Ada yang hari ini sedang benar-benar tenang menghadapi masa depan cintanya. Ada yang hari ini sedang kuat-kuatnya menjaga hubungan cintanya. Ada yang hari ini sedang memulihkan hatinya yang telah hancur. Ada yang hari ini sedang asyik-asyiknya bergelut dengan friendzone. Ada yang hari ini belajar mengikhlaskan seseorang yang tidak bisa lagi di peluk erat. Ada yang hari ini cintanya berlabuh ke pelaminan.
Di hari ini, aku bagian dari tenang. Aku sudah mulai tenang dengan segala keadaan yang tak kunjung usai. Awalnya, berada jauh dari dirimu membuatku sakit. Setelah belajar terus menerus, sekarang aku sadar bahwa hati ini akan mekar kembali seperti bunga yang indah. Hati ini mulai menemukan kembali jati dirinya sebagai seseorang. Dan jiwa hanya mampu tersenyum dan tenang dengan keadaan yang kemarin tidak bisa di tenangkan.
Aku sangat merasa bahagia hari ini. Ada banyak pembelajaran tentang cinta yang kemarin membuat aku terseok-seok tak berdaya. Memang benar, cinta selalu bisa meluluh lantahkan hati seseorang kapan pun itu. Dan kunci yang paling tepat untuk melawan itu semua hanyalah kesabaran dan ketenangan yang timbul di dalam diri sendiri.
Beberapa waktu sudah aku lalui dengan rasa kecewa terhadap cinta.
Namun hari ini aku terlihat ceria kembali. Perlahan-lahan hati ini mulai tenang kembali. Fondasi yang telah hancur kembali teratur lagi. Mungkin, inilah hasil dari sabar yang tidak henti-hentinya aku lakukan.
Untukmu, aku sangat berterima kasih atas semua kesakitan-kesakitan yang kau beri. Aku sudah sangat sehat untuk menghadapi cinta kembali.
Sekarang aku akan mencari hati yang baru, yang tidak sepertimu, tentunya. Namun, aku berterima kasih karena kau telah menjadikan aku hebat melebihi apa yang pernah aku ucapkan hebat terhadap diriku sendiri.
Dan, kau disana semoga kau di berikan kebahagiaan yang belum pernah aku berikan sebelumnya kepadamu. Aku telah meminta dia agar menjagamu dan tidak pernah mengecewakanmu. Semoga kau dan dirinya bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Aku tidak akan iri terhadapmu, jika kau nanti terlalu bahagia dengannya.
Ya, sudahlah. Waktuku telah habis sekarang untuk terus memikirkanmu. Aku tenang tanpa kehadiranmu di sisi. Kau jangan pernah ganggu lagi aku, karena pertahananku belum se-kokoh dahulu. Jika kau masuk kembali ke dalam hati ini, kurasa akan hancur kembali pertahananku. Sekarang, aku akan menjauh saja darimu. Maafkan sebelumnya, aku menghapus semua kontakmu di ponselku. Bukan keinginanku, tapi agar aku benar-benar lupa terhadapmu.
Maaf kan sekali lagi,
Maaf aku tidak bisa mengucapkan selamat pagi lagi.
Maaf aku tidak bisa mengucapkan selamat malam lagi.
Maaf aku tidak bisa mengingatkan kamu makan lagi.
Maaf aku tidak bisa mengantarmu kamu lagi.
Maaf aku tidak bisa menuruti keinginan manjamu lagi.
Maaf aku tidak bisa mengajakmu ke tempat spesial lagi.
Maaf aku tidak bisa menyimpan foto kita berdua lagi.
Segala kata maaf aku ucapkan padamu sekarang. Doakan aku semoga aku bisa menemukan belahan hati yang memang pantas untukku. Kehadiranmu sangat berharga untukku. Namun sekarang waktu yang tepat untuk benar-benar lupa terhadapmu.
Aku tersenyum sekarang dengan sangat lebar. Membuka buku dari halaman satu kembali, lalu menulis puisi-puisiku kembali, tanpa namamu di dalamnya. Puisi yang dulu pernah selalu aku selipkan namamu akan aku simpan rapat-rapat saja di dalam kotak yang tidak akan sama sekali aku buka lagi. Sekarang, aku benar-benar tenang!!!
“Jadilah seseorang yang hebat. Hingga nanti, bekas pacarmu akan membangga-banggakan dirimu terhadap orang lain.”
-ElgiRizkiansyah
KAMU SEDANG MEMBACA
IKHLAS
SaggisticaBukan novel. Aku menulis catatan ini, hanya untuk mengutarakan isi hati. Mengingat kejadian-kejadian yang enggan untuk Aku lakukan kembali. Atau bisa jadi catatan ini mengutarakan juga isi hati kalian yang membacanya, bahkan ada kejadian yang sama p...
