1.Untuk Orang yang Aku Ikhlaskan.

464 16 15
                                    

"Akan ada saatnya; di mana kau harus mengikhlaskan semua yang kau banggakan"
-ElgiRizkiansyah

Dahulu, dirimu pernah datang dan masuk ke dalam jagat rayaku. Membabi buta menghancurkan segala penjuru hatiku. Menikam hingga membuat hatiku tidak bisa berkutik. Dahulu, semestamu pernah menjadi sebagian kebahagiaanku. Membuatku selalu tersenyum, ketika bertatap parasmu; Membuat tanganku seakan tidak bisa berhenti untuk menyentuhmu. Dirimu pernah hadir, kala itu. Kau hadir sebagai orang yang mampu mematahkan hatiku yang sedang di tikam masa lalu. Dirimu hadir, mewarnai hari-hariku tanpa jemu.

Namun itu hanya sementara.

Kini dirimu hadir sebagai luka; Luka yang tidak bisa aku obati secepat-cepatnya; Luka yang kau berikan padaku sangat mengoyak, hingga tubuh ini tak bisa bergerak. Kini dirimu membuat semangatku seakan-akan patah; Membuat hari-hariku seolah tak berwarna. Memang hebat kau, bisa membuat "Sedih" bertepuk tangan dengan lantangnya di bawah kantung mataku.

Sebenarnya, Aku belum bisa ikhlas terhadap keadaan ini. Namun, pada dasarnya mencintai seseorang berarti harus siap juga mengikhlaskan seseorang, katamu. Tapi, kenyataannya tidak seperti itu. Aku masih saja tidak bisa melihat dirimu bahagia, selain denganku. Aku tidak bisa melihatmu tertawa lantang dengan orang selain aku. Mungkin aku egois, bahkan sangat egois. Terlalu memaksakan genggaman yang tidak bisa aku genggam.

Aku pernah berpikir, mengapa dirimu sangat gampang mengikhlaskanku, sedangkan aku butuh beribu-ribu purnama untuk melupakanmu. Sampai-sampai aku selalu bertanya kepada tuhan "Ya Tuhan, apakah hidup ini benar-benar adil?". Setelah doa panjang yang melelahkan, sekarang aku sadar. Mungkin ini cobaan dari Tuhan, atau mungkin Tuhan memberikanku pelajaran terbaik; bahwa dirimu tidaklah baik untukku. Mungkin seperti itu cara Tuhan menyayangi kita, meskipun Tuhan menyayangi kita dengan cara menyakiti perasaan kita.

Sekarang aku mulai belajar ikhlas, walaupun memang sulit. Tidak segampang yang kau pikir, memang. Tapi, waktu pun akan terus berproses pada hati ini untuk mengikhlaskanmu. Manusia biasa sepertiku memang akan sangat sedih jika ditinggal oleh orang yang dicintainya. Namun ada kalanya, aku akan di paksa mengikhlaskan seluruh yang hilang dari alam rayaku. Ikhlas terhadapmu adalah ikhlas yang sangat sulit aku lakukan, sebab dirimu adalah poros semesta hati yang pernah rapuh ini.

Lantas, hari demi hari aku terus belajar mengikhlaskanmu. Aku percaya bahwa ikhlas adalah rumah sakit terbaik bagiku saat ini. Sekarang aku bersyukur bisa belajar ikhlas terhadapmu, karena pada dasarnya ikhlas itu tergantung pada rasa syukurmu. Jika kamu selalu bersyukur, maka hatimu akan selalu ikhlas menerima keadaan, dan sebaliknya jika kamu tidak mampu bersyukur maka hatimu tidak akan pernah ikhlas, percayalah.

Barangkali ikhlas itu seperti ini. Jika ada burung berada di atas kepalamu, lalu burung itu mengeluarkan tinja tepat di kepalamu. Apa kamu akan menangkap burung itu, lalu memukulnya? Aku pikir tidak. Jadi garis besarnya, sudahlah, biarkan, karena semua hal tidak bisa dipaksakan. Begitu pun cinta, jika di paksakan akan sangat menyakitkan.

Bagiku mencintai itu belum sepenuhnya memiliki hati seseorang. Jadi ikhlas adalah hal yang paling dibutuhkan di saat orang sedang jatuh cinta. Semua orang pasti pernah mengalami jatuh cinta, dan pasti semua orang juga pernah patah hati akan cinta. Namun, semua orang yang pernah mengalami itu semua pasti akan di paksa untuk ikhlas. Meskipun memang sulit.

Aku ikhlas jika suatu hari nanti kamu pergi dengan orang lain.

Aku ikhlas jika esok kamu bersandar di pundak orang yang kamu cintai.

Aku ikhlas jika nanti ada orang yang bisa membuatmu bahagia selain aku.

Tapi, nanti kamu harus bisa terima.
Bahwa aku akan lebih hebat dari orang yang kamu punya!

"Sekarang, Aku percaya bahwa ikhlas adalah rumah sakit terbaik, di saat hati merasa sakit oleh kenyataan untuk merelakan"
-ElgiRizkiamsyah

IKHLASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang