17.

15 2 0
                                    

Empat bulan pun telah berlalu, hari ini adalah hari terbaik dalam hidupku. Aku berhasil mendapatkan nilai terbaik di sekolah bahkan di DKI Jakarta dengan nila UN 39,75. Aku senang sekali, aku bisa membuat orang yang aku sayangi tersenyum. Aku teringat dengan Rafa karena hal ini, walaupun kini dia tak bisa melihat kebahagiaan yang aku rasakan sekarang, aku yakin dia bahagia sekali bila mengetahui ini semua. Apa yang dia harapkan telah aku wujudkan.
Esok hari aku datang ke makam Rafa. Disana aku menangis, aku tak tahu mengapa air mataku langsung mengalir membasahi pipiku tanpa henti ketika sampai di depan batu nisannya.

"Rafa, pasti kamu senang bila kamu tahu bahwa aku mendapatkan nilai UN terbaik. Aku udah mewujudkan permintaan orang yang aku sayang, yaitu kamu. Aku mau ucapin terimakasih atas semuanya, Raf. Begitu banyak hal yang kamu udah kasih ke aku dan mungkin sampai saat ini hal itu gak akan pernah bisa aku bayar. Sampai kapan pun kamu adalah sosok terbaik yang pernah ada dalam kehidupanku, Raf. Semoga kamu tenang disana ya, aku disini akan terus mendoakanmu walaupun aku takkan pernah bisa menatap wajahmu lagi bahkan untuk yang terakhir kali" ucapku dengan rintihan air mata yang membasahi tanah makan Rafa.

Air Mata Kenangan (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang