suaramu dari jarak jauh meski ragaku tak berada di sampingmu lagi. Aku harap nanti kamu akan bertemu dengan sosok yang lebih baik dari aku, yang dapat membuat kamu tersenyum selamanya dan menemani kamu sepanjang waktu. Gak seperti aku yang hanya menemani kamu sementara. Aku tahu kamu sakit karena semua ini, kamu sedih, tapi inilah kenyataannya. Tersenyumlah cantik, aku gak mau ngeliat wajah cantik kamu berubah jadi lebam karena air mata, senyuman kamu berubah jadi tangisan, dan wajah kamu yang lucu jadi rapuh terbawa suasana. Disini aku gak akan pernah lupa sama kamu. Kamu, namamu, dan semua kenangan akan terus terukir abadi di hati.
Terimakasih untuk waktunya selama ini dan udah mau membaca surat terakhirku."

Setelah itu aku meneteskan air mata dengan derasnya, kemudian terdengar suara lembut dari Arel.

Air Mata Kenangan (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang