Tempat: Rumah Vincent
Waktu: Siang hari
Suasana: Sunyi
***
Hari ke-2 puasa, cuaca masih terik.
Vincent dan Desta lagi tidur-tiduran di sofa, mengeluh kepanasan. Entah kenapa selama dua hari berturut-turut nggak hujan-hujan.
"Gileee.. Panas beut" keluh Vincent.
"Pengen bikin es sirup, tapi lagi puasa" gumam Desta.
Lagi enak-enaknya tiduran, tiba-tiba ada suara ketukan pintu yang sangat mengganggu. Mau nggak mau, harus dibukain, dong. Siapa tau ada orang penting. Pas pintu itu dibukain Vincent, ternyata yang muncul adalah Bu RT, orang yang paling nggak disukai olehnya. Kenapa? Yaa karena emang nggak suka aja. Hehe.
"Maaf. Nastarnya belum dibikin" kata Vincent.
Yup, Bu RT ini orangnya selalu minta kue lebaran, padahal baru 28 hari lagi lebaran.
"Hehe. Nggak, kok. Kali ini nggak minta kue, kok" ujar Bu RT.
Tanpa permisi, dia langsung duduk di sofa, tepatnya di samping Desta. Sopan sekali, ya? :v
"Saya ke sini mau ngajakin kalian ke mall lagi. Mau nggak?" tawarnya.
"Ogah, ah, Bu! Entar kayak tahun lalu, lagi" kata Desta.
Ramadhan tahun lalu, mereka berdua pernah diajak Bu RT ke mall. Yang bikin mereka nyesel adalah: mereka cuma dibeliin kaos kaki masing-masing sepasang oleh Bu RT. Nggak perlu beli baju lebaran, biar hemat pengeluaran, katanya. Padahal dia sendiri yang paling banyak beli baju.
"Ehehehe.. Iya, iya. Hari ini saya beliin baju, deh" katanya.
"Janji, ya? Awas lho kalo dikasih kaos kaki lagi" kata Vincent.
"Iyaaa. Kali ini janji, deh! Suwir!" kata Bu RT berjanji.
"Suwer, kali. Bukan suwir. Emangnya ayam?" celetuk Desta.
"Ya udah, kalian siap-siap dulu, ya. Bentar lagi jam 4" ujar Bu RT lagi.
***
Tempat: Mall Kokas
Waktu: Sore hari
Suasana: Rame banget
Sesampainya di mall, Bu RT mengajak Vincent dan Desta ke toko baju terkenal, sebut saja "Ra****na". Namanya juga cewek, tiap ke mall selain mampir ke toko kosmetik, pasti mampir dulu ke toko baju.
"Kalian pengen baju lebaran, kan? Kalian cari deh baju yang kiranya cocok sama kalian. Tapi dengan syarat, harus murah, ya" jelas Bu RT.
Akhirnya mereka berpencar ke arah yang berbeda untuk mencari baju. Suatu ketika, Bu RT menghampiri Vincent yang tengah sibuk mencari baju koko, sambil membawa dua baju gamis bercorak bunga-bunga.
"Vincent, menurut kamu, cocokan yang mana, ya? Baju warna ungu atau warna biru?" tanyanya.
"Hm. Yang ungu bagus kayaknya" jawab Vincent sambil menunjuk gamis warna ungu.
Bu RT malah pasang muka cemberut.
"Mm.. Ungunya kayak terlalu tua gitu, ya?" gumamnya.
"Ya udah, deh. Yang biru" kata Vincent lagi sambil menunjuk gamis biru.
Bu RT cemberut lagi.
"Ah, yang biru terlalu muda warnanya" gumamnya lagi.
Tiba-tiba, Bu RT melirik gamis warna hijau motif bunga melati di gantungan khusus baju gamis.
"Eh, yang ijo aja, deh!" katanya.
Dia langsung berlari, meletakkan gamis ungu dan biru, dan ngambil gamis hijau.
"Serah Ibu, dah" celetuk Vincent.
Bu RT mah gitu. Ribet emang.
Singkatnya, mereka udah beli baju untuk lebaran. Vincent beli setelan baju koko + celana, Desta beli sepasang sendal coklat dan dua baju koko, sedangkan Bu RT beli 5 gamis, 6 pashmina, dan 7 flat shoes. Selalu Bu RT yang paling banyak belanjanya. Tapi untungnya, duitnya masih cukup untuk traktir cecunguk berdua buka puasa di restoran. Asoy.
Waktu berbuka sudah tiba. Mereka bertiga pergi ke restoran Jepang favorit Bu RT. Sesampainya di restoran tersebut, mereka pesan makanan khas Jepang. Ya iyalah, namanya juga restoran Jepang, mana mungkin di sana pesen nasi Padang, ye kan? :v
Selang beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang, dan kebetulan juga adzan Maghrib berkumandang. Segeralah mereka berbuka puasa. Karena hari sudah mulai gelap, usai berbuka mereka berniat untuk pulang. Namun, Bu RT malah mengeluh kebelet pipis.
"Em, kalian tunggu di sini dulu, ya. Ibu udah kebelet banget, nih!" ujarnya.
Karena saking kebeletnya, Bu RT langsung ngacir ke toilet terdekat. Vincent dan Desta kemudian duduk di bangku panjang di lobi mall. Saat sedang menunggu, tiba-tiba smartphone Vincent berdering, tanda ada telepon masuk. Buru-buru lah dia ngangkat jemuran, eh, smartphone-nya.
"Halo?"
"Vincent, lo kemana? Dari tadi gue WA nggak dijawab-jawab!"
Ternyata Darto yang nelpon.
"Ye maaf, gue lagi ke mall. Di ajakin Bu RT. Kenapa emang?" tanya Vincent.
"Lah, lo lupa, ye? Kan lo mau ngajakin gue ke supermarket. Malah ke mall. Gimana sih? Udah dari abis Maghrib gue nungguin lo di depan pintu, nggak keluar-keluar!"
Vincent pun terkejut.
Astaghfirullah, kok gue sampe lupa, sih?, batinnya.
"I-iya iya, gue bentar lagi balik. Dah"
Dengan segera Vincent menutup teleponnya.
"Des, pulang, yuk. Gue udah ditungguin Darto, ada janji" bujuknya sambil menarik-narik tangannya Desta.
"Lah, Bu RT gimana?" tanya Desta.
"Selow. Nanti juga dia bisa pulang sendiri, kan banyak duit. Anggep aja kita lagi balas dendam. Ayuk!"
"Lah, kok gitu, sih?!"
"Ayok, Des! Buruuu!"
Akhirnya mereka berlari keluar dari mall, dan pulang menggunakan angkot. Untung Vincent masih ada duit di saku celananya. Yaa cuma sisa goceng, sih. Mereka pulang tanpa mikirin Bu RT.
Kelar dari toilet, Bu RT kaget bukan kepalang karena Vincent dan Desta sudah tidak ada lagi di mall. Dia berpikir bahwa mereka berdua telah mengerjainya. Padahal mah enggak.
"Wah, bener kan? Mereka ngerjain Ibu?" gumamnya.
Akhirnya, puasa hari ke-3, ke-4, dan seterusnya Bu RT ke mall sendirian.
***
"Duh, maaf, ya, Bu. Kita pulangnya mendadak. Bener-bener kita nggak ada niatan buat ngerjain Ibu. Huhu.."
- Vincent
Baru kali ini bikin cerita panjang sekali wkwk 😂
Btw,
SELAMAT ULANG TAHUN, NET.!
Semoga bisa terus memberikan acara yang edukatif sekaligus menghibur bagi para Good People seluruh Indonesia. Ga kerasa ya NET. udah 5 tahun aja mengudara di layar kaca *azek.
Enjoy, gaes! 😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Geledek Squad
FanfictionRamadhan telah tiba! Waktunya para anggota Geledek Squad mempersiapkan diri di bulan yang suci ini. Dan pastinya, ada momen lucu dan seru yang dialami oleh mereka. Apa saja yaa?? "Geledek Squad" berisikan orang-orang yang rada absurd, ada yang baper...
