Besok, Camping akan dilaksanakan. Dan hari ini siswa kelas X diliburkan, untuk mempersiapkan kebutuhan besok. Cindy dan Dania menginap kerumah Nanda, agar besok paginya bisa berangkat bersama tanpa ada kata terlambat. Ransel yang mereka bawa cukup besar, karena mereka akan camping cukup lama disana.
"Kok gue gak sabar yaa, camping besok" kata Dania sambil menatap langit-langit kamar. Nanda bisa menebak apa yang sedang di bayangkan sahabatnya itu.
"Inget Dan, inget" kata Nanda memperingatkan. Seketika raut Dania langsung lesu. Ia harus tetap mengingat, bahwa Adam sudah memiliki Elia. Tentu saja, pasti akan ada momen-momen mereka disana.
"Gimana kalo kita curhat-curhatan malam ini?" tawar Nanda, yang disertai anggukan oleh Dania dan Cindy.
"Setuju"
"Boleh"
"Okeh, lo duluan Cin. Karena lo dulu kan pindah, kita juga udah lama gak dengerin curhatan lo" kata Nanda tiba-tiba.
"Apa ya? Aku gaada masalah buat dicurhatin sih, lagian kalau ada masalah juga bakal aku lupain. Kalopun itu bikin aku sakit dan gak nyaman"
Nanda dan Dania terdiam, mencerna kalimat yang baru saja diucapkan Cindy. "Curhat aja yang perlu lo curhatin, gak harus masalah cowok kok, bisa masalah persahabatan, bisa masalah keluarga. Terserah lo, yang mana yang pengen lo curhatin"
"Oh gitu"
*****
Mendengar curhatan dari masing-masing, mereka segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan muka. Mereka mengakhiri curhatannya karena tidak mau besok matanya terlihat bengkak.
Sangking dalamnya mereka cerita, hingga semua yang ada diruangan itu ikut menangis, ketika sang pengutara cerita mulai meneteskan air mata. Dan akhirnya, mereka pun sama-sama menangis.Selesai membersihkan muka, sikat gigi, dan sholat, mereka pun tidur di ranjang Nanda yang cukup besar, hingga mampu menampung Dania dan Cindy.
"Eh, sekarang jam berapa?" tanya Cindy ketika melepas mukenah yang ia kenakan.
"Hampir jam satu sih" jawab Dania setelah membuka layar ponselnya. "what! Serius lo!" kata Nanda terkejut. Jam satu malam, sedangkan mereka harus bangun jam 4, belum lagi antri mengantri kamar mandi.
"Guys, buruan tidur!" perintah Nanda, kemudian ia melompat ke arah spring bad miliknya yang lumayan besar. Hentakan itupun sukses membuat Dania yang duduk ditepi kasur langsung jatuh ke samping.
"Santai aja napa sih, gila Nda gue sampe mental" jawab Dania enteng.
"Hahaha, kita kan juga bisa tidur di bus kan besok"
Ketika Cindy, Dania dan Nanda tidur, mereka terlihat seperti ikan pindang berceceran yang sedang dijemur. Nanda yang sedang tidur dengan model kaki dilebarkan, Dania yang tidur menggunakan sebalah kaki Nanda sebagai guling, dan Cindy yang tertidur dengan buntelan selimut tebal, sehingga tubuhnya terlihat seperti bayi kupu-kupu, kepompong.
Jika sedang tidur, sepertinya mereka bukan jiwa-jiwa perempuan.
*****
TERIMA KASIH BUAT YANG UDAH BACA. MAAF PART KALI INI PENDEK, KARENA DISINI HANYA ADA CINDY, DANIA DAN NANDA.
OQE, JAN LUPA VOTE YA. INI STOK LAMA SIH WKWK BUKAN TULISAN BARU:v
SEKIAN ANGGOTA GF KE 7
-ChindyA
KAMU SEDANG MEMBACA
Regret
Novela JuvenilSilahkan kalian membaca kisah tentang Cindy dan Daniel dengan tenang tanpa tekanan :) Cover by @DWK_Graphic
