2.Jangan Pernah Kau Lupakan.

211 12 2
                                    

Melupakan adalah tahap awal dari sebuah kehilangan. Menjadikan diri kuat menghadapi kepergian, memang berat. Apalah arti melupakan jika tidak di barengi dengan niat tulus dari dalam jiwa. Mencintaimu berarti sudah bisa untuk melupakanmu juga, meskipun memang sulit adanya.

Lupakanlah diriku, asal jangan melupakan kenangan kita. Aku tidak akan mengekangmu untuk terus mengingat wajahku. Hanya saja, aku menginginkan agar kenangan-kenangan yang pernah dulu aku dan kamu umbar tetap tersimpan rapi di dalam ingatanmu, terjaga di dalam jiwamu dan terabadikan di hatimu.

Kenangan yang kita rakit begitu banyak. Akan tetapi, aku masih mengingat semua yang pernah aku dan kamu rencanakan. Semisal kita merencanakan pesta besar yang aku dan kamu menjadi pemeran utamanya, serta menjadi ibu dan ayah untuk anak kita, hingga akhirnya menua bersama dalam satu ikatan yang bernama cinta.

Barangkali, memang waktu akan menyuruhmu untuk lupa akan semua hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan. Melupakan seseorang yang memang pernah mengisi hari bisa jadi suatu pemaksaan. Bagiku seperti itu arti melupakan; suatu pemaksaan secara tidak langsung.

Detik ini aku mulai belajar melupakan sosokmu, namun tidak dengan kenangan bersamamu. Berharga? Sangat berharga bagiku, semua kenangan yang telah terjalin akan aku ceritakan pada anakku nanti bahwa ada seseorang yang pernah hampir menjadi orang tuanya. Atau nanti bisa saja aku menceritakan pada pendamping hidupku, bahwa dulu ada orang yang pernah aku perjuangkan dengan sangat.

Sekarang, aku akan meminta padamu. Sebelum dirimu benar-benar pergi tolong jangan pernah melupakan kejadian-kejadian indah yang pernah kita lalui. Jika suatu hari nanti kau telah mempunyai pendamping baru selain aku, ceritakanlah padanya, bahwa aku; orang yang sangat hebat dalam mencintaimu.

Aku bicara seperti ini terhadapmu, bukan supaya dirimu mengingatku terus-menerus. Aku menyuruhmu untuk tidak melupakan kenangan kita, agar nanti jika kau merasa lelah dengan orang yang kamu sebut spesial itu, kau masih mengingatku sebagai rumah. Yang senantiasa akan kau jadikan tempat istirahat paling nyaman.

Jadi, pergilah sana bawa sekantung kenangan yang dulu pernah terajut. Mungkin sebagian kenangan bisa kau praktikan kepada orang lain selain aku. Aku akan sangat lebih senang mendengar bahwa seseorang telah mampu meluluhkan hatimu selain aku. Jadi sudahlah, anggap kita ini hanya buih-buih kenangan yang akan selalu ada dalam ingatan.

Sekali lagi, selamat tinggal. Selamat untuk hatimu yang telah memenangkan perasaanku, yang telah mengaduk isi hatiku hingga berserakan. Semoga kau tidak pernah lupa untuk itu semua, dan semoga kau lebih bahagia dengan orang baru yang akan kau anggap sebagai orang baik melebihi kebaikanku terhadapmu.

"Ingatlah, sebelum dirimu benar-benar pergi; dulu kita pernah bermimpi tentang pesta yang sangat meriah"
-ElgiRizkiansyah

***

Hai, hari ini 2 part dulu ya.
Nanti aku terusin ko tenang aja ;)

Yang mau quote-quote baper bisa follow @tinta.luka di instagram.

Dan jangan lupa follow juga akun instagram yang nulis ini ya @elgirizkiansyah hehe ;)

Salam aksara.
Dan, mari belajar melupakan apa yang seharusnya dilupakan ;).

IKHLASTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang