Tempat: Lapangan Bulutangkis Komplek
Waktu: Pagi hari
Suasana: Haru
***
Puasa hari ke-23.
Kenapa suasananya haru? Karena hari ini, Geledek Squad rela ditinggal sementara oleh salah satu membernya. Siapakah itu?
"Pak, saya mau pamit bentar ya. Mau pulang kampung" kata Vincent sambil bawa koper segede gaban.
"Lho? Emang mau pulang ke mana?" tanya Darto yang baru saja balik dari rumah Bu RT, abis nganterin kue.
"Mau pulang ke Belanda, Pak. Tapi nggak lama, kok" jawab Desta yang lagi kecapean abis bantuin tetangganya itu ngemas-ngemas baju.
"Baru tau lu punya kampung di luar negeri" ujar Andre ngeledek.
"Nah itu dia, kenapa gue mudik" kata Vincent.
Yang paling sedih disini adalah Danang dan Sule. Mukanya aja ampe basah semua gara-gara air matanya keliling kemana-mana.
"Yaelah, Nang, Sul, nggak usah lebay napa, sih? Kan dia perginya cuma bentar" kata Andre.
"Huaaaaaaaaaaa... Pinseeeeeeeen" teriak Sule sambil nangis-nangis.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bener nih.. hiks hiks.. disana bentaran.. hiks hiks.. doang..?" tanya Danang sambil terisak-isak.
"Iya, Naaang" jawab Vincent singkat.
"Kira-kira balik lagi ke sini kapan?" tanya Darto.
"Hmm.. Lebaran kedua baru balik" jawab Vincent.
Lagi berpamit-pamitan, mobil taksi udah dateng aja.
"Taksinya udah dateng, tuh. Gue bantu angkatin ya" kata Desta sambil mengangkat koper.
"Makasih, Des. Lo emang musuh, eh, temen gue yang baik" kata Vincent.
"Iya. Sama-sama, bro"
Vincent langsung masuk ke dalam taksi, sementara Desta masukin barang-barang ke bagasinya. Yang lain pada melambaikan tangan di samping taksi.
"Baik-baik ya disana. Salam buat keluarga" kata Darto.
"Jangan lupa bawain oleh-oleh!" pesan Andre.
"Cepet balik, yaaa" sahut Danang"
"Pinseeeeeeeeen" teriak Sule sekali lagi.
Masih nangis ae si Sule.
"Dadaaah" sahut Desta.
Vincent cuma bisa melambaikan tangan dari dalam mobil dan seketika itu juga mobilnya langsung ngacir meninggalkan yang lainnya.
Setelah mobilnya pergi, Sule menghela nafas dan berkata, "Huhh.. akhirnya".
Andre menoleh kepada Sule.
"Bikin malu aja lu, Sul. Nangis di tengah lapangan kek gini!" ujar Andre kesal.
"Nangis? Nangis apaan?" tanya Sule sambil pasang muka bingung.
"Lah? Itu tadi lu nangis-nangis pas si Vincent pamitan"
"Ooh.. Itu mah, gue akting doang, Ndre. Gimana? Akting gue bagus kan?"
"Etdah, gue kira beneran nangis lu"
"Lagipula, ngapain juga gue nangis gara-gara si Pinsen mudik"
Yang lain cuma geleng-geleng doang denger pengakuan Sule.
"Hadeh, Kaang.. Ada-ada aja" gumam Darto.
***
"Nggak nyangka gue bisa akting nangis kayak aktor propesional"
- Sule
Sebuah cerita yang amat sangat tidak berfaedah 😅
KAMU SEDANG MEMBACA
Geledek Squad
FanfictieRamadhan telah tiba! Waktunya para anggota Geledek Squad mempersiapkan diri di bulan yang suci ini. Dan pastinya, ada momen lucu dan seru yang dialami oleh mereka. Apa saja yaa?? "Geledek Squad" berisikan orang-orang yang rada absurd, ada yang baper...
