Bagian 17

549 105 63
                                        

Semua akan berjalan normal jika aku tidak ada, karena semua kesakitan ini terjadi karena aku.

part 31: pengorbanan

Saeron menatap sendu keluar jendela, gadis itu tengah duduk tenang diatas kasur rumah sakit, menunggu kapan dia akan dipanggil untuk melakukan operasi, dia sudah siap sedari tadi. Siap untuk mengakhiri hidupnya.

Baginya ini adalah hal paling benar untuk dilakukan, setidaknya tidak akan pernah ada kata penyesalan dalam hidupnya nantinya, mungkin.

"Saeronna" panggil seseorang yang berdiri diambang pintu.

Gadis itu langsung menoleh dan mencari asal suara tersebut.

"Suga Oppa?" Saeron langsung berdiri terkejut dengan kedatangan tiba-tiba lelaki itu

Suga langsung melangkah tergesa kearah Saeron, memegang bahu gadis itu dan menatapnya lekat "sebenarnya apa yang kau pikirkan?" Tanyanya geram.

"Oppa... aku...." gadis itu tidak dapat menjawab pertayaan Suga, yang ada difikiranya adalah, bagaimana lelaki itu bisa tau dia berada di rumah sakit?

"Kau gila? Kau serius akan melakukanya, kau tidak memikirkan bagaimana perasaanku. Kenapa kau hanya peduli pada keegoisanmu saja? Ha?"

"Oppa" sela Saeron tidak terima "apa maksudmu, aku melakukan ini karena..."

"Karena apa?" Potong Suga kesal, "karena kau menyanyangi gadis itu? Kau menganggapnya seperti saudaramu sendiri?" Suga melepas pegangan tanganya pada saeron, mematap tajam mata indah gadis itu "kau baru mengenalnya dalam sebulan ini, dan kau ingin memberi hidupmu untuknya?" Suga tersenyum remeh "dia tidak pernah memberi apapun untukmu, tapi apa yang kau lakukan?. Sedangkan disini ada aku, orang yang selalu ada untukmu, tapi hanya untuk membalas perasaanku terasa begitu sulit bagimu"

Saeron cukup terkejut dengan apa yang yang keluar dari mulud Suga, gadis itu menatapnya sendu "jadi selaama ini, oppa menungguku untuk membalas semua kebaikan yang oppa lakukan" dia menghela nafas lelah "seharusnya aku tidak pernah menyambut uluran tangan itu, sehingga aku tidak perlu merasa bersalah saat ini"

"Saeronna..." ucap Suga, ada apa dengan gadis ini? Bukan itu maksudnya, kenapa dia malah mengartikan semua jadi berbeda?

"Oppa..." saeron menggegam kedua tangan suga pelan, "maaf, aku mengerti maksudmu. Tapi kumohon, aku tidak bisa menarik keputusanku lagi, aku serius ketika mengatakan akan melakukanya, dan aku tidak akan pernah menyesal akan hal itu"

"Kenapa kau tidak pernah mendengar perkataanku" jujur Suga benar-benar ingin menangis mendegar tuturan gadis itu, tapi dia tahan sedari tadi, bahkan suaranya sudah bergetar saat ini.

Perlahan, saeron menaikan tanganya dan mengelus wajah Suga pelan "oppa, aku..." dia ingin mengatakan itu, sesuatu hal yang mungkin bisa dia beri untuk Suga sebagai balasan kebaikanya "aku mencintaimu" meski dia tau betul kalau itu adalah sebuah kebohongan.

Seketika air mata Suga lolos begitu saja, kenapa sekarang? Kenapa ketika gadis itu bilang akan meninggalkanya? Tanpa peduli apapun Suga langsung memeluk Saeron posesif, membenamkan wajahnya dibahu gadis itu, menyesap aromanya. Jika ini benar-benar menjadi akhir dari kisah mereka, biarkan dia membuat gadis itu tersenyum bahagia untuk terakhir kalinya.

Perlahan Suga meregangkan pelukanya, menatap kembali manik indah yang bersinar itu. Lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, sebuah kotak kecil berwarna silver dengan mutiara indah diatasnya, perlahan dia berlutut didepan gadis itu dan membuka kotak itu.

"Kim Saeron, maukah kau menikah denganku?" Tanyanya bergetar, lelaki itu benar-benar tidak bisa menahan air matanya, begitupun dengan Saeron, jangan tanya. Gadis itu tengah membekap muludnya sendiri agar suara isaknya tidak terdengar keluar dari ruangan itu.

My Hope (TAMAT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang