Bagian 23

616 68 13
                                    

Aku merindukanmu, tau kah kamu?

Part 23: Rindu

**MY HOPE**

Jungkook terus saja membunyikan bel rumah Sohyun, tapi tidak ada sahutan apapun dari dalam sana, lelaki itu berkali-kali menggedor pintu kasar, entah sudah berapa lama dia disana dia terlalu takut dengan semua kenyataan yang akan dihadapinya.

"Aku rasa sekarang kamu harus rela untuk melepasnya, menangis seperti ini tidak akan membuahkan hasil apapun" Suga menepuk pelan bahu Jungkook.

"Akankah aku bisa?" Jungkook menatap Suga dengan mata sembabnya "terlalu sulit Hyung, ini sudah untuk kesekian kalinya, aku bahkan mencintai dia saat aku tidak tau kalau dia adalah gadis dari masa laluku"

"Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya, takdir memang seperti itu, kadang dia mempermainkan kita, kadang dia memberi sesuatu yang membuat kita begitu bahagia. Yang harus kamu lakukan hanyalah menjalaninya, mungkin suatu saat Sohyun akan kembali padamu, kamu hanya perlu percaya hal tersebut"

"Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?" Lagi dan lagi, Jungkook tidak dapat menahan air matanya, tubuhnya yang sudah lemas sedari tadi semakin membuat lelaki itu terlihat pucat.

"Lebih baik kita pulang dulu, keadaanmu semakin parah"

Jungkook hanya menuruti apa yang dikatakan Suga, kesadarannya perlu dipertanyakan sekarang, tubuhnya terlalu lemas untuk menahan diri lebih jauh. Mereka berdua akhirnya meninggalkan tempat tersebut tanpa mendapatkan hasil apapun, mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan yang mereka lewati dalam sebulan ini. Meski terlalu sulit dan terasa panjang, mereka tidak bisa berbuat apapun terhadap takdir yang telah ditulis dijalan hidup mereka. Dan mungkinkah ini akan menjadi akhir dari kisah seorang Kim Sohyun dan Jeon Jungkook?

Jawabannya masih dipertanyakan!!

1 tahun kemudian.

"Berhenti!" Suara itu menggema dalam ruang latihan "kalian tidak sadar, performa kalian sudah benar-benar menurun, terutama kamu Jungkook" mata tajam itu menatap kearah Jungkook yang sedang mengatur nafasnya.

"Kami akan berusaha lebih keras lagi"

Orang itu tersenyum remeh mendengar jawaban Namjoon sebagai leader "saya harap saya bisa melihat usaha kalian"

"Baik coach!!" Jawab mereka serentak.

"Dan kamu" lelaki itu menunjuk Jungkook dengan telunjuknya" berhenti bertingkah seperti anak kecil, jangan egois! Bukan hanya kamu yang kelelahan disini. Mengerti!"

"Saya mengerti" jawab Jungkook tegas.

Setelah kepergian pelatih mereka, semuanya langsung menduduki diri. Beristirahat, mereka melakukan apapun untuk membuat tubuh mereka rileks.

Sedangkan Jungkook malah berjalan kearah jendela dan menduduki dirinya disana.

Seorang Jeon Jungkook telah berubah drastis, dia menjadi lelaki yang dingin dan pendiam. Tidak ada lagi tingkah konyol, tidak ada lagi senyuman Gigi kelinci. Semua berubah begitu saja semenjak seseorang hilang dalam hidupnya. Sepenting itukah gadis itu baginya?, hingga dia bisa menghilangkan senyuman di wajah lelaki itu karena kepergiannya.

Tentu saja iya, gadis itu bagaikan musim semi bagi seorang Jeon Jungkook, bunga yang mekar setelah musim dingin menyelimuti, dan sekarang Jungkook telah kehilangan itu, musim semi yang ditunggu-tunggunya telah tiada. Karena kini yang ada hanyalah bongkahan es di hati lelaki itu.

"Minumlah?" Jimin menyodorkan minuman pada Jungkook yang sedang menatap keluar jendela datar.

"Terimakasih" jawabnya sekilas sambil mengambil minuman tersebut.

My Hope (TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang