3.Hati yang Ingin Kembali Utuh.

139 9 0
                                    

Selepas kepergianmu, aku menginginkan kembali hidup teratur. Tidak memikirkan segala bentuk percintaan terhadapmu. Tidak mengingat semua hal yang berbau tentangmu. Hingga aku tidak menginginkan bertemu denganmu, walaupun itu hanya bertatap wajah saja.

Mengapa demikian?,
Karena aku sedang belajar untuk merangkai kembali hati yang telah kau hancurkan ini. Ingin mengembalikan hatiku menjadi utuh lagi. Itulah sebabnya, sedikit demi sedikit aku menjauh dari kehidupanmu. Aku juga tahu, kau pasti akan senang kan, jika aku lebih menjauh darimu?. Aku yakin seyakin-yakinnya bahwa harapanmu juga tidak pernah ingin kembali dekat denganku.

Tapi kenyataan tetaplah kenyataan, aku tidak bisa melakukan itu. Bertemu denganmu saja aku selalu ingin menanyakan kabarmu. Padahal kau sudah memberikanku rasa sakit, tapi mengapa aku tidak bisa untuk menjauh darimu. Apa benar ini yang dinamakan sangat cinta, lupa akan segala hal yang menyakitkan diri sendiri. Orang bodoh seperti apa, aku?.

Sebetulnya hati yang sudah patah tidak bisa kembali utuh. Apalagi terus dibayangi dengan kenangan-kenangan yang selalu saja memenangkan perasaan. Namun, adakalanya aku harus membenahi kembali hati ini. Walaupun sangat sulit, aku akan terus belajar dari kesakitan yang kau beri.

Aku selalu ingin seperti ini. Kembali senang tanpa kehadiranmu; kembali ceria tanpa senyumanmu; kembali menikmati hari tanpa kau di sampingku; kembali menang tanpa kau menggenggamku. Tapi, untuk mencapai semua itu aku rasa aku tidak bisa. Aku terlalu lemah jika kamu tidak ada bersamaku. Atau mungkin hatiku yang sudah kalah olehmu.

Ingatkan dirimu, tentang hati. Hati layak merdeka seperti sebuah negara. Dan, sakit layak berubah kata menjadi sembuh. Bukankah begitu? Akan tetapi, mengapa hati ini tidak bisa berperang melawan sakit. Bukankah kemerdekaan tersebut bisa di raih dengan peperangan. Semoga saja aku tidak kalah berperang melawan rasa sakit yang sedang bersemayam di tubuh ini.

Proses demi proses akan aku lakukan sekarang. Berproses mencari hati yang baru agar bisa kembali teratur memang pekerjaan yang sulit. Untuk itu, aku akan beristirahat sejenak. Beristirahat hingga hati mulai meyakinkanku untuk mencari seseorang yang lebih baik dari dirimu. Langkah demi langkah, sekarang akan aku arungi. Hingga akhirnya hati bisa kembali mencari. Hati ini butuh istirahat, sesekali. Hati ini butuh rehat dari luka yang kau beri.

Dan, aku ingin kau tidak lagi menggangguku. Tolonglah, jangan masuk lagi ke dalam jiwa yang sedang beristirahat ini. Aku sedang belajar beristirahat tanpamu. Aku sedang menata kembali hati ini. Dan, tentunya juga aku sedang berdiskusi dengan hatiku dan mengobatinya secara perlahan-lahan. Sampai nanti, sampai aku lupa akan dirimu di sini.

Setelahnya, jika sudah melakukan semua yang kamu haruskan dan beristirahat untuk keadaan yang tidak membaikkan. Aku sadar, aku menyayangi hati ini. Hati ini layak kembali normal seperti biasa, yang tidak harus memikirkan tentangmu.

Untuk hati,

Lihatlah ke depan, jangan terus menoleh kenangan.

Lihatlah kebahagiaan-kebahagiaan akan datang menghampiri.

Meskipun itu sedikit sulit di raih.

Tetap semangat untukmu hati, aku akan tetap berjuang denganmu.

Hingga akhirnya kita bisa kembali

mencari sosok seseorang yang baru.

"Sedikit demi sedikit aku belajar mengganti kata kecewa menjadi bahagia"
-ElgiRizkiansyah


***
Gimana prosa-prosanya seneng gak ;( semoga aja seneng biar semangat ngelanjutinnya wkwk

IKHLASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang