#18: Tarawih Kali Ini Beda

54 5 0
                                        

Tempat: Masjid Al-Barokah
Waktu: Malam hari
Suasana: Ramai

***

Terlihat masjid malam ini sudah penuh, tapi nggak sampe digelar terpal di luar masjid dan nggak ada juga yang gelar sajadah di tangga masjid, jadi semuanya aman terkendali ^^

Namun, ada yang beda dari tarawih kali ini, dimana yang adzan bukan Andre, tetapi Darto.

"Allahu akbar~ Allahu akbar~"

Suaranya tak kalah bagus dari yang sebelumnya. Bahkan bikin para jamaah (termasuk Danang dkk) tertegun mendengarnya. Yang jadi pertanyaannya, dimanakah Andre?

Rupanya, Andre lagi duduk di shaf ketiga, bareng Danang, Desta, Sule, dan Vincent. Pertanyaan pertama sudah terjawab. Pertanyaan kedua, kenapa bukan Andre yang adzan? Kalo pembaca bisa jawab, bisa berkesempatan mendapatkan hadiah ucapan selamat dari saya, hehe.

Singkatnya, shalat tarawih udah selesai. Di tengah perjalanan, Andre mendekati Darto.

"Makasih, To. Udah berkenan gantiin gue sementara malem ini. Suara lu juga bagus banget" kata Andre dengan nada serak-serak basah kuyup.

"Iya sama-sama. Ah, lebih bagus Pak Haji, kali" ujar Darto.

"Yaelah, gitu amat sih lu kalo dipuji"

"Eeh, bukannya gue nggak suka dipuji. Cuma gue nggak mau terlena sama pujian"

Sa ae nih mas Darto.

"Oh iya, gimana, Pak? Tenggorokannya udah baikan?" tanya Darto.

"Belom. Orang masih serek-serek begini. Ekhm, ekhm" jawab Andre sambil mengeluh sakit di tenggorokan.

Pertanyaan kedua terjawab.

Pas lagi ngobrol, tiba-tiba Yuki dan Abby menghampiri mereka.

"Mas Darto, nggak nyangka Mas bisa adzan" puji Abby.

"Alhamdulillah" ucap Darto.

"My bro emang terhebat! Nggak sia-sia bro juara lomba adzan waktu sekolah!" seru Yuki.

"Oh pernah jadi juara lomba adzan? Pantesan bagus" kata Andre.

"Iya, Pak, juara. Juara harapan dua, tapi" ujar Darto merendah.

"Ya nggak papa, To. Meski juara harapan, tapi suara lo nggak kalah dari juara satu"

"Udah, ah, Pak. Nggak usah berlebihan gitu"

Tiba-tiba, Danang berlari menghampiri mereka.

"Woooooy!! Tungguuu--"

Danang berhenti dan langsung nengok ke arah Abby. Dia terpana melihat kecantikan pacarnya itu yang tengah memakai pashmina warna pink pastel dan gamis berwarna senada, sambil membawa mukena dan sajadah.

Subhanallah, cantiknya ciptaan-Mu ini, batin Danang.

"Mas? Maas? Kok bengong, sih?" tanya Abby kebingungan.

Danang tersadar, lalu berkata, "Beb, kok kamu cantik banget, sih?"

"Ah, biasa aja" kata Abby tersipu malu.

"Cieeee~" sahut yang lain serentak.

Dan mereka berdua jadi malu-malu.

***

"Aduh, sendal gue pake putus segala, lagi. Itu yang lain tega amat, sih, tinggalin gue sendirian"
- Sule















Enjoy, gaes!

Geledek SquadCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang