15.Jangan Berlari, Aku Sudah Berhenti Mengejar.

159 4 0
                                    

Sesekali aku ingin tertawa dengan lantang atas perbuatan yang kau lakukan selama ini. Jika dipikir-pikir sebenarnya ini bentuk dari komedi yang nyata. Kau berlari dan aku senantiasa mengejarmu di belakang layaknya film India. Aku baru sadar bahwa kita hanya sedang kucing-kucingan. Tapi, aku yang selalu mengejarmu, tak pernah kau kejar balik aku.

Sekarang aku sudah menyadari itu semua. Dari kemarin-kemarin aku sudah berhenti mengejarmu, jadi untuk apa kau terus berlari? Apakah untuk menghindariku? Sekarang sudahlah jangan berlari terus, aku sudah berhenti mengejarmu. Entah aku kelelahan, entah aku sudah bosan atau entah aku menginginkan cinta yang saling mengejar.

Aku tahu, kau cape di kejar olehku terus-menerus kan. Aku juga sama, mengejarmu hanyalah pembuangan waktu yang sangat sia-sia. Aku tidak ingin ini terjadi lagi. Ibarat petak umpat aku mencarimu, tapi kau tidak bisa aku temukan, sebab kau bersembunyi di tempat yang aman yang tidak bisa aku cari. Iya, benar, kau bersembunyi di hatinya yang sekarang tidak bisa kujamah sama sekali.

Alasan lain mengapa aku berhenti mengejarmu yaitu kau selalu kukejar tapi anehnya hatimu semakin jauh dariku bukan semakin dekat. Bukankah jika kukejar kau seharusnya lebih dekat dan bisa berkata padaku “sudah jangan mengejar terus, sudah saatnya aku kejar balik”. Namun itu tidak pernah terjadi. Sepertinya kau pelari yang hebat, yang tidak bisa aku kejar sama sekali. Kau mampu melangkah dua kali lipat dari pada langkahku untuk mendapatkanmu. Tepuk tangan berapa kali untuk mengapresiasi dirimu?

Aku tahu, kau sangat senang berlari. Tapi cobalah tengok ke belakang untuk hari ini. Lihatlah, tidak ada aku. Bahkan bayanganku sudah tidak terlihat. Kau terlalu terbuai oleh kesenangan berlari, hingga lupa bahwa aku sudah berhenti mengejarmu jauh-jauh hari. Aku ingin kau sadar, mengapa hari ini aku tidak mengejarmu lagi. Aku ingin kau mengerti betapa letihnya mengejar seseorang yang tidak pernah ingin berhenti berlari.

“Sederhana saja. Hidup ini nyata. Bila dia tidak cinta, maka ikhlaskan saja. Karena tidak semua dalam hidup bisa dipaksakan”
-ElgiRizkiansyah

IKHLASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang