#12: "Sabar" Dadakan

76 6 2
                                        

Tempat: Masih di komplek Wakandah
Waktu: Tengah malam
Suasana: Ramai

***

SAHOOOR SAHOOOR

SAHOOOR SAHOOOR

SAHOOOR WOY SAHOOOR


Sahur hari ke-3, anak-anak karang taruna masih ramai bangunin sahur. Tapi, kali ini nggak pake ember cat bekas sama galon, melainkan pake seperangkat alat musik orkestra. Seperti biola, cello, harpa, gitar, flute, drum, saxophone, dan lain-lain. Tak lupa juga sekelompok paduan suara yang ikut ke dalam rombongan. Ini sih namanya bangunin orang sahur rasa konser Erwin Gutawa orchestra.

Kali ini juga Andre nggak pura-pura tidur lagi. Dia bener-bener tidur. Lalu kebangun jam 2 pagi karena alarm-nya bunyi. Lantaran dia tinggal sendirian, jadi lah dia masak masak sendiri, makan makan sendiri, cuci baju sendiri, tidur pun-- maaf, author tiba-tiba jadi nyanyi lagunya Caca Handika 😂

Hari ini, Andre masak masakan yang gampang dibuatnya, tapi bukan mie instan, melainkan masak nugget. Ya gimana nggak gampang, cuma dicemplungin ke dalam wajan berisi minyak panas, tunggu dia berenang sampai mateng, trus jadi dah. Tak lupa sebungkus sayur sop yang baru dibeli semalam di warteg Neng Maya dituangin ke dalam mangkok. Usai baca niat, Andre langsung menyantap lauk pauk yang nikmat itu. Tapi, belum aja tuh nugget disantap, tiba-tiba ada yang ngetok pintu.

"Bentar" katanya singkat.

Begitu pintunya dibuka, rupanya tetangganya yang rumahnya berjarak 5 cm darinya. Ya siapa lagi kalo bukan Sule.

"Lu ngapain, Sul, kesini bawa-bawa piring segala?" tanya Andre bingung.

"Numpang sahur, Ji, di rumah lo" jawab Sule.

"Lha? Emang lo nggak punya lauk?"

"Semalem gue lupa beli lauk di warteg. Boleh ya, Ji? Tolong lah. Kan kita bes pren"

"Hh, ya udahlah"

Sule dan Andre akhirnya makan bareng di meja makan. Tak lama kemudian, ada yang mengetuk lagi. Terpaksa lah si pemilik rumah ini bukain pintu. Ternyata Darto yang ngetok-ngetok pintu.

"Pak Haji. Gue numpang sahur ya disini. Enyak gue nggak masak. Lagi demam" katanya.

"Hadeeh... Iya, dah, iya" ujar Andre pasrah.

Akhirnya Darto ikut nimbrung sama Sule dan Andre.

"Yuki kok nggak ikut lo ke sini?" tanya Sule.

"Nggak, Kang. Lagi halangan" jawab Darto.

Selang beberapa menit kemudian, ada yang ngetok pintunya lagi. Andre makin kesel.

Yaelah, siapa lagi, sih, ini?, batinnya.

Sahurnya jadi sedikit terganggu karena dia harus bolak balik dapur-ruang tamu untuk bukain pintu.

"Vincent? Desta? Ngapain lo ke sini? Jangan bilang lo mau numpang sahur di rumah gue lagi?" tanyanya.

"Hehe. Baru aja mau ngomong" jawab Desta.

"Ah, nggak nggak nggak! Numpamg ke rumah orang lain, sono! Meja makan gue dah penuh!" seru Andre menolak.

"Yah, Ndre. Masa lo nolak temen lo sendiri? Udah 14 rumah kita datengin ditolak semua. Cuma lo harapan kita satu-satunya. Lagipula, gue bosen sahur pake mie instan mulu" kata Vincent.

Duh, kasian juga, sih, pikir Andre.

"Hm. Ya udah, deh. Nanti gue masakin nugget buat lo. Tapi makannya di ruang keluarga, ya!"

Akhirnya Vincent dan Desta diperbolehkan masuk ke rumahnya. Andre berharap, mereka adalah orang terakhir yang numpang sahur disini. Tiba-tiba...

"Andreeeee!!! Ibu numpang sahur, yaaaa!!!" Bu RT dateng sambil bawa rantang berisi lauk pauk.

"Ya Allah, Buu.. Kenapa sih ikut-ikutan yang lain numpang di sini?!" kata Andre kzl.

"Abis males sahur sama Pak RT mulu. Ngoceh terus dari tadi. Boleh ya, Ndre? Nanti saya kasih ayam satu, deh, buat kamu"

Andre angguk-angguk doang. Dia heran, kenapa mereka memilih rumahnya sebagai tempat untuk sahur bersama.

"Yah, ini sih namanya 'sabar'. Sahur bareng. Mana dadakan, lagi"

***

Plot twist:

Karena terlalu sering bolak balik dapur-ruang tamu, waktu imsak sudah tiba, dan Andre udah nggak ada waktu lagi buat makan sahur. Akhirnya dia memilih minum air bening biar puasanya kuat.

"Yang sabar ya, Ji.."
- Sule

"KELUAR DARI RUMAH GUE!!"
- Andre

#andreesmosi




























Enjoy, gaes!

Geledek SquadCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang