-1-

490 67 216
                                    

We can't judge the everyone by cover, never and ever

*****


Seorang wanita berusia kurang lebih 40 tahun benama Fatimah Ikhaira Azzahra itu menaiki beberapa anak tangga. Ia menuju suatu ruangan, dan masuk begitu saja. Benar prasangka wanita itu. Anak perempuan kesayangannya masih tertidur pulas.

"Al sayang, bangun yuk. Nanti kamu terlambat loh."

"Bentar, Ma. Lima menit lagi deh."

"Nanti kalau terlambat bagaimana?"

" Emangnya terlambat ke mana sih, Mama sayang?"

"Astaghfirullah, kamu lupa ya, hari ini kamu hari pertama kelas 11 sayang. Kalau gak dapet teman sebangku gimana?"

Ck, gimana gue nanti? Kan udah ada janji sama Rei buat milih tempat duduk sebelah belakang pojok. Mampus gue. Batin Al

"Mama, Al lupa sekolah. Udah pukul 05.00, gimana ini?"

"Yaudah cepetan mandi, terus sholat, dan turun sarapan dulu."

"Siap laksanakan komandan!" Jawabnya antusias sambil mengambil posisi hormat pada Umma.

Alzetta Ikhaira Al-Azzam, seorang gadis yang hari ini baru memasuki bangku kelas 11 SMA. Ia bersekolah di SMA Garuda. Salah satu SMA favorit di daerahnya. Jarak antara rumah dan sekolahnya cukup jauh, sehingga Ayahnya selalu siap sedia mengantar plus menjemputnya. Dan hal itu yang membuat Al kesal. Dengan begitu dirinya tidak bisa keluyuran sebelum pulang ke rumahnya. Yah, dia selalu dijemput tepat waktu puku 14.00. Menyebalkan bukan?

Dan orang tuanya sangat over protective padanya. Karena Al adalah anak tunggal. Setiap hari Al harus sarapan dan membawa bekal dari rumah. Harus ditemani Ayah atau Mamanya kalau ingin jalan. Bahkan, ia tidak boleh menyebrang jalan sendirian apapun keadaannya.

Namun, kenyataannya Al sangat tidak suka perlakuan tersebut. Menurutnya ia harus hidup mandiri tanpa harus bergantung pada orang tuanya. Toh sekarang ia sudah mulai dewasa dan telah mempunyai KTP. Diam-diam ia bekerja sebagai penulis di salah satu majalah harian. Tentu tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Disekolah, dia dikenal sebagai cewek ter-tomboy. Gak pernah berpenampilan layaknya perempuan. Bahkan, para bad boy di sekolahnya takut sama dia. Serem banget kan Al, udah kayak nenek lampir aja. Hehehe.

ɤ Magic of Love ɤ

"Sayang, maaf ya hari ini ayah ada meeting pagi. Kamu diantar Pak Sardi aja ya?"

"Gakpapa yah, aku naik bus ajalah yah. Masak udah gede gini masih dianter mulu."

"Gak ada toleransi, pokok kamu harus diantar Pak Sardi TITIK!"

"Yaudah, Al berangkat dulu. Assalamualaikum."

"Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya Al."

"Iya Yah."

Al pun mencium punggung tangan ayah dan mamanya. Walaupun ia nakal, namun jika di depan orang tuanya itu sifatnya berubah 180 derajat

Gue minta anter Pak Sardi sampek halte bus aja, siapa tahu nanti gue dapet cogan tuh di bus. Hehehe. Batin gadis itu.

"Pak Sardi, antar saya sampe halte bus aja ya."

"Jangan atuh non, nanti saya di marahin tuan."

"Gakpapa pak, santai aja kan sama say buka sama ayah."

"Beneran non?"

"Iya Pak Sardi!!" teriak Al

"Yaudah itu non haltenya, hati-hati ya."

"Iya pak, makasih."

Akhirnya Al berangkat sekolah menggunakan bus. Ini untuk kedua kalinya. Dan ia sangat bahagia bisa naik bus untuk berangkat sekolah. Menurutnya, di bus kita bisa berinteraksi dengan banyak orang. Menyerukan bukan? Apalagi dia bisa berkenalan dengan orang lain dan kebetulan cogan ex cowok ganteng. Hehehe, Al genit banget deh.

"Hai, boleh duduk disini?"

"Dengan senang hati."

"SMA mana mbak?"

"Eh, jangan panggil mbak. Al aja, SMA Garuda. Kalo lo?"

"Emm, namaku Rio. Baru pindahan dari Jogja mau sekolah di SMA Garuda. Kebetulan bisa ketemu kamu Al, boleh bareng? Soalnya gak tau tuh SMA Garuda dimana."

"Formal banget gitu yah lo kalo ngomong. Pakek aku kamu, kayak sama guru aja lo. Oh iya, boleh kok bareng gue."

Gimana gue mau gak mau barengin tuh cowok, dianya ganteng banget. Lugu amat juga. Gumam Al.

"Oh, gak biasa panggil lo gue. Makasih ya udah mau barengin."

"Gue kasih tau ya Rio, lo sekarang di Jakarta. Jangan pakek aku kamu lagi, nanti dikirain pacaran, hehehehe."

"Oh jadi gitu ya kalo di sini, yaudah gue panggil lo. Tapi nanti kalo udah MAU pacaran bisa dong aku kamu lagi," ucapnya sambil sedikit berbisik, namun Al masih bisa mendengarnya.

Hah, nih cowok kesambet apaan yah. Pakek acara nanti kalo udah mau. Gak efektif banget bahasanya. Kirain polos eh enggak.
Al bermonolog dalam hati.

"Eh, lo ngapa bengong Al?"

"Oh gapapa, yaudah tuh SMA udah deket."

ɤ Magic of Love ɤ

Mereka berdua, ya Rio dan Al telah sampai di depan gerbang sekolah. Dan kebetulan sekali, mereka belum terlambat. Akhirnya, Al mengajak Rio untuk mencari di mana kelas mereka pada papan pengumuman. Di SMA ini, setiap tahun akan ada perpindahan kelas sesuai kemampuan siswa. Jadi, siap-siap pisah kelas sama si DOI.

Al sibuk mencari nama seorang laki-laki, bukan namanya bukan juga Rio. Yang dia cari adalah nama mantan alumni yang pernah singgah di hatinya. Kebetulan, cowok itu masuk kelas 11_IPA3. Dan beruntungnya, Al di kelas 11_IPA1. Otomatis mereka tidak sekelas jadi mudah deh acara muponnya Al.

"Heii, Al ku sayangggg. Kangen banget atuuh neng."

"Alay lo ah Rei. Baru aja dateng udah teriak-teriak."

"Yaudah gue bisikin. Lo sama siapa nih, cowok baru?" bisik Reina

"Nglantur aja lo, tapi gantengkan kalo dia cowok gue?" Alpun juga berbisik

"Eh iya, ganteng. Emang lo nemu dimana?"

"Bukan cowok gue sih, tadi ketemu di bus."

" Hah, loe mimpi apaan Alzetta. Lo naik bus!!" Tiba-Tiba Reina berteriak.

"Iyaa Rei, woles aja lo ngomongnya bodoo!"

"Eh, gue udah nemu kelas, lo udah Al? Gue duluan aja ya?" Akhirnya Rio muncul.

"Oh belum nemu gue, lo duluan aja. Btw, loe kelas mana?"

"11_IPA1. Yaudah gue duluan aja. Bye."

Hah, dia sekelas sama gue. Kesempatan buat di gebet. Batin Al.

"Lo ngapa bengong Al, yuk kita sekelas lagii. Bareng kuyyy!"

"Oh iya ayok. Eh rencana kita gimana Rei,j jadi mojokkan?"

"Jadi dong, gue udah booking tuh tempat sama kakak kelas dulu. Gue suruh nulis ginian ' INI TEMPAT SUDAH ADA YANG NEMPATIN!' Pinterkan guee."

"Gue bangga sebagai sahabatmu, pinter!"

ɤ Magic of Love ɤ

Reina Vihansyah, ya dia adalah sahabatku satu-satunya di sekolah ini. Kita udah sekelas dari masa MPLS sampek sekarang kelas 11. Kita itu temen gila, bahkan gilaaaaaaaa banget. Kita udah saling mengenal banget satu sama lain. Gaada rahasia-rahasiaan lagi. Kecuali masalah keluarga. Karena gak semua masalah bisa diceritakan pada seseorang, kita masih punya privasi masing-masing. Dan saling menjaga masing-masing. I love you Reina.

*****
Maaf banyak typo bertebaran
Jangan lupa vote + comment yang banyak yaaa

Magic of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang