Sedih rasanya, ditinggalkan, hanya karena dirimu menginginkan kembali pelukan orang yang dulu pernah menyia-nyiakanmu. Dirimu munafik, kau pernah berkata padaku bahwa kamu tidak akan pernah kembali kepada mantanmu itu. Cinta memang bisa membuat orang lupa akan janji-itu memang benar adanya. Contohnya kau, janji-janjimu yang dulu pernah kau ucap hanyalah omong kosong, yang seharusnya tidak pernah kau bicarakan padaku. Jika memang pada akhirnya kau memilih balik lagi dengan mantanmu, tak usahlah kau menjelek-jelekkannya.
Mungkin, bagimu arti sampah bukanlah; barang yang sudah dibuang. Arti sampah bagimu adalah berlian yang dibuang hanya untuk di pungut kembali. Lucu rasanya, ketika kau memungut kembali hasil buanganmu itu. Seharusnya kau menjadi komedian saja kalau begitu; agar aku selalu menepuk kedua tangan untukmu, atau bahkan menertawaimu dengan selantang-lantangnya.
Tapi, itu semua hakmu. Silakan saja kalau kau inginkan itu. Aku tidak akan melarangmu. Yang perlu kau ingat hanyalah dia yang sudah pernah membuatmu jatuh pasti akan membuatmu jatuh kembali, catatlah kata-kataku. Tidaklah mungkin bagi dia bisa menyamai rasa cintaku padamu, aku yakin itu.
Ingatlah kau, dulu dirimu pernah terluka sepertiku saat ini. Dulu kau mencari keberadaanku hanya untuk kau jadikan aku bahan penghapus lukamu. Yang paling tidak akan terlupakan saat itu, dirimu mencariku hanya karena kau tidak mau kalah oleh mantanmu itu, yang sedang beradu sendok berdua di sebuah tempat yang istimewa. Kau datang padaku dan memaksaku untuk mendampingimu, membalaskan dendam kepada mantanmu. Dan aku hanya bisa pasrah meng-iyakan segala yang kau mau. Sejujurnya, aku ingin ajakanmu itu nyata, tidak pura-pura. Sebab kenapa? Karena aku sangat ingin menjadi kekasihmu, kala itu.
Hidup ini berotasi, memang benar adanya. Contoh saja aku terasa di sakiti olehmu; lalu dirimu disakiti oleh mantanmu; dan pasti mantanmu akan disakiti juga oleh mantannya, hingga seterusnya-seterusnya. Seolah-olah hidup ini hanyalah lelucon besar ketika kita mengenal cara cinta berotasi, seperti itu.
Kembali lagi, ke persoalan dirimu kembali pada mantanmu,
Aku pernah berucap padamu bahwa aku sangat senang melihat dirimu senang. Percayalah, itu semua hanyalah omonganku yang hanya untuk membuat diriku tegar. Sebenarnya, aku tidak pernah rela kau kembali ke pelukan mantanmu lagi. Alasannya, aku tidak ingin melihat dirimu terluka untuk ke dua kalinya atau bisa untuk ke sekian kalinya.
Namun, itu semua pilihanmu. Aku hanya tidak ingin kejadian dulu terulang kembali, itu saja. Sekarang, aku benar-benar membenci mantanmu itu. Membencinya karena telah merebutmu dariku. Aku tidak kalah! Hanya saja keadaanmu yang telah tergila-gila padanya membuat aku sedikit kehilangan arah. Aku tersesat, sebetulnya; tersesat di hatimu yang selalu saja merindukan masa lalu bersama mantanmu.
Untuk terakhir; untukmu, selamat menempuh kembali masa lalu. Aku akan sangat menunggu kabar dirimu, bahwa kau telah kembali terluka olehnya. Semoga setelah kembali terluka, kau datang lagi memeluk aku untuk ke sekian kali. Aku tidak akan menolaknya. Malahan aku akan terus memberimu support. Sudah tak perlu dijelaskan lagi kan? Mengapa aku selalu ada meskipun kau telah meniadakan diriku
"Mantan; selalu saja bisa membuat hidup kembali berwarna; selalu juga bisa membuat hidup merasa kembali sempurna. Tapi percayalah, bahwa barang yang pernah terbuang tidak akan kembali indah seperti awalnya"
-ElgiRizkiansyah***
Yay kembali bersama saya, di wattpad.
Tidak lupa berterima kasih kepada mantan-mantanku yang pernah hampir menjadi pasanganku. Berkatnya, aku jadi bisa menulis kisah ini. HahahaaTunggu post selanjutnya ya ;) salam aksara ;)

KAMU SEDANG MEMBACA
IKHLAS
NonfiksiBukan novel. Aku menulis catatan ini, hanya untuk mengutarakan isi hati. Mengingat kejadian-kejadian yang enggan untuk Aku lakukan kembali. Atau bisa jadi catatan ini mengutarakan juga isi hati kalian yang membacanya, bahkan ada kejadian yang sama p...