Sakit tapi nggak berdarah

4K 469 39
                                        

“Jimin, Yoongi udah datang,” teriakan Nyonya Park aka Eomma-nya Jimin, terdengar dari lantai bawah.

Yang dipanggil cuma bisa senyum-senyum. Jimin nggak bisa pungkiri kalau seminggu ini, Yoongi berhasil bikin dia baper sebaper-bapernya. Jimin memang tahu kalau apa yang di lakukan Yoongi selama beberapa hari ini adalah cara Yoongi untuk melindungi Jimin setelah menjadikan Jimin sebagai “The Most Wanted”-nya Kim Jennie.

Tapi, bukan Yoongi namanya kalau nggak bikin Jimin baper. Yoongi membuat Jimin mendadak menjadi Mr. Baper dengan berbagai kelakuannya. Dari mulai mendadak jadi supir pribadi Jimin, yang ternyata Jimin akhirnya tahu Eomma-nya bersekongkol dengan Yoongi untuk menginfokan kemana saja Jimin ingin pergi, sampai jadi bodyguard khususnya Jimin di sekolah. Jimin nggak dibiarin lepas dari pengawasan Yoongi, bahkan sampai ke toilet sekalipun. Tiap Jimin tanya kenapa, Yoongi cuma jawab, “Jennie ‘kan setan. Bisa muncul dimana aja.”

“Eomma,” teriak Jimin di depan pintu. “Aku pergi.” Jimin lalu menghampiri Yoongi. “Ngapain sih jemput gue mulu?”

Jimin sok nggak suka dijemput Yoongi, padahal aslinya dia senang nggak ketulungan. Pagi hari Jimin jadi cerah karena selalu diawali dengan hal yang manis, yaitu Min Yoongi.

“Bukannya nyapa gitu, selamat pagi kek apa, malah ngomel, Jim.”

Dan satu lagi, Yoongi akhir-akhir ini nggak manggil dia dengan sebutan aneh-aneh lagi. Which is makin bikin Jimin melayang nggak karuan kayak layangan putus, karena namanya selalu disebut sama Yoongi.

Harap bersabar. Ini ujian, Park Jimin.

“Buruan masuk,” Yoongi memutar tubuh Jimin

Jimin bingung. “Motor lo mana?” Jimin mendongak, menatap Yoongi yang berdiri disamping pintu kemudi mobil. Yoongi emang biasanya membawa motor sport hitamnya, tapi hari ini dia membawa mobil.

“Lagi di bengkel,” jawab Yoongi singkat.

Ketika Jimin sudah berada di dalam mobil, tiba-tiba Yoongi keluar. Jimin membuka kaca mobil. “Mau ngapain?”

“Belum pamit. Eomma! Yoongi sama Jimin pergi sekolah dulu. Annyeong.”

Jimin tertawa ketika Nyonya Park keluar dan memukul lengan Yoongi serta menyuruh mereka untuk pergi karena mereka hampir telat. Yoongi cemberut dan masuk ke mobil.

“Eomma jadi galak ya, Jim? Bingung gue,” protes Yoongi sambil menancap gas dan mulai membawa mobil keluar dari pekarangan rumah Jimin.

Jimin tertawa. “Eomma dari dulu emang galak kali, Yoongi.”

Yoongi menggeleng, “Nggak. Gue ingat banget pas kecil gue demen main ke rumah lo gara-gara Eomma baik banget sama gue. Tiap gue ke rumah lo, gue merasa aman, nyaman dan tenteram.

Jimin tertawa lagi. Kata-kata Yoongi barusan membuat Jimin otomatis flashback ke masa kecilnya. Bersama Yoongi tentunya, karena Yoongi selalu jadi bagian hidup Jimin selama ini.

Jimin ingat Yoongi selalu datang bermain dirumahnya, makan bahkan tidur di rumah Jimin. Makanya, Yoongi jadi sangat dekat dengan orang tua Jimin dan nggak segan-segan memangil mereka Appa dan Eomma. Sifat Yoongi waktu kecil nggak beda jauh dari sifat dia yang sekarang. Jadi, jangan bayangkan Yoongi kecil yang imut dan menggemaskan, karena itu sangat jauh dari kenyataan.

“Oi, Jimin,” panggil Yoongi. Matanya menatap lurus ke jalan.

Jimin menoleh. “Kenapa?”

“Lo pernah nggak, merasa lo ngejalanin hidup baik-baik aja, tapi kayak ada yang aneh?” tanya Yoongi dengan raut wajah serius.

dating (hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang